Rabu, 18 September 2019
Indonesia | English

Banyak Jalan Bersumbangsih, Inspirasi dari Nasabah Bank Sinar Mas

10 Juli 2019 Jurnalis : Khusnul Khotimah
Fotografer : Anand Yahya


Mansjur Tandiono, Komisaris DAAI TV Indonesia menerima secara simbolis kunci mobil hadiah dari Mayamin, nasabah Bank Sinar Mas yang memenangkan undian dari Bank Sinar mas.

Apa yang bakal Anda lakukan jika memenangkan undian berhadiah mobil? Dipakai untuk kegiatan usaha? Digunakan untuk mendukung kegiatan sehari-hari? Tentu sah-sah saja. Tapi apa yang dilakukan Mayamin, warga Tasikmalaya, Jawa Barat ini barangkali bisa menjadi inspirasi.

Awal Mei 2019 lalu Mayamin Fam (62), nasabah Bank Sinar Mas Syariah memenangkan hadiah utama Toyota Calya dalam program Simas Community Jawa Barat. Mayamin yang berharap sekali dengan hadiah tersebut pun sangat bersyukur. Tapi alih-alih dipakai untuk keperluan sendiri, pemilik toko kosmetik di Tasikmalaya ini justru menyumbangkannya ke Tzu Chi Indonesia.

“Memang kalau belum punya akan dipakai sendiri. Karena di rumah sudah ada dan itu pun jarang dipakai. Kalau ke Bandung kami lebih senang naik kereta karena lebih praktis, tidak macet, dan tidak capek. Jadi lebih baik ini kami sumbangkan agar lebih bermanfaat,” kata Mayamin.

Wakil Ketua Tzu Chi Indonesia, Franky O. Widjaja sungguh terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Mayamin. Ia pun mengundang Mayamin beserta keluarga untuk makan siang bersama di kantor Franky O. Widjaja di Gedung Sinar Mas Land Plaza, di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, 5 Juli 2019.


Franky O. Widjaja,  Chairman Sinar Mas Agribusiness and Food sekaligus Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia memberikan kenang-kenangan kepada Mayamin Fam dan keluarga beberapa buku tentang visi dan misi Tzu Chi di Indonesia dan dunia.

“Saya diberi tahu dari Bank Sinar Mas bahwa yang dapat mobil mau menyumbang. Waduh cepat-cepat saya telepon Pak Hong Tjhin (CEO DAAI TV Indonesia), dan ajak Pak Mansjur Tandiono (Komisaris DAAI TV Indonesia). Bukan hanya menyumbangnya, tapi bagaimana bisa berpartisipasi terus di Tzu Chi. Karena pasti sudah bertekad kan,” kata Franky. 

Saat makan siang yang berlangsung hangat itu, kepada Mayamin dan istri Mayamin yakni Supiningsih dan anak mereka, Henry, Franky bercerita bahwa Tzu Chi telah melakukan beberapa kali kegiatan amal di Tasikmalaya. Di antaranya pada tahun 2007 Tzu Chi membangun Jembatan Simpay Asih yang memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat sekitar. Dengan jembatan ini, anak-anak yang sebelumnya harus menerabas derasnya aliran sungai kini dapat pergi ke sekolah dengan aman dan nyaman. Mereka tak lagi perlu bertaruh nyawa untuk ke sekolah.

Mansjur Tandiono, relawan Tzu Chi Indonesia menerima sumbangsih dari Mayamin dengan perasaan haru. “Kami tentu menerima ini, juga akan kami gunakan dengan baik untuk masyarakat pada umumnya,” ujarnya.

Awal Mula Mendengar Nama Tzu Chi
Mayamin dan keluarganya pertama kali mendengar nama Tzu Chi dari pemberitaan di televisi saat banjir besar melanda Jakarta tahun 2002. Di situ ditayangkan bagaimana relawan Tzu Chi dengan seragamnya yang khas secara intens menolong warga, termasuk bersama Pemda DKI Jakarta melakukan pembersihan Kali Angke dan merelokasi warga ke Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat. Sejak itu keluarga ini mulai mengikuti kabar tentang Tzu Chi, di antaranya melalui Facebook Tzu Chi Indonesia (https://www.facebook.com/tzuchiindonesia/).


Franky O. Widjaja menjelaskan bahwa berbuat kebajikan dan menolong orang tidak saja berupa materi, tetapi bisa dengan tenaga, pikiran, dan komitmen yang kuat.

“Itu kan masuk TV nasional soal relawan Tzu Chi yang bantu banjir. Mereka bantu di tempat bencana, baksos, padahal itu bos-bos perusahaan (besar) ya,” kata Supiningsih, istri Mayamin yang mengaku salut dengan para relawan Tzu Chi.

Karena itu sudah cukup lama juga keluarga Mayamin ingin suatu hari dapat berkunjung ke Kantor Tzu Chi Indonesia di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Apalagi tahun lalu, Henry, anak lelaki Mayamin juga turut berpartisipasi dalam baksos kesehatan mata (katarak) yang digelar Tzu Chi Bandung di Tasikmalaya.

“Saya dapat kabar dari Vihara di Tasikmalaya bahwa butuh anak muda untuk bantu baksos katarak yang akan digelar Tzu Chi. ‘Ayo ikutan biar kita tahu Tzu Chi itu apa’, kata mereka. Senang ikut baksos. Capek tapi bahagia bisa terlibat membantu orang. Melihat ternyata banyak orang yang susah, yang sakit. Kalau ada baksos lagi saya mau ikut lagi,” kata Henry.

Keinginan yang sudah lama untuk berkunjung ke Kantor Tzu Chi Indonesia pun terwujud. Usai santap siang dengan Franky O. Widjaja, Mayamin, Supiningsih, dan Henry diantar ke Kantor Tzu Chi Indonesia. Dalam kunjungan ini, ketiganya diperkenalkan tentang Tzu Chi secara mendalam. Yuli Simorangkir dari Sekretariat Tzu Chi Indonesia mendampingi mereka tur Aula Jing Si, melihat sejarah Tzu Chi dari mula hingga saat ini.  

Kekaguman Mayamin, Supiningsih, dan Henry tentang Tzu Chi salah satunya bahwa sudah begitu banyak karya-karya kemanusiaan yang telah dilakukan Tzu Chi selama ini di Indonesia.

“Luar biasa, ternyata kegiatannya banyak sekali. Ada yang pengobatan, bikin sekolah, bantuan untuk bencana alam, hingga training relawan. Bagus sekali,” kata Supiningsih.


Saat makan siang yang berlangsung hangat tersebut, Franky O. Widjaja mengajak Mayamin dan keluarganya dapat terus menggenggam jalinan jodoh baik dengan Tzu Chi. 

“Kalau di Tasikmalaya ada komunitasnya kami tertarik juga untuk bergabung,” tambah Henry. 

Setelah mengenal lebih dalam tentang Tzu Chi, keluarga ini makin bersyukur karena sumbangsih mereka melalui Tzu Chi berarti sudah tepat.

“Kami pikir mungkin mobil tersebut bisa dipakai antar-antar relawan saat baksos, walaupun kami tahu pasti yayasan juga sudah punya fasilitas. Tapi ya lebih baik kalau ini bisa dimanfaatkan,” kata Supiningsih.

Terkesan dengan Nasabahnya
Aldy Wicaksono, Kepala Bank Sinar Mas Syariah Regional Jawa Barat yang menemani Mayamin Fam dan keluarga ke Jakarta untuk makan siang bersama Franky O. Widjaja mengaku sangat respect dengan nasabahnya ini.

“Pertama saya kaget juga ya. Biasanya orang berebut biar dapat mobil. Tapi ini ada satu nasabah malah mengikhlaskan hadiahnya disumbangkan ke Tzu Chi. Makanya terharu juga saya. Baru kali ini ada nasabah yang seperti ini,” tutur Aldy.

Aldy menjelaskan, Program Simas Community Jawa Barat ini diikuti oleh 50 nasabah Bank Sinarmas Syariah. Nasabah membeli satu paket sebesar 500 juta rupiah dan mendapatkan satu poin undian yang doorprize utamanya adalah mobil.

“Dengan jumlah kuota yang sedikit berarti kesempatan menangnya lebih besar. Yang ini pesertanya dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Ini tergantung hoki, tak tergantung berapa lama ia menjadi nasabah. Karena kan diundi dengan bola undian,” jelasnya lagi. 

Pengumuman pemenang program Simas Community Jawa Barat ini sendiri dihelat di Bandung, 2 Mei 2019. Saat itu, Mayamin tak bisa hadir karena tengah dirawat di rumah sakit. Mayamin pun meminta Henry mewakilinya. Kembali ia berpesan kepada anaknya bahwa jika menang hadiah utama, mobil tersebut akan disumbangkan ke Tzu Chi.


Mayamin Fam, Supiningsih, dan Henry menyimak penjelasan tentang kiprah Tzu Chi di masyarakat.

“Saya sempat bercanda, ‘Pa kita kalah, cuma dapat hadiah elektronik.’ Kata papa ya sudah tidak apa-apa,” cerita Henry sambil tertawa. 

“Sebelumnya juga kami dapat undian dari produk kosmetik yang gathering-nya di Bali, dalam hati kalau dapat doorprize motor senilai 30 juta mau disumbangkan. Ternyata tidak dapat. Kalau ada kesempatan kedua, tetap akan disumbangkan,” sambung Mayamin.

Sebuah kejutan lagi bagi keluarga Mayamin, mereka baru tahu bahwa pemilik Bank Sinar Mas merupakan relawan Tzu Chi Indonesia.

“Kami sebenarnya belum tahu bos-nya Sinar Mas itu salah satu pengurus Tzu Chi. Baru tahu di acara ini. Ya sudah kan jadi lebih gampang untuk disumbangkan dan sudah tahu kontaknya ke mana,” kata Supiningsih.  

Franky O. Widjaja punya harapan agar Mayamin dan keluarganya dapat menjadi bibit-bibit relawan Tzu Chi di Tasikmalaya.

“Mudah-mudahan tidak berhenti di sini. Saya rasa ini jodoh yang baik. Terima kasih sekali lagi,” ujarnya.

Editor: Hadi Pranoto  

Artikel dibaca sebanyak : 1332 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Keteguhan hati dan keuletan bagaikan tetesan air yang menembus batu karang. Kesulitan dan rintangan sebesar apapun bisa ditembus.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat