Senin, 26 Agustus 2019
Indonesia | English

Bantuan Kasur dan Selimut untuk Korban Banjir di Gowa

06 Februari 2019 Jurnalis : Sutriani (Tzu Chi Makassar)
Fotografer : Rina Lionar, Robin Johan (Tzu Chi Makassar)


Tzu Chi Makassar membagikan 89 paket berupa kasur dan selimut di Desa Tetebatu dan Desa Salekoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Para penerima bantuan merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh Tzu Chi.

Haru, begitulah perasaan korban banjir di Desa Salekoa dan Desa Tetebatu, Kabupaten Gowa setelah menerima bantuan kasur dan selimut dari Yayasan Tzu Chi Makassar, Jumat, 1 Februari 2019. Sejak banjir melanda, Selasa (22/1) lalu, para warga terpaksa mengungsi beberapa hari sebelum kembali ke rumah. Setelah kembali, mereka bertahan di rumah dengan keterbatasan peralatan tidur karena kasur, selimut, dan hampir seluruh pakaian basah terendam banjir.


Sebelum berangkat ke lokasi pembagian, semua relawan termasuk Ketua Tzu Chi Makassar, Lamsin Indjawati (kanan) bersama-sama mengikat dan membungkus kasur yang akan dibagikan ke warga.

Salah seorang warga, Supriani Dg Paneng (35) menuturkan sejak banjir, bantuan logistik berupa bahan makanan sudah lebih dari cukup. Hanya saja, dirinya bersama warga lainnya kekurangan alas tidur.

“Kami kesulitan tidur, karena karpet dan kasur basah semua. Sudah banyak yang membawa bantuan, mi dan beras. Ini terima kasih sekali karena kami dapat kasur dan selimut dari Tzu Chi,” katanya dengan mata berkaca.


Henny Laurence membantu warga mengangkat kasur yang diberikan.

Tzu Chi Makassar membagikan 89 paket kasur dan selimut. Bantuan ini dibagi di dua desa, Desa Tetebatu sebanyak 39 paket dan Desa Salekoa sebanyak 50 paket. Bantuan dibawa langsung oleh relawan Tzu Chi.

Rahimi Daeng Rapi (22) menyebutkan, saat kejadian banjir, dirinya bersama keluarganya tak bisa menyelematkan kasur dan selimut. Yang bisa dibawa pergi hanya pakaian di badan dan dokumen berharga.

“Air tiba-tiba naik sampai atas kusen, kami hanya bisa menyelematkan diri. Kasur, bantal, dan selimut basah bahkan ada yang hanyut. Pas Tzu Chi datang kemarin bertanya, saya bilang itu (kasur dan selimut) yang paling dibutuhkan,” jelasnya.


Ibu Bidasari sangat terharu dengan kehadiran relawan Tzu Chi yang membantu dan memberikan kasur kepadanya.

Peristiwa banjir beberapa waktu lalu juga masih menyisakan derita bagi warga. Bahkan sampai sekarang masih ada warga, terutama anak-anak yang mengalami flu, batuk, demam, dan diare.

“Sekarang saja kalau hujan deras, jangankan anak-anak, orang dewasa saja trauma. Apalagi kemarin itu Bendungan Bili-bili dibuka, jadi bukan karena masalah sampah penyebab banjir,” ungkap Bayu (50), penerima bantuan.


Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 314 kali


Berita Terkait


Lumpur Bukan Penghalang untuk Berbagi Kepedulian

25 Januari 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Keharmonisan organisasi tercermin dari tutur kata dan perilaku yang lembut dari setiap anggota.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat