Rabu, 22 November 2017
Indonesia | English

Merajut Kebersamaan Lintas Iman Melalui Pergelaran Seni

31 Oktober 2017

Peringatan Hari Santri Nasional 2017 yang diselenggarakan oleh UKP-PIP bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menampilkan beberapa bentuk seni budaya bernuansa religi. Digelar di International Hall, Tzu Chi Center Jakarta, Minggu 29 Oktober 2017, ratusan santri hadir, juga para pemuka agama dari enam agama di Indonesia, juga dari kepercayaan Baha’i dan Sunda Wiwitan.

Fotografer : Anand Yahya
Relawan Tzu Chi berkolaborasi dengan santriwati Pesantren Nurul Iman Parung Bogor menampilkan lagu isyarat tangan Satu Keluarga.
Fotografer : Anand Yahya
Hari Santri Nasional merupakan penghargaan negara terhadap peran para santri dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI. Selain itu dapat dimaknai sebagai gerakan untuk membangun sikap inklusi sosial dan patriotik di antara anak bangsa yang terdiri dari beragam latar belakang. Perwakilan dari Agama Islam menampilkan musikalisasi puisi.
Fotografer : Anand Yahya
Delapan mahasiswi dari Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten menampilkan Tari Gending Sriwijaya.
Fotografer : Anand Yahya
Ada juga Tari Tor-tor dan mewakili Agama Kristen Protestan.
Fotografer : Anand Yahya
Perwakilan Agama Hindu menampilkan tarian yang memanjakan mata dengan gerakan yang kompak.
Fotografer : Anand Yahya
Seni Pencak Silat Pancasila ditampilkan perwakilan dari Agama Katholik.
Fotografer : Anand Yahya
Seni bela diri Wushu perwakilan dari Agama Konghucu.
Fotografer : Anand Yahya
Dari aliran kepercayaan Sunda Wiwitan menampilkan paduan suara yang indah.
Fotografer : Anand Yahya
Perwakilan dari kepercayaan Baha’i mengajak para tamu untuk bernyanyi bersama lagu tentang persatuan.
Fotografer : Anand Yahya
Acara ini juga dihadiri para pemimpin agama, tokoh-tokoh adat, pejabat pemerintah pusat dan daerah, sehingga mencerminkan keberagaman dan persatuan Indonesia.
Fotografer : Anand Yahya
Dewan Pengarah UKP-PIP, Try Sutrisno berpesan kepada generasi muda khususnya lintas agama agar senantiasa bersatu padu. Ia bahkan mengingatkan bahwa dalam sejarah merebut kemerdekaan, bangsa Indonesia tidak pernah terpecah-pecah karena perbedaan agama.
Fotografer : Anand Yahya
Santri yang hadir di antaranya dari Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 2 Tangerang dan dari Pesantren Nurul Iman Parung Bogor.
Artikel dibaca sebanyak : 212 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code