Sabtu, 07 Desember 2019
Indonesia | English

Benih Awal yang Mulai Tumbuh

30 April 2015 Jurnalis : Tzu Ching Palembang
Fotografer : Miki Dana (Tzu Ching Jakarta)


“Melakukan segala hal harus dimulai dari sebuah tekad dari sebutir benih yang akan tumbuh menjadi pohon besar”

-Kata Perenungan Master Cheng Yen-

 

Minggu, 26 April 2015, sebanyak 9 relawan dilantik menjadi relawan Tzu Ching pada Tzu Ching kamp yang berlangsung pada tanggal 24-26 April 2015.

Delapan bulan silam, tepatnya tanggal 5-7 September 2014, sebanyak empat orang relawan abu putih dari Palembang datang ke Jakarta untuk ikut serta dalam Kamp Pengurus Tzu Ching Indonesia 2014. Mereka hanya berbekal semangat untuk dapat belajar mengenai apa itu Tzu Ching dan harapan untuk dapat menjadi bagian dalam Tzu Ching Indonesia.

Semangat dan harapan itu pun semakin bulat dan kuat saat mendapatkan inspirasi dan dukungan yang besar dari Tzu Ching seluruh Indonesia pada saat Kamp Pengurus Tzu Ching itu. Benih awal tersebut pun tak semata-mata berhenti untuk dikembangkan begitu saja. Benih awal tersebut kembali dibawa pulang ke Palembang untuk segera dipupuk dan disiram, sehingga dari sana tercetuslah kegiatan sosialisasi Tzu Ching untuk pertama kalinya di Palembang yaitu pada tanggal 2 Oktober 2014, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan Tzu Ching pada muda-mudi Palembang.

Pada bulan Oktober 2014, empat relawan Palembang ikut serta dalam Kamp Pengurus Tzu Ching di Jakarta untuk belajar mengenai apa itu Tzu Ching.

Dukungan Tiada Henti

Benih awal pun semakin berkembang dengan dukungan dari Shigu Shibo (relawan Tzu Chi) yang ada di Palembang. Mereka terus ingin melibatkan muda-mudi dalam setiap kegiatan Tzu Chi di Palembang karena mereka yakin dari sanalah benih Tzu Ching Palembang akan semakin berkembang. Merangkul dengan penuh welas asih, membuat semua muda-mudi pun merasakan suatu kehangatan yang berbeda dan membuat mereka menjadi lebih bersemangat untuk mengikuti setiap kegiatan-kegiatan Tzu Chi. 

Dukungan lain juga dirasakan sewaktu permohonan pengadaan Kamp dan Pelantikan Tzu Ching Palembang direspon positif oleh Tzu Chi Jakarta. Dari sana muda-mudi Palembang semakin bersemangat untuk terus mengajak setiap muda-mudi lainnya di Kota Palembang untuk ikut serta. Sangat terasa dukungan dari Xuezhang Xuejie (Kakak Pembina Tzu Ching) dari Jakarta karena mereka  terus memantau persiapan Tzu Ching Palembang menuju Kamp dan ada sepuluh orang Xuezhang Xuejie dari Jakarta datang untuk berbagi pengalaman di Tzu Ching Kamp yang pertama kalinya diadakan di Kota Palembang ini.

Kamp ini diisi dengan berbagai sharing dari Xuezhang Xuejie (Kakak Pembina Tzu Ching) dari Jakarta.

Akhirnya, benih yang sudah ditanam selama 8 bulan silam akhirnya bertumbuh. Tepatnya pada tanggal 24-26 April 2015, diadakannya Kamp Tzu Ching Palembang yang diikuti sebanyak 22 orang. Mengambil tema “Menyadari Berkah, Menghargai Berkah, dan Menciptakan Berkah Kembali”. Mengajak peserta untuk bersama-sama menyadari berkah atas dirinya sendiri, kemudian menghargainya serta dapat menciptakan berkah kembali dari berbagai sharing yang dibawakan oleh Xuezhang Xuejie dari Jakarta.

Salah satu sesi sharing pada hari kedua camp dibawakan oleh relawan komie yang sudah berkontribusi dan bersumbangsih di Tzu Chi selama hampir 14 tahun, Viny Kurniawan Xuejie. Dengan sepenuh hati, ia berbagi semangat dan pengalamannya menjadi relawan misi amal Tzu Chi. Ia bercerita mengenai kasus perdananya yang berjumlah 12 kasus sekaligus, mulai dari perjalannya ke Riau mengenai kasus gizi kurang, kasus Bapak yang jatuh dari reklame, dan sebagainya. Cerita yang ia bagikan semuanya berakhir dengan bahagia.

“Melalui sharing Viny Xuejie, terlihat bahwa ia benar-benar yong xin dalam menjalankan misi amal, tentu tidak semua relawan bisa melakukan atau menjalani misi amal itu. Tapi karena mendengar sharing dari Viny Xuejie, membuat kita paling tidak mau mencoba dan terjun langsung pada misi amal tersebut”, ungkap kekaguman Erwin Shixiong (20), Ketua Tzu Ching Palembang. Melalui sharing ini, iamenjelaskan dengan konkret prinsip misi amal, yaitu 10 persen, 30 persen, dan 60 persen. Sepuluh persen itu penyaluran bantuan, tiga puluh persen terkait bagaimana kita menginspirasi penerima bantuan, dan enam puluh persennya adalah apa yang didapatkan sebagai relawan. “Terlihat bahwa banyak nilai-nilai kehidupan baru yang bisa juga kita dapatkan saat kita berhasil mendapatkan  60 persen tersebut”, tambah Erwin Shixiong.


Melalui kamp, generasi muda ini diajak untuk “Menyadari Berkah, Menghargai Berkah, dan Menciptakan Berkah” melalui permainan.

Pada kamp ini juga diadakan pelantikan Tzu Ching Palembang angkatan pertama, yang terdiri dari 9 orang peserta Kamp. Dengan pelantikan ini, Tzu Ching di Indonesia pun bertambah, serta menjadi harapan baru bagi perkembangan Tzu Chi di Kota Palembang, karena kelak generasi muda inilah yang menjadi penerus dari perkembangan Tzu Chi di masa depan.

Berawal dari benih awal yang dibawa ke Palembang, sekarang telah menjadi pohon yang saat ini masih kecil dan akan terus berkembang di masa yang akan datang. Semoga dengan berkah ini, Tzu Ching dapat semakin memperpanjang barisannya dan terus berkembang khususnya di kota Palembang.

Artikel dibaca sebanyak : 1172 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Sikap mulia yang paling sulit ditemukan pada seseorang adalah kesediaan memikul semua tanggung jawab dengan kekuatan yang ada.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat