Jumat, 17 Agustus 2018
Indonesia | English

Berbakti pada Orang Tua Sejak Dini

15 Mei 2018 Jurnalis : Purwanto (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)
Fotografer : Beverly, Purwanto, Yogie.P (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)


Relawan Suriati yang terharu sambil memeluk ketiga anaknya dengan erat, salah satu purtinya mengecup pipinya sebagai tanda sayang.

Kita bisa lahir di dunia karena dilahirkan oleh seorang ibu. Tanpa adanya jasa seorang ibu, kita tidak akan bisa lahir di dunia. Perjuangan untuk melahirkan seorang anak tentunya membutuhkan perjuangan yang sangat berat. Orang tua mempunyai kewajiban yang harus dilaksanakan kepada anak-anaknya. Demikian pula, seorang anak juga mempunyai kewajiban yang harus dilaksanakan kepada orang tuanya. Kewajiban anak dan orang tua harus dilaksanakan dengan seimbang. Sebagai rasa bakti anak dan orang tua, maka pada Minggu ke dua pada bulan Mei, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun memperingati Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia.

Sebelum memasuki acara peringatan Hari Ibu Internasonal pada pukul 10.00 WIB, terlebih dahulu ditampilkan penampilan isyarat tangan dari kelas Xiao Tai Yang dengan judul Ciak Cai Xiong Kai Zan. Isyarat tangan ini ditampilkan untuk mengajak semua yang hadir untuk bervegetaris.


Siswa kelas budi pekerti sedang memperagakan isyarat tangan lagu Ciak Cai Xiong Kai Zan dengan kostum-kostum buah dan sayuran yang menggemaskan.

Setelah isyarat tangan selesai, dilanjutkan menyanyikan lagu Mama. Banyak ibu yang meneteskan air mata ketika lagu Mama disenandungkan oleh anak-anak yang sekaligus memberikan bunga untuk ibunya. Hal itu dirasakan oleh Li Juan (30), ibu dari Jeslyn (8) yang masih duduk di kelas 2 SD. “Saat dinyanyikan lagu Mama, saya teringat dengan orang tua, khususnya ibu saya yang sudah meninggal dunia,” ucap Li Juan. Beliau berdoa agar mamanya dapat terlahir di alam bahagia.  

Melalui peringatan Hari Ibu ini, Li Juan berharapan anaknya bisa menjadi anak yang berbakti dan tidak melawan kedua orang tua. Begitu juga dengan Jeslyn anaknya sangat menyayangi mamanya. Dan pada kesempatan ini, ia mengungkapkan rasa sayang, “Semoga mama tetap sehat dan bahagia selalu,” ungkap Jeslyn. Penanaman berbakti kepada orang tua harus dimulai sejak kecil agar nantinya sesudah besar menjadi anak yang berbudi pekerti baik.


Siswa kelas budi pekerti menyanyikan lagu yang berjudul Mama diperuntukkan untuk para ibu yang hadir.


Raut wajah Eni dan anaknya Jim Cariffin yang sedang berpelukan. Dapat dilihat bahwa mereka sangat bahagia.

Berbeda lagi dengan pengalaman yang dirasakan oleh Eni (47) yang datang bersama dengan anaknya, Jim Charifin (13). Ia mengetahui ada kegiatan Tzu Chi pada Minggu, 13 Mei 2018 dari temannya saat kebaktian.

Eni yang tinggal di Jalan Trikora mepunyai 3 anak, anak pertama dan kedua berada di Bandung untuk kuliah. Eni memang baru pertama kali mengikuti Hari Ibu ini. Walaupun begitu, ia merasakan banyak hal positif yang dirasakan. Khususnya pada saat mencuci kaki, memberikan secangkir teh, dan saling berpelukan. Selain hal berkesan pada perayaan Hari Ibu Internasional, Bu Eni juga merasa terharu saat dinyanyikan lagu Mama. Jim Charifin juga mengungkapkan banyak terima kasih kepada ibunya.


Seorang nenek dan kedua anaknya yang sedang tertawa bahagia sambil merangkul satu sama lainnya.

“Saya sayang mama, saya mengucapkan banyak terima kasih karena mama telah membesarkan, mendidik, dan merawat saya sampai sekarang ini,” tuturnya dengan wajah tersenyum. Eni merasa bengga karena selama ini Jim menjadi anak yang baik. “Melalui kegiatan Hari Ibu Internasional yang dilaksanakan di Tzu Chi, semoga anak saya menjadi lebih berbakti,” harapnya.

Dengan pelaksanaan kegiatan Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia diharapkan dapat meningkatkan keyakinan pada kebenaran dan rasa bakti kepada orang tua. Seperti kata perenungan Master Cheng Yen “Hendaknya kita menyadari, mensyukuri, dan membalas budi orang tua”.

Editor: Metta Wulandari

1.      Relawan Suriati yang terharu sambil memeluk ketiga anaknya dengan erat, salah satu purtinya mengecup pipinya sebagai tanda sayang.

Artikel dibaca sebanyak : 386 kali


Berita Terkait


Merayakan Waisak Bersama Akong dan Ama

25 Mei 2018

Menghimpun Kekuatan Niat Baik dan Berterima kasih pada Ibu

23 Mei 2018

Memaknai Kebaikan dari Peringatan Waisak

22 Mei 2018

Mengingat Budi Luhur Buddha, Orang Tua, dan Semua Makhluk

18 Mei 2018

Berdoa Dengan Penuh Ketulusan

17 Mei 2018


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Bila sewaktu menyumbangkan tenaga kita memperoleh kegembiraan, inilah yang disebut "rela memberi dengan sukacita".

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat