Minggu, 22 Juli 2018
Indonesia | English

Cinta Kasih untuk Korban Banjir di Desa Panggung Mulyo

12 April 2018 Jurnalis : Aprizal Jhony Sitorus (Tzu Chi Sinar Mas)
Fotografer : Aprizal Jhony Sitorus (Tzu Chi Sinar Mas)

Relawan Tzu Chi Sinar Mas di komunitas Xie Li Lampung memberikan bantuan beras dan mi instan bagi warga Desa Panggung Mulyo di Kecamatan Rawa Pitu Kabupaten Tulang Bawang yang hampir sebulan lamanya dilanda banjir.

Pada bulan Maret, beberapa wilayah di Provinsi Lampung memperoleh curah hujan yang cukup tinggi. Bahkan karena curah hujan yang tinggi tersebut, Desa Panggung Mulyo di Kecamatan Rawa Pitu Kabupaten Tulang Bawang tergenang banjir. Kondisi banjir ini memaksa mereka untuk mengungsi di sekitar pinggir jalan yang permukaannya lebih tinggi.

Relawan Tzu Chi Sinar Mas yang ada di Xie Li Lampung pun bergerak untuk memberikan bantuan. Pada hari ke-25 banjir menggenangi desa yaitu tanggal 31 Maret 2018, sebanyak 27 relawan bahu membahu menuju lokasi banjir. Meski tak jauh dari lokasi relawan Xie Li Lampung yang ada di perkebunan GALA, namun jalanan sekitar yang tergenang membuat jalur yang ditempuh jadi cukup sulit. Waktu tempuh pun bertambah akibat jalan yang sangat rusak dan berlumpur.


Dalam usaha untuk meringankan kesedihan warga ini, truk yang berisi bala bantuan sempat terperosok ke dalam lumpur. Relawan dan warga pun bahu membahu mendorong truk.

Niat tulus relawan yang ingin membantu sesama menjadi kekuatan untuk terus bergerak. Namun niat baik tidak selalu berjalan mulus. Jalan yang rusak dan berlumpur membuat mobil yang berisikan beras bantuan terperosok, padahal lokasi posko bantuan sudah sangat dekat. Melihat relawan terus berusaha namun gagal, warga di lokasi pun turut membantu dengan membawakan serpihan-serpihan kayu bekas untuk digunakan sebagai penyanggah tenda dan jembatan darurat. Usaha relawan bersama dengan warga tersebut tidak juga berhasil sehingga beras pun diturunkan dari mobil dan dibawa satu per satu oleh relawan dan juga warga menuju posko bantuan korban banjir.

”Medan yang begitu licin dan jalan yang sempit hampir membuat truk yang membawa bantuan masuk ke sungai. Dengan bantuan warga sekitar dan tekad para relawan, kami memindahkan satu per satu beras dari truk ke posko,” ungkap Donny salah seorang relawan yang turut menyalurkan bantuan.


Pemberian bantuan beras dan mi instan kepada salah seorang korban banjir.

Banjir yang sudah cukup lama menggenangi desa membuat relawan sangat prihatin melihat keadaan sekitar desa. ”Sedih melihat warga, mereka sudah hampir satu bulan kena banjir. InsyaAlah dengan bantuan kami, bisa meringankan kesusahan mereka ya,” tambahnya.

Dibantu oleh aparat desa, para relawan membagikan beras dan mi instan kepada 315 kepala keluarga yang berada di desa tersebut. Di saat pemberian bantuan, beberapa relawan juga turut mengunjungi rumah-rumah yang terkena banjir. Relawan mendapati masih ada warga yang memilih untuk tetap tinggal di dalam rumahnya walaupun air menggenangi rumah mereka.


Relawan mengunjungi rumah Reldi, salah seorang korban banjir yang tidak meninggalkan rumahnya.

”Kalau ikut mengungsi di atas, kasihan anak-anak kepanasan saat siang hari. Karena atapnya cuma terpal dan pendek, dan kalau malam di sana dingin. Dirumah kan masih bisa pakai tempat tidurnya. Jadi kami akan tetap di sini saja,” ungkap Reldi salah seorang warga yang rumahnya terkena banjir.

Reldi sendiri memiliki dua orang anak yang duduk di bangku Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Walaupun sedang mengalami banjir, mereka tetap bersekolah dan semangat mereka tidak surut untuk tetap pergi ke sekolah padahal sekolah mereka juga terkena banjir. Harapan warga Desa Panggung Mulyo merupakan harapan bersama para relawan, yaitu agar banjir dapat segera surut dan ke depannya dapat terbebas dari bencana banjir.

Editor: Khusnul Khotimah

“Jadikan kesulitan sebagai tambahan kekuatan, jangan dianggap sebagai hambatan dalam menghadapi masalah.”

-Master Cheng Yen-

Artikel dibaca sebanyak : 192 kali


Berita Terkait


Bantuan Pascabanjir Bangka: Duri Sawit di Kaki Jeki

15 Februari 2016

Bantuan Pascabanjir Bangka: Baksos Pertama di Sungai Selan

13 Februari 2016

Nasi Cinta Kasih untuk warga Duri Kosambi

23 Februari 2015

Banjir Jakarta: Bantuan Banjir Bagi Pademangan

12 Februari 2015

Pemberian bantuan banjir Manado: Persembahan yang Indah untuk Tzu Chi

22 Februari 2014


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Cara untuk mengarahkan orang lain bukanlah dengan memberi perintah, namun bimbinglah dengan memberi teladan melalui perbuatan nyata.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat