Selasa, 24 Oktober 2017
Indonesia | English

My Dream di Jakarta: Inspirasi Dalam Setiap Gerakan (2)

30 Juli 2017

Ditampilkan selama dua hari, Sabtu, 29 Juli 2017 pada pukul 10.00- 12.00 WIB (sesi 1) dan pukul 19.00 – 21.00 WIB dan Minggu, 30 Juli 2017 dengan waktu yang sama, pertunjukan My Dream yang dimainkan oleh kelompok China Disabled People’s Performing Art Troupe (CDPPAT) ini selalu memukau para peserta dalam setiap sesi pertunjukannya. Pertunjukan ini disaksikan oleh 5.200 orang (4 sesi pertunjukan). My Dream merupakan salah satu duta seniman perdamaian dari Badan PBB United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Fotografer : Anand Yahya
Para relawan Tzu Chi menyambut para penonton dan tamu undangan di depan Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara dengan hangat dan penuh rasa kekeluargaan.
Fotografer : Anand Yahya
Relawan Tzu Chi membantu para penonton yang tidak leluasa bergerak untuk masuk ke dalam gedung Aula Jing Si di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
Fotografer : Arimami SA.
Antusiasme masyarakat dalam menyaksikan pertunjukan My Dream ini sangat tinggi, terlihat dari kursi pengunjung yang selalu penuh terisi dalam setiap sesinya.
Fotografer : Anand Yahya

Relawan Tzu Chi menyediakan kantong sepatu untuk para pengunjung yang akan memasuki gedung Aula Jing Si, PIK, Jakarta Utara.

Fotografer : Anand Yahya
Kurang lebih 20 orang pemain My Dream yang memperagakan Tarian Bodhisatwa Seribu Tangan mengikuti isyarat tangan dari sang pelatih.
Fotografer : Anand Yahya
Sebanyak 30 relawan Komite Tzu Chi menabuh genderang HymneAjaran Jing Si sebagai pembuka pertunjukan pementasan My Dream pada Sabtu dan Minggu, 29 – 30 Juli 2017.
Fotografer : Arimami SA.
CEO DAAI TV Indonesia, Hong Tjhin memberikan sambutan dalam pembukaan acara My Dream.
Fotografer : Arimami SA.
Kekompakan, keindahan, dan keterampilan para pemain My Dream ini diperoleh berkat kesungguhan dan kegigihan mereka dalam berlatih. Meski mereka berketerbatasan fisik, tetapi sanggup berkarya dan berprestasi.
Fotografer : Anand Yahya
Formasi Bodhisatwa Bertangan Seribu yang bermakna Bodhisatwa yang terus berupaya mengurangi penderitaan dan menolong makhluk yang menderita.
Fotografer : Anand Yahya
Tarian Tanah Kuning yang menggambarkan dataran tinggi Huang Tu yang begitu dicintai warganya, menjadi harapan yang menjulang dari sebuah bangsa.
Fotografer : Arimami SA.
Tarian Taman Rahasia yang dibawakan oleh tujuh orang penyandang tuna netra. Tarian ini menggambarkan keinginan dan harapan para tunanetra dalam melihat keindahan alam. “Hidungku memberitahuku musim semi itu lembab, telingaku memberitahuku musim semi itu meriah.”
Fotografer : Arimami SA.
Mansjur Tandiono, Komisaris DAAI TV Indonesia menerima cindera mata dari My Dream pada Sabtu, 29 Juli 2017 (sesi malam, Pkl. 19.00 – 21.00 WIB).
Fotografer : Anand Yahya
Seribu dua ratus penonton turut menyanyikan lagu We Are The World yang dibawakan oleh Zhu Li, Jiang Can (tunanetra), dan isyarat tangan oleh para penari tunarungu.
Fotografer : Anand Yahya
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei, menerima cindera mata dari My Dream pada sesi Minggu pagi, 30 Juli 2017 (pkl. 10.00 – 12.00 WIB). My Dream merupakan salah satu duta seniman perdamaian dari Badan PBB United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).
Artikel dibaca sebanyak : 4166 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code