Rabu, 17 Oktober 2018
Indonesia | English

Bersumbangsih dan Melatih Diri

08 Januari 2018 Jurnalis : Yuliati
Fotografer : Yuliati, Erli Tan, Arimami Suryo A

doc tzu chi indonesia

Sejak tanggal 19 Desember 2017, setiap hari Senin-Jumat yang dimulai pukul 9 pagi hingga 4 sore relawan Tzu Chi bersatu hati mengerjakan pembuatan angpau berkah dan kebijaksanaan yang merupakan hadiah dari Master Cheng Yen dan semua shifu (biksuni) di Griya Jing Si untuk relawan dan donatur di seluruh dunia.

“Kita sudah dikasih berkah untuk menyusun angpau dan semoga yang nerima memperoleh berkah untuk mereka dan berbahagia,” ucap Wulina, PIC penyusunan angpau berkah dan kebijaksanaan Pemberkahan Akhir Tahun 2017.

Sejak tanggal 19 Desember 2017, setiap hari Senin-Jumat yang dimulai pukul 9 pagi hingga 4 sore relawan Tzu Chi bersatu hati mengerjakan pembuatan angpau berkah dan kebijaksanaan yang merupakan hadiah dari Master Cheng Yen dan semua shifu (biksuni) di Griya Jing Si untuk relawan dan donatur di seluruh dunia. Kurang lebih sembilan ribu angpau berkah dan kebijaksanaan yang dikerjakan para relawan pada tahun ini. Setiap harinya tidak kurang dari sepuluh relawan yang datang untuk menggarap ladang berkah ini.

“Kadang banyak kadang sedikit. Kalau sedang-sedang ya 20an relawan,” ucap Wulina.

Dalam menyusun angpau berkah dan kebijaksanaan Pemberkahan Akhir Tahun, relawan tidak hanya sekadar mengerjakan penyusunan ribuan angpau ini saja, relawan juga sepenuh hati, penuh konsentrasi dan rasa hormat mengerjakannya. Maka sebelum kegiatan penyusunan angpau, relawan bersama-sama melantunkan doa.

doc tzu chi indonesia

Wulina (kiri), PIC penyusunan angpau berkah dan kebijaksanaan Pemberkahan Akhir Tahun 2017 mengajarkan bagaimana cara membuat suvenir lampion kepada guru-guru Budaya Humanis Sekolah Tzu Chi Indonesia.

doc tzu chi indonesia

Selain menyusun ribuan angpau berkah dan kebijaksanaan dari Master Cheng Yen dan para biksuni di Griya Jing Si, relawan juga membuat lampion sebagai suvenir kegiatan Pemberkahan Akhir Tahun 2017 yang akan diadakan pada akhir Januari 2018 mendatang.

“Mesti berdoa dulu, biar dunia tenteram dan tenang hati kita. Supaya angpau yang diterima sudah kita berkati,” ungkap Wulina. Dengan memiliki hati yang tenang dalam pengerjaan, angpau yang dihasilkan pun sangat rapih.

“Mesti konsentrasi, sabar, cinta kasih, dan kemauan yang kuat. Kita mesti hati-hati juga bikinnya. Kalau sudah ada kemauan bisa sampai rapi,” ucapnya di ruang relawan Tzu Chi Center, PIK Jakarta Utara.

Menggenggam Kesempatan

Alex Salim, salah satu relawan Tzu Chi yang selalu membantu penyusunan Angpau Berkah dan Kebijaksanaan usai mengikuti Xun Fa Xiang setiap paginya merasa bahwa menyusun angpau merupakan pelatihan diri lebih untuk melatih kesabaran seseorang.

“Kalau orang yang enggak sabar kita enggak bisa melakukan ini. Kita selalu melatih kesabaran, dengan sabar kita baru bersyukur, kalau enggak sabar enggak bersyukur,” ujar Alex.

Tidak hanya penyusunan angpau berkah dan kebijaksanaan, relawan Tzu Chi juga melanjutkan pembuatan suvenir Pemberkahan Akhir Tahun yakni lampion. Lampion bertuliskan “Semoga selalu diberkahi keselamatan dan kesejahteraan” ini disusun satu persatu oleh tangan-tangan relawan.

doc tzu chi indonesia

Alex Salim (kiri) bersama istrinya selalu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk menggarap ladang berkah penyusunan angpao dan suvenir setiap hari usai mengikuti Xun Fa Xiang.

doc tzu chi indonesia

Puspawati (kanan) mengaku dengan turut bergabung dalam kegiatan penyusunan angpau dan suvenir lampion ini bisa melatih diri yakni melatih kesabaran dan kebijaksanaan.

“Setiap kita dikasih (susun) suvenir kita mesti teliti dan memberikan yang terbaik sehingga (yang diberi suvenir) merasa gembira,” ucap Wulina.

Dalam penyusunan angpau dan suvenir Pemberkahan Akhir Tahun ini, Wulina dan relawan Tzu Chi lainnya telah melatih diri. “Ini pelatihan diri untuk lebih sabar,” ucap Wulina.

Dengan adanya kegiatan penyusunan angpau berkah dan kebijaksanaan ini, Wulina berharap relawan Tzu Chi di Indonesia terus bertambah seperti butiran padi pada angpau yang dikerjakannya. Ia memaknai butiran padi ini sebagai benih-benih cinta kasih yang terus menyebar. “Benih itu tersebar dan tumbuh di mana-mana di seluruh Indonesia,” tukasnya.

 

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 491 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Jangan menganggap remeh diri sendiri, karena setiap orang memiliki potensi yang tidak terhingga.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat