Minggu, 27 September 2020
Indonesia | English

Gan En Master Cheng Yen, Gan En Tzu Chi

07 Mei 2019 Jurnalis : Mettayani (Tzu Chi Pekanbaru)
Fotografer : Kho Ki Ho, Yanti (Tzu Chi Pekanbaru)


Sebanyak 79 relawan Tzu Chi Pekanbaru mengikuti kebaktian Bhaisyaguru, live dengan Griya Jingsi, Hualian, Taiwan.

Sungguh merupakan satu kesempatan yang baik di mana hari ulang tahun Master Cheng Yen & Hari Tzu Chi International ke-53 tahun ini jatuh pada hari Minggu. Ini memberikan kesempatan kepada lebih banyak relawan untuk bisa hadir. Minggu pagi tanggal 28 April 2019, sebelum pukul 07.00 pagi, relawan sudah berdatangan ke Kantor Tzu Chi Pekanbaru untuk mengikuti kebaktian Sutra Bhaisyaguru (Live kebaktian dengan Griya Jingsi, Hualien). Meskipun harus terjebak penutupan jalan karena ada kegiatan Car Free day, tidak menyurutkan niat relawan untuk hadir.

Kebaktian live baru dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dan sekitar 80-an relawan yang hadir mengikuti kebaktian dengan segenap kesungguhan hati dan tulus. Meski di tengah kebaktian terjadi listrik padam, suasana tetap khusyuk dan relawan tetap melafalkan sutra. Gangguan kecil yang terjadi tidaklah memecahkan fokus dan konsentrasi relawan yang hadir.


Ceramah secara live, Biksuni dari Griya Jingsi.


Mengawali acara Syukuran, Wismina memberikan sharing "Bagaimana kita Menghargai Jalinan jodoh".

Kebaktian selesai sekitar pukul 10.30 dan dilanjutkan dengan acara syukuran Ultah Master Cheng Yen, Tzu Chi Internasional ke-53 dan Tzu Chi Pekanbaru ke-12. Mengawali acara Syukuran, Wismina  memberikan sharing "Bagaimana kita menghargai jalinan jodoh". Dalam Sutra dikatakan Sulit terlahir sebagai manusia, Sulit untuk mendengarkan Ajaran Buddha dan Sulit untuk bertemu dengan Guru Agung.

Di Tzu Chi, relawan telah menemukan ketiganya dan apakah relawan akan bersungguh hati menggenggam erat jalinan jodoh ini? Jawabannya ada pada diri dan tekad masing-masing. Tzu Chi sesungguhnya yang terpenting adalah lahan pelatihan diri di samping untuk berbuat kebajikan. Di Tzu Chi kita berkesempatan untuk membersihkan Hati Cinta kasih hakiki yang terkadang tertutup oleh Noda batin.


Sharing relawan didampingi Mettayani (Mettayani-Lina Marlina- Linda).


Keharuan saat menyanyikan lagu janji bakti. 

Hati cinta kasih yang tertutup dengan noda batin diibaratkan seperti sebuah cermin yang buram. Dengan cermin buram semua kelihatan buram juga. Akan tetapi begitu cermin tersebut dibersihkan, semua akan terlihat dengan jelas. Begitu juga dengan hati. Kalau kita dapat kembali pada hati cinta kasih yang hakiki, kita akan dalam melihat jalan kebenaran dan dapat menapaki nya dengan langkah yang pasti.

Master Cheng Yen telah mengorbankan segenap jiwa dan raganya demi mengembangkan jiwa kebijaksanaan murid-muridnya. Master Cheng Yen pernah mengatakan,"Setiap hari saya juga bekerja keras. Tubuh saya seperti kendaraan tua yang sudah rusak, tetapi saya masih harus menggunakannya setiap hari. Saya harus memulihkan diri di malam hari. Pada malam hari, saya mulai memberikan semangat pada diri sendiri. Pada siang hari, saya menggunakan energi saya yang disimpan di malam hari karena saya tak rela berhenti begitu saja. Jadi, kita harus menggenggam setiap menit ataupun detik dan jangan menyia-nyiakannya. Jika kita berhenti, semangat kita akan ikut berhenti".


Sambutan dari Wakil Ketua Hu Ai Pekanbaru, Lutiana dan Lie Mei Kiau.


Lutiana dan Lie Mei Kiau memotong tumpeng dalam syukuran ultah Tzu Chi Pekanbaru ke-12.

Semoga kita semua dapat bertekad untuk menjadi murid Master Cheng Yen yang memahami keinginan Master, menjadi mata dan telinga Master dan giat mewujudkan harapan serta Misi Tzu Chi dengan berpedoman pada ajaran Jing si.

Kegiatan dilanjutkan dengan sharing relawan. Linda yang saat ini aktif di Misi Pendidikan Tzu Chi, merasa sangat beruntung dengan jalinan jodoh dengan Tzu Chi. Ia sudah bergabung dengan Tzu Chi sekitar 4 tahun.

“Ceramah Master dan Kata Perenungan senantiasa memberikan inspirasi dan motivasi untuk mengikis kebiasaan buruk seperti berkata dengan kata-kata yang tajam, marah-marah, dan lain lain,” ujarnya.

Seiring berjalan waktu kebiasaan ini mulai berkikis walau belum semuanya. Ia terus berusaha lebih semangat untuk memperbaiki tabiat dengan lebih banyak mendengarkan atau membaca Dharma Master.


Lie Mei Kiaw sangat bersyukur karena cukup banyak relawan yang hadir dalam acara Ultah Master Cheng Yen, Ultah Tzu Chi ke 53, serta Ultah Tzu Chi Pekanbaru ke 12.


Senyum bahagia para relawan Tzu Chi Pekanbaru.

Rina Marlina yang selama ini aktif di kegiatan amal, juga termotivasi di kala bergabung menjadi relawan. Dari sosok yang jarang keluar rumah dan kurang tahu jalan di Pekanbaru serta harus mengandalkan orang lain kalau mau kemana, terpacu untuk sedikit nekat dan memberanikan diri untuk mandiri. Kini Rina sudah berani bawa motor sendiri kala melakukan survey kasus.

“Mulai menginspirasi orang di rumah untuk mengumpulkan barang daur ulang dan mulai bervegetarian,” kata Rina.

Setelah kegiatan sharing, relawan bersama-sama memahami makna yang terkandung dalam lagu Sebersit Niat dengan harapan bahwa Relawan Tzu Chi Pekanbaru dapat tetap mempertahankan sebersit Niat  dan tidak goyah apapun yang terjadi.


Mengakhiri hari berbahagia, relawan pun berfoto bersama.

Selanjutnya relawan bersama-sama mempersembahkan Sutra Pertobatan Air Samadhi-Bab Rintangan Buah Karma. Relawan bersama-sama menyanyikan Bab Bertobat Satu Per Satu dan kemudian berikrar dengan tulus. Pada bagian berikrar dengan Tulus, relawan memperagakan isyarat tangan dan Miao Yin. Sejak awal Maret relawan juga mulai melakukan bedah lagu untuk lebih memahami ikrar yang ada, dan mulai belajar isyarat tangan dan Miao Yin.  Relawan kemudian bersama menyanyikan lagu "Selamanya  berada di Jalan Bodhisatwa" dan "Janji Bakti" dengan harapan semua relawan bisa lebih bersungguh hati dan membangkitkan tekad untuk menyelami Dharma dan mempraktikkan Dharma dalam menjalankan harapan Master Cheng Yen dan memperoleh berkah dan kebijaksanaan dan tetap terus turut serta memutar roda Dharma demi menyeberangkan semua makhluk ke Pantai kebahagian.


Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 906 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Tanamkan rasa syukur pada anak-anak sejak kecil, setelah dewasa ia akan tahu bersumbangsih bagi masyarakat.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat