Senin, 18 November 2019
Indonesia | English

Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, Hari Tzu Chi Sedunia (1)

13 Mei 2019

Perayaan Tiga Hari Besar Tzu Chi: Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia dilaksanakan pada Minggu, 12 Mei 2019 di Aula Jing Si Lt. 4, PIK, Jakarta Utara. Kegiatan ini dihadiri oleh 4.935 orang peserta (sesi 1: 2.110, dan sesi 2: 2.825 orang) dan 400 relawan yang tergabung dalam kepanitiaan. Tema Waisak kali ini tentang Pelestarian Lingkungan dan Vegetarian, yang terlihat dari formasi peserta. Ada juga formasi angka 53 yang merupakan usia berdirinya Yayasan Buddha Tzu Chi.

Fotografer : Sukardi (He Qi Utara 2)
Relawan Tzu Chi menjelaskan kepada para peserta perayaan Waisak tentang pelestarian lingkungan dan dampaknya jika masyarakat tidak peduli terhadap kelestarian alam. 
Fotografer : James Yip (He Qi Barat 2)
Sesuai tema Waisak kali ini tentang Pelestarian Lingkungan dan Vegetarian maka Tzu Chi Indonesia mengadakan pameran-pameran terkait pelestarian lingkungan untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam melindungi bumi. 
Fotografer : Ong Tjandra (He Qi Barat 2)
Para relawan dan staf badan Misi Tzu Chi menjadi pembawa persembahan (air wangi, bunga dan pelita) dalam acara sesi 1 (Pkl. 10.00 – 11.30 WIB).
Fotografer : Halim Ong (He Qi Barat 1)
Relawan dan masyarakat umum melakukan prosesi pemandian Rupang Buddha. Dimulai dengan memberi penghormatan kepada Buddha, Mempersembahkan Pelita (Gong Deng Zhu), Mempersembahkan Air Wangi (Gong Xiang Tang), dan Persembahan Bunga (Xian Hua Xian).
Fotografer : Aditia (He Qi Barat 1)
Para murid dari sekolah-sekolah di Jakarta juga ikut berpartisipasi dalam perayaan Waisak Tzu Chi ini, seperti Sekolah Permai, Sekolah Silaparamita, dan lainnya. Ada 14 sekolah yang berpartisipasi dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Fotografer : Aditia (He Qi Barat 1)

Tampak dari atas logo 53, yang menggambarkan usia Yayasan Buddha Tzu Chi yang sudah berdiri 53 tahun.

Fotografer : Arimami Suryo A.
Para peserta mengikuti rangkaian prosesi Waisak dengan khusyuk dan khidmat. Para peserta Waisak secara bergantian menuju altar Buddha dengan hati yang hening dan jernih, bersyukur atas budi luhur Buddha, orang tua, dan semua makhluk. 
Fotografer : Ong Tjandra (He Qi Barat 2)
Dalam perayaan Waisak Tzu Chi ini, kegiatan dimulai dengan Gatha Pendupaan, Gatha Pujian bagi Buddha, Persembahan Pelita, Air Wangi, dan Bunga, dan kemudian prosesi pemandian Rupang Buddha. 
Fotografer : Halim Ong (He Qi Barat 1)
Prosesi pemandian Rupang Buddha yang dilakukan oleh siswa-siswi dari 14 sekolah yang ikut berpartisipasi.
Fotografer : Arimami Suryo A.
Perayaan Tiga Hari Besar Tzu Chi: Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia dilaksanakan pada Minggu, 12 Mei 2019 di Aula Jing Si Lt. 4, PIK, Jakarta Utara sesi 1 ini diikuti oleh 2.110 orang peserta dan 400 relawan yang tergabung dalam kepanitiaan.
Fotografer : Indarto (He Qi Barat 1)
Usai melaksanakan prosesi pemandian Rupang Buddha, para peserta juga diajak untuk bermeditasi, menenangkan hati dan pikiran, serta melatih daya konsentrasi. Setelah hati tenang dan jernih para peserta berdoa untuk kehidupan yang aman dan tenteram, masyarakat sejahtera, serta dunia terhindar dari bencana.
Fotografer : Hendrik Wijaya (He Qi Barat 1)
Antusiasme relawan dan masyarakat untuk mengikuti Waisak Tzu Chi ini terlihat dengan penuhnya sisi kanan dan kiri Aula Jing Si Lt. 4.
Fotografer : Henry Tando

Setelah  mengikuti pelaksanaan Tiga Hari Besar Tzu Chi para peserta dapat menikmati makan siang (menu vegetaris) yang disediakan di Kantin Tzu Chi.

Fotografer : Merry Hasan (He Qi Barat 2)
Untuk mempersiapkan makanan bagi ribuan peserta, sejak pukul 4 pagi relawan Tzu Chi sudah bersiap di dapur Tzu Chi Center. 
Fotografer : Hendrik Wijaya (He Qi Barat 2)
Masyarakat juga dapat berpartisipasi membantu sesama dengan cara berdonasi melalui celengan bambu. Celengan yang sudah terisi kemudian diserahkan ke Kantor Tzu Chi ataupun dikumpulkan saat acara-acara besar Tzu Chi.
Fotografer : Arimami Suryo A.
Logo Pelestarian Lingkungan dan Vegetarian yang terbentuk dari peserta yang mengenakan baju berwarna hitam dan putih. Sebelumnya relawan dan panitia telah menyiapkan berbagai hal untuk kelancaran, mulai dari penempelan titik lokasi peserta, nomor kursi, hingga alur acara.
Artikel dibaca sebanyak : 1456 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha