Selasa, 19 Desember 2017
Indonesia | English

Kebajikan Besar Akumulasi dari Perbuatan Kecil

05 Desember 2017 Jurnalis : Siti (Tzu Chi Tj. Balai Karimun)
Fotografer : Beverly, Mie Li, Calvin, Wiyzhien, Vincent (Tzu Chi Tj. Balai Karimun)

doc tzu chi

Relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan kegiatan pembagian celengan bambu pada tanggal 1 Desember 2017. Di hari libur nasional ini para donatur juga menuangkan celengan bambu mereka yang sudah penuh terisi.

Pada tahun 1966, masyarakat Taiwan pada umumnya hidup dalam kondisi yang sangat kekurangan. Yayasan Buddha Tzu Chi didirikan oleh Master Cheng Yen bersama lima muridnya (biksuni) dan tiga puluh ibu rumah tangga. Demi mengumpulkan uang untuk membantu orang-orang miskin, para biksuni di Griya Jing Si membuat sepatu bayi yang masing-masing dijual seharga 4 dolar NT (sekitar 2 ribu rupiah). Dengan tambahan 24 dolar NT setiap hari, mereka mampu mengumpulkan lebih dari 720 dolar NT per bulan, sementara biaya pengobatan untuk pasien pertama yang dibantu sebesar 600 dolar NT.

Dengan keinginan untuk menyelamatkan lebih banyak kehidupan, Master Cheng Yen mengajak tiga puluh ibu rumah tangga untuk menabung 50 sen NT setiap hari dari uang belanja harian mereka. Uang ini disimpan sebagai dana cadangan. Lima puluh sen tampak kecil, namun prinsip di balik gerakan tersebut sangatlah penting. Master Cheng Yen menggunakan bambu yang tumbuh di halaman belakang Griya Jing Si dan memotongnya menjadi tiga puluh tabung untuk digunakan sebagai celengan bambu.

Meneladani apa yang sudah Master Cheng Yen ajarkan kepada 30 ibu rumah tangga di Taiwan, konsep celengan bambu masih terus dilakukan oleh insan Tzu Chi di seluruh dunia hingga sekarang, tak terkecuali relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun. Pada Jumat, 01 Desember 2017, relawan Tanjung Balai Karimun memanfaatkan hari libur nasional untuk mengalang berkah dengan melakukan kegiatan Pembagian Celengan Bambu tzu Chi di daerah Meral, Tanjung Balai Karimun.

doc tzu chi

Relawan Tzu Chi, Jurman menjelaskan tentang Yayasan Buddha Tzu Chi dan manfaat dari celengan bambu untuk membantu sesama kepada salah satu Polisi yang sedang bertugas di Polsek Meral.

doc tzu chi

Para Bodhisatwa Cilik (murid-murid Kelas Budi Pekerti) Tzu Chi Tanjung Balai dengan sepenuh hati melakukan pendataan dan pembagian Celengan Bambu Tzu Chi.

Tepat pada pukul 08.30 WIB, relawan sudah berkumpul di Kantor Tzu Chi Tanjung Balai Karimun untuk melakukan briefing agar kegiatan pembagian celengan ini bisa berjalan dengan lancar dan teratur. Kegiatan yang diikuti sebanyak 30 relawan ini dibagi menjadi 6 grup: 3 grup berangkat dari Polsek Meral menuju Ekaria, dan 3 grup lagi dari Pasar Lama menuju samping Ekaria.

Sebelum berangkat, Jurman Shixiong menjelaskan tentang sistem pembagian celengan kepada relawan. “Pertama kita harus memperkenalkan diri terlebih dahulu dan (menyampaikan) tujuan datang ke rumah atau toko hari ini. Jika ada yang menolak dan belum bersedia ikut, kita tetap harus tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Yang penting ingat harus oleskan 'krim' (senyuman) Tzu Chi,” ujar Jurman.

Setibanya di lokasi, masing-masing grup sudah mulai mendatangi rumah maupun toko warga untuk melakukan sosialisasi celengan bambu. Jurman juga menawarkan celengan bambu ke Polsek Meral. Di sana, relawan menjelaskan tentang Yayasan Buddha Tzu Chi kepada Polisi yang sedang bertugas. Dalam pembagian celengan ini ada beberapa pemilik rumah yang mengatakan bahwa mereka sudah memiliki celengan di rumahnya. Relawan pun mengucapkan terima kasih dan mengajak mereka untuk hadir dalam kegiatan Pemberkahan Akhir Tahun yang akan diselenggarakan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun pada tanggal 21 Januari 2018 di Hotel Aston mendatang.

doc tzu chi

Relawan Tzu Chi dengan hormat dan penuh rasa syukur membagikan celengan cinta kasih kepada salah satu warga yang bersedia untuk berpartisipasi.

doc tzu chi

Dokter Moko juga ingin berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial yang akan diadakan oleh Tzu Chi.

Dokter Moko, salah satu penerima celengan bambu menyambut hangat kegiatan ini. Relawan dengan sukacita berbincang bersama dr. Moko. Relawan juga memberitahukan akan ada penuangan celengan setiap empat bulan sekali.  “Jangan empat bulan datang sekali dong, kalau bisa setiap bulan datang. Sekarang kan tanggal 1 Desember, jadi tanggal 1 Januari datang ambil lagi,” kata dr. Moko bersemangat. 

doc tzu chi

Para relawan dengan penuh semangat melakukan kegiatan pembagian celengan bambu dengan menyusuri rumah dan toko warga sekitar di Pasar Lama, Tanjung Balai Karimun.

Dokter Moko juga menanyakan jika ada orang yang membutuhkan bantuan untuk pengobatan apakah Yayasan Buddha Tzu Chi bisa membantu? Salah satu relawan Tzu Chi menyarankan dokter Moko agar memberitahukan kepada warga yang memerlukan bantuan (pengobatan) untuk mengajukan ke Kantor Tzu Chi Tanjung Balai Karimun. “Bisa ajukan (permohonan bantuan) ke kantor (Tzu Chi), nanti akan dipelajari dan disurvei terlebih dahulu layak atau tidaknya menerima bantuan,” ucap salah satu relawan. Tidak hanya antusias menerima celengan bambu, dokter Moko juga bersedia untuk turut berpartisipasi dalam Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi nantinya.

Sekitar jam 11.00 siang, kegiatan pembagian celengan bambu di daerah Meral pun selesai dilakukan. Warga yang menerima celengan merasa senang, begitu juga dengan para relawan. Mereka telah meneladani apa yang Master Cheng Yen katakan bahwa cinta kasih tidak akan berkurang karena dibagikan, tetapi justru akan semakin berkembang karena diteruskan kepada orang lain."

Editor: Yuliati

Artikel dibaca sebanyak : 259 kali


Berita Terkait


Pengumpulan Koin Cinta Kasih

13 Juli 2017

Menggalang Cinta Kasih

08 April 2016

Menjadi Langkah Pertama

22 Januari 2016

Benih Cinta Kasih Bersemi di Kota Juang

30 November 2015

SMAT di Bank Panin, Medan

24 Juni 2015


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code
Keindahan kelompok bergantung pada pembinaan diri setiap individunya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat