Jumat, 17 Agustus 2018
Indonesia | English

Berbagi Kasih di Panti Karya Kasih

13 Februari 2018 Jurnalis : Moses Silitonga (Tzu Chi Sinar Mas)
Fotografer : Moses Silitonga, Randy Putra (Tzu Chi Sinar Mas)

doc tzu chi indonesia

Relawan Tzu Chi Sinar Mas Xie Li Thamrin menyerahkan bingkisan cinta kasih kepada para Oma saat melakukan kunjungan kasih pada 10 Februari 2018.

Padatnya rutinitas sehari-hari, kadang membuat kita lupa bahwa hidup bukan hanya sekedar tentang diri kita sendiri. Kita kadang lupa bahwa ada orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan perhatian. Selain orang tua, orang-orang lanjut usia yang ada di sekitar kita juga selayaknya kita berikan perhatian.

Para relawan Tzu Chi Sinar Mas Xie Li Thamrin merupakan relawan yang berasal dari unit usaha Agribisnis Sinar Mas yang bekerja di kantor Head Office, Jakarta. Di tengah rutinitas yang padat dan kerinduan untuk berbagi cinta kasih kepada orang tua, menggerakkan hati sebanyak 73 relawan untuk melakukan kunjungan kasih di Panti Jompo Karya Kasih yang berlokasi di Kwitang, Jakarta Pusat.

Pada tanggal 10 Februari 2018, para relawan berkumpul dari jam 9 pagi hingga 12 siang untuk memberikan kebahagiaan dan keceriaan bagi 24 Oma yang menghuni panti tersebut. Ada banyak cerita dan kisah yang dibagikan para Oma kepada relawan yang mayoritas merupakan pekerja pada usia yang masih produktif. Walaupun suasana pada pagi itu penuh dengan keceriaan, tapi tak jarang terlihat air mata yang mengalir, baik di wajah para Oma maupun para relawan.

doc tzu chi indonesia

Ketua Xie Li Thamrin, Pedy Harianto memberikan kata sambutan di hadapan 24 oma yang menghuni Panti Jompo Karya Kasih.

doc tzu chi indonesia

Salah satu relawan Tzu Chi Sinar Mas mendoakan sang Oma usai berbincang-bincang dengannya.

“Oma Eng kita tanya mau cerita apa? nah Oma mau cerita tapi kayak berat gitu dan ngelihat air mata Oma jadi ikut sedih. Tadi juga Oma cerita kalau setiap pagi dia bangun, kakinya sering pegel,” ungkap Rahel, salah seorang relawan yang baru pertama kali mengunjungi panti jompo.

Panti jompo ini merupakan sebuah panti yang telah tertata dan terurus dengan baik, namun di tengah kehidupan para Oma di panti tetap ada yang kurang, yaitu kehangatan. Oma Damaris bercerita bahwa kehadiran para relawan membuat dia bahagia karena suasana menjadi ramai dan terhibur.

“Suami saya sudah meninggal belasan tahun dan saya tidak memiliki anak soalnya semenjak saya kelas 2 SMA rahim saya sudah dinyatakan bermasalah, jadi yang mengunjungi saya hanya keponakan-keponakan,” ungkap Oma Damaris yang kini berusia 72 tahun.

doc tzu chi indonesia

Salah satu relawan Tzu Chi Sinar Mas mendoakan sang Oma usai berbincang-bincang dengannya.

Selain berbincang dan bercanda dengan para Oma, relawan juga berbagi kasih layaknya seorang anak kepada orang tua sendiri, seperti memijat, memotong kuku, hingga mengajak Oma berdoa. Selain itu, para relawan juga berbagi bingkisan cinta kasih dan selimut.

Ketua Xie Li Thamrin, Pedy Harianto mengatakan walaupun kunjungan ke panti jompo kali ini adalah ke sebuah panti yang telah tertata dan teratur tetapi satu hal yang tidak bisa diganti adalah kegembiraan Oma akan perhatian yang diberikan para relawan.

Walaupun para Oma ini bukanlah orang tua yang melahirkan dan membesarkan para relawan, namun perhatian dan kebahagiaan sudah selayaknya dibagikan. Hal ini sejalan dengan perenungan Master Cheng Yen, “Ada dua hal yang tidak bisa ditunda dalam hidup yaitu berbakti kepada orang tua dan melakukan kebajikan.”

Editor: Yuliati

Artikel dibaca sebanyak : 565 kali


Berita Terkait


Setiap Berbagi Adalah Mengemban Misi Tzu Chi

02 Maret 2018

Menyambut Tahun Baru Imlek Bersama Opa Oma

12 Februari 2018

Kunjungan Kasih Untuk Opa dan Oma

05 Februari 2016

Saling Berbagi Kasih

26 Oktober 2015


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Memiliki sepasang tangan yang sehat, tetapi tidak mau berusaha, sama saja seperti orang yang tidak memiliki tangan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat