Genggam Momen Saat Ini, Giat Bersumbangsih Selama Pandemi

Jurnalis : Leo Rianto (Tzu Chi Medan), Fotografer : Liani (Tzu Chi Medan)


Para peserta mengikuti aturan protokol kesehatan sebelum mengikuti pelatihan.

Minggu, 23 Agustus 2020, Tzu Chi Medan mengadakan pelatihan abu putih untuk kedua kalinya di tahun 2020 di Kantor Tzu Chi Medan. Karena masih dalam masa pandemi, segala kegiatan harus sesuai dengan protokol kesehatan. Pelatihan relawan abu putih kali ini dibuat dua sesi dengan tema "Gengam Momen Saat Ini dengan Giat Bersumbangsih Selama Pandemi" dan diikuti oleh 54 peserta.

“Tujuan pelatihan ini adalah untuk lebih mendekatkan peserta dengan nilai-nilai dan budaya Tzu Chi," kata Juliana, koordinator pelatihan. Peserta selalu disambut penuh semangat dengan topik-topik yang inspiratif supaya mereka bisa terus giat bersumbangsih walaupun selama pandemi, tentunya dengan tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan relawan yang utama.

 

Peserta pelatihan tertib memasuki ruangan.

Dari awal hingga akhir pelatihan diisi oleh relawan senior. Sebagai pembicara pertama, Su Pun Wui, Ketua Tzu Chi Medan memperkenalkan sistem kerja “4 in 1” Tzu Chi, dimana pada dasarnya saat bekerja sama semua relawan adalah satu, tiada perbedaan status atau jabatan. Yang ada hanya fungsi dan peran serta tanggung jawab yang berbeda. Semua relawan harus berani memikul tanggung jawab dan senang dalam bekerja sama. Beliau menegaskan, “Setiap relawan berasal dari komunitas dan harus kembali ke komunitasnya. Semua relawan adalah inti di dalam Tzu Chi.”

Sylvia Chuwardi menceritakan tentang bagaimana kisah awal terbentuknya Tzu Chi di Medan, ketika beliau bersama mamanya mengajak orang-orang di sekitar untuk menggalang dana lewat celengan bambu. “Kami terjun ke masyarakat bukan sekadar untuk menggalang dana, tetapi untuk menggalang hati,” kata Sylvia. Harapannya saat itu adalah akan semakin bertambah yang akan turut bersumbangsih. Demikian juga sewaktu awal terbentuknya Tzu Chi di Kota Hualien, Taiwan yang dimulai oleh 30 orang yang kebanyakan adalah para ibu rumah tangga yang kemudian terus berkembang hingga menyebar ke 50 negara. “Tetesan air membentuk sungai. Butiran beras memenuhi lumbung. Walaupun sebutir beras, jika dikumpulkan akan menjadi segenggam beras,” kata Sylvia.

 

Ketua Yayasan Tzu Chi Medan, Su Pun Wui menjelaskan sistem kerja 4 in 1.

Sebagai Pembina 4 In 1 Tzu Chi Medan, Desnita Su berpesan bahwa dalam menghadapi orang banyak, gunakanlah pengertian, lapang dada dan jangan perhitungan atau membandingkan.  Dalam menghadapi masalah, kita harus bisa membedakan yang benar dan yang salah. Walaupun kebenaran berada di pihak kita, kita tetap harus bersikap ramah serta memaafkan orang lain. Dalam menjalankan misi amal, Desnita Menambahkan, “Hanya dengan terharu atau tersentuh, barulah kita bisa berinisiatif menolong orang lain. Sebenarnya bukan orang lain yang ditolong, tetapi diri kita sendirilah yang ditolong.”

Zerry mengatakan, “Sebelum pandemi, kegiatan Tzu Chi sangat banyak, namun karena pandemi banyak kegiatan yang belum bisa dijalankan dan berhubung para relawan tidak bisa bersumbangsih keluar maka saatnya kita melatih dan membina diri.” Banyak kegiatan online yang bisa diikuti, seperti Xun Fa Xiang dan Ceramah Master Cheng Yen setiap harinya, bedah buku, Tzu Chi Talk, Jing Si Talk, maupun pelatihan relawan yang langsung diadakan Taiwan maupun Indonesia.

 

Pembina 4 In 1, Desnita Su memotivasi para peserta dengan pesan humanis

Relawan Komite Tzu Chi Nuraina dalam pelatihan kali ini menjelaskan apa yang bisa relawan lakukan di masa pandemi. “Di awal merebaknya wabah, relawan bergotong royong menjahit masker kain karena masker medis sulit didapat. Kemudian relawan juga membagikan Alat Pelindung diri ke rumah sakit, klinik dan Puskesmas serta membagikan sembako ke masyarakat,” kata Nuraina. Pandemi sudah berlangsung berbulan-bulan, kasus positif juga masih terus meningkat, hal ini membuat Master Cheng Yen sangat khawatir.

Master Cheng Yen selalu berpesan bahwa obat yang paling mujarab untuk meredam pandemi adalah ketulusan hati dari semua orang agar bisa hidup berdampingan dengan semua makhluk yaitu dengan bervegetarian. Master Cheng Yen juga berpesan untuk selalu menjaga pikiran yang selaras supaya terus bisa memupuk karma baik, menciptakan berkah bagi dunia sehingga pandemi bisa lekas berakhir. Untuk menjalankan imbauan Master Cheng Yen, Tzu Chi Medan mengajak masyarakat Kota Medan untuk vegetarian dengan mengadakan “Penjualan Paket Hemat Vegetarian selama 24 hari”.

 

Nuraina semangat menceritakan sumbangsih relawan dan pesan Master Cheng Yen.

Timmy Jawira yang selama pandemi selalu ikut membagikan APD ke rumah sakit, Puskesmas dan instansi pemerintahan lainnya mengatakan, "Sejak 23 Maret 2020 yang lalu, kita sudah mulai membagikan bantuan kepada masyarakat berupa masker medis, sepatu bot, kaca mata, baju coveral hazmat dan lainnya. Saya sendiri sudah keliling ke-32 rumah sakit dan Puskesmas, dan 42 kali membagikan bantuan beras. Kunjungan terakhir adalah ke Tanah Karo sehubungan dengan kembalinya erupsi gunung Sinabung.”

Di akhir pelatihan, Agnes Jauhari menyampaikan pesan cinta kasih, “Kita harus bersyukur bahwa kita semua dalam keadaan sehat di tengah pandemi yang sangat mengkhawatirkan ini. Di Tzu Chi, kita bukan hanya sekadar untuk berbuat kebajikan tetapi juga untuk melatih diri. Saya sangat terharu dengan para bodhisatwa yang telah bersumbangsih selama pandemi. Semuanya bisa terwujud berkat himpunan cinta kasih dari banyak pihak. Di Tzu Chi, kita harus bisa bahu membahu, mengasihi dan harmonis barulah bisa Bersatu hati.”

 

Timmy Jawira (kanan) bercerita pengalaman kegiatan amal selama pandemi.

Budi Dharmawan, salah satu peserta yang sudah menjadi relawan sejak 2013 dan pernah mengemban tanggung jawab sebagai pengurus misi amal mengatakan, “Materi yang disampaikan hari ini sangat bagus dan bisa menjadi tuntunan bagi relawan dalam beraktivitas di kegiatan sejalan dengan Visi Misi Tzu Chi.” Pada dasarnya, semua manusia memiliki sifat Bodhisatwa. Di Tzu Chi, para relawan mempunyai semua sarana pelatihan diri, mulai dari mendengar Dharma Master Cheng Yen hingga praktik lewat misi amal, misi kesehatan, pelestarian lingkungan, pendidikan, dan lainnya. “Di sini kita melakukan semuanya dengan mengedepankan hati dan menggunakan kebijaksanaan. Jadi kita benar-benar diuji dan berkesempatan untuk mengaplikasikan dharma yang kita pelajari,” kata Budi.

Editor: Hadi Pranoto


Artikel Terkait

Genggam Momen Saat Ini, Giat Bersumbangsih Selama Pandemi

Genggam Momen Saat Ini, Giat Bersumbangsih Selama Pandemi

08 September 2020

Untuk kedua kalinya, Tzu Chi Medan mengadakan pelatihan relawan abu putih di tahun 2020. Diadakan di Kantor Tzu Chi Medan, pelatihan diikuti oleh 54 peserta. Protokol kesehatan diterapkan secara ketat dalam pelatihan ini.

Beriman hendaknya disertai kebijaksanaan, jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain hingga membutakan mata hati.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -