Selasa, 19 Desember 2017
Indonesia | English

Buah Manis dari Kerja Keras dan Doa

16 November 2017 Jurnalis : Khusnul Khotimah
Fotografer : Khusnul Khotimah

Maria Paulina saat melayani pasien di Nurse Stasion RSCK Tzu Chi, Rabu, 15 November 2017. Bagi Paulina, ia masih harus banyak belajar termasuk bagaimana melayani pasien dengan penuh cinta kasih.

Ada pelangi sehabis hujan. Itulah gambaran kisah hidup Maria Paulina (22), salah satu penerima beasiswa karir Tzu Chi yang kini menjadi perawat di Rumah Sakit Cinta Kasih (RSCK) Tzu Chi Cengkareng. Pernah jatuh di titik terendah, Paulina yang asal Larantuka, Flores, Nusa Tenggara Timur ini lalu bangkit bekerja keras meraih mimpinya.

Tak terlihat rasa canggung di wajah Paulina saat melayani pasien anak-anak. Dengan lembut sekaligus sigap, Paulina menimbang berat badan, mengukur suhu tubuh, dan menanyakan keluhan anak-anak. Seketika, kepanikan di wajah orang tua pasien pun hilang.

“Salah satu yang membuat saya sangat senang di rumah sakit ini, semua orang melayani. Intinya kita tangani dulu pasien, uang masalah belakangan. Sangat cocok dengan hati saya,” ujar Paulina.

Dua bulan sudah Paulina yang lulusan Kebidanan dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Saint Carolus Jakarta ini bekerja di RSCK. Peraih predikat 'Cum Laude' dengan IPK 3,74 ini sangat bersyukur mendapatkan beasiswa Tzu Chi yang mengantarkannya di pekerjaannya saat ini. Beasiswa itu juga yang telah menyalakan harapannya yang sempat padam.

Saat ini Paulina masih menjalani masa orientasi sebelum penempatan kerja sesuai jurusannya di kebidanan.

Paulina kecil hidup berkecukupan, namun berubah drastis sepeninggal ayahnya saat masih duduk di kelas 5 SD. Sang ibu kesulitan membiayai kelima anaknya. Apalagi saat Paulina SMK, ibunya mengalami kecelakaan. Harapannya untuk bisa kuliah pun menjadi terasa mustahil.

“Sempat waktu itu saya tak ada niat sekolah lagi. Biar yang lain sekolah, biar saya yang rawat mama. Setelah itu saya pikir-pikir kalau saya tidak sekolah saya tidak akan bisa bantu mama. Tapi setelah itu karena saya sering dapat peringkat, saya dapat beasiswa waktu di SMK,” ujar anak ketiga dari lima bersaudara ini.

Kerja keras tak akan mengkhianati usaha. Suatu hari usai beribadah di gereja, pemuka agama menginformasikan tentang beasiswa Tzu Chi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Saint Carolus Jakarta.

“Saya tanya ke Romo, benar tidak ada Yayasan Buddha Tzu Chi yang mau membiayai, waktu itu katanya ada kerjasama dengan Saint Carolus, ‘iya benar’ kata Romo,” kenangnya. 

Paulina pun menyampaikan hal ini kepada ibunya. “Ya sudah kalau kamu mau kuliah, mama dukung, kamu coba, kata mama,” tutur Paulina.

Paulina lalu bergegas menyiapkan semua persyaratan, dan beberapa hari kemudian mengikuti tes yang digelar di Kabupaten Lembata, jarak yang cukup jauh dan menyeberang pulau. “Tuhan, semoga saya Lulus. Jadi waktu dengar saya lulus itu saya senang banget. Terima kasih Tuhan,” ujarnya.

Paulina mengaku sangat bersyukur dengan pekerjaannya sebagai perawat dan bekerja di RSCK.

Setelah lulus tes tertulis, ia pun menjalani tes kesehatan. Lulu Jong, relawan Tzu Chi dari Jakarta bahkan datang ke rumah para penerima beasiswa ini, termasuk menemui ibu dari Paulina agar makin yakin.

“Di situ orang tua percaya, mama berpesan untuk semangat belajar dan hati-hati,” kenangnya.

Pada Agustus 2014, Paulina dan sekitar 30 lebih penerima beasiswa lainnya berangkat ke Jakarta. Dengan gigih ia belajar hingga di semester awal pun meraih IPK 3.81 dan menempuh pendidikan D3 Kebidanan selama tiga tahun. Pada 5 September 2017 lalu ia wisuda dan dihadiri sang ibu.

“Terima kasih sekali Yayasan Buddha Tzu Chi, dengan hati terbuka sudah memberikan saya beasiswa. Kalau bukan Tzu Chi, saya bukan apa-apa. Terima kasih juga sudah menerima saya kerja di sini soalnya ada juga yang susah cari kerja, terima kasih pokoknya sampai tidak bisa diungkapkan,” kata Paulina sambil menyeka air matanya. 

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 777 kali


Berita Terkait




2 komentar


redaksi On Wednesday, 22 November 2017, 09:13:31 wrote:

Terima kasih Sdri. Monika Chamberlain atas support dan doanya.

Monika Chamberlain On Tuesday, 21 November 2017, 21:04:25 wrote:

Wooow...congratulations..lovely story.. Moga SUKSES kedepannya..God bless you...



Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code
Kita hendaknya bisa menyadari, menghargai, dan terus menanam berkah.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat