Rabu, 18 Januari 2017

Khidmatnya Pemberkahan Akhir Tahun 2016 di Batam

12 Januari 2017 Jurnalis : Nopianto (Tzu Chi Batam)
Fotografer : Djaya Iskandar, Aciaw, Dewi Lestari, Steven Agustinus, Bobby (Tzu Chi Batam)

doc tzu chi

Para Relawan Tzu Chi Batam merasakan sukacita saat mengikuti penyelaman sutra dalam acara Pemberkahan Akhir Tahun yang digelar di Pacific Palace Hotel Batam, Minggu, 8 Januari 2017.

“… Insan Tzu Chi bersatu hati menggarap Ladang Berkah,

  Akar Kebijaksanaan tertanam dalam di Jalan Bodhisatwa Dunia.”

     -Ode Giat Mempraktekkan Sutra (Qin Xing Song)-

Menjelang penutupan tahun di kalender Imlek, insan Tzu Chi di seluruh dunia akan bergiliran menyelenggarakan acara pemberkahan akhir tahun. Di mana para relawan Tzu Chi akan mewakili Master Cheng Yen untuk menyampaikan rasa bersyukur dan terima kasih kepada masyarakat setempat atas dukungan yang diberikan sepanjang tahun.  Pada minggu pertama Januari ini (08/01), relawan Tzu Chi Batam kembali menyelenggarakan acara pemberkahan akhir tahun di Pacific Palace Hotel Batam. Total peserta yang ikut serta dalam acara persamuhan Dharma ini mencapai 1.065 orang. Setelah bersama-sama menyaksikan Kilas Balik Tzu Chi Indonesia tahun 2016, acara pun resmi dimulai.

Menyebarkan Dharma melalui Genderang dan Lonceng

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, selain menyelami sutra dengan penampilan isyarat tangan, relawan Tzu Chi Batam juga menyelami sutra melalui genderang dan lonceng Jing Si. Genderang dan lonceng merupakan alat religi yang sering kita temui di kuil dan vihara. Kedua alat ini mengandung makna mengingatkan praktisi ajaran untuk selalu melatih diri  dan tidak lalai. Oleh karena itu, pada tahun ke-50 Tzu Chi, relawan mulai menyelami sutra dengan genderang dan lonceng. Ini merupakan lambang dari semangat dan keuletan relawan Tzu Chi dalam mempraktekkan Jalan Bodhisatwa Dunia.

Pada acara kali ini, 36 orang relawan Tzu Chi Batam membawakan sebuah penampilan pembuka genderang dan lonceng yang diiringi dengan Ode Giat Mempraktekkan Sutra. Lirik dari Ode ini berisikan intisari dari Ajaran Jing Si dan Mazhab Tzu Chi serta harapan Master Cheng Yen untuk para muridnya agar senantiasa menghimpun berkah dan melatih kebijaksanaan secara bersamaan. 

doc tzu chi

Sebagai pembuka acara Pemberkahan Akhir Tahun, sebanyak 36 Relawan Tzu Chi Batam mementaskan Genderang dan Lonceng diiringi Ode Giat Mempraktikkan Dharma.


Para peserta melakukan doa bersama, semoga dunia terbebas dari bencana.

Lalu, acara dilanjutkan dengan isyarat tangan Penyelaman Sutra Makna Tanpa Batas Bab Pembabaran Dharma. Mulai dari murid kelas budi pekerti hingga relawan Komite, 112 orang relawan memperagakan setiap gerakan dengan penuh hikmah dan sungguh-sungguh. Salah seorang relawan baru, Denny Cicilyanti (34) merasakan sukacita setelah mengikuti  penyelaman sutra untuk pertama kalinya. “Saya merasa senang karena bisa belajar Dharma dan membabarkan Dharma, apalagi ini lagunya Sutra Makna Tanpa Batas,” ujarnya.

Selain Denny, penyelaman sutra juga memiliki makna tersendiri bagi Peggy (27). Menurutnya, berpartisipasi dalam kegiatan ini lebih berarti dan tidak boros waktu dibanding berkunjung ke mal-mal di pusat kota. “Penyelaman sutra merupakan sebuah bentuk beramal, dan dari sini juga saya bisa belajar dharma dan melatih diri,” tutur relawan yang sudah ikut penyelaman sutra Tzu Chi sebanyak tiga kali.

Acara kemudian diteruskan dengan menonton Doa Tahun Baru Master Cheng Yen. Tema pemberkahan akhir tahun kali ini ialah “Memupuk Berkah dan Membina Kebijaksanaan”. Master berpesan kepada para insan Tzu Chi agar senantiasa sabar dan konsisten dalam memupuk berkah. Bagaikan butiran beras yang terhimpun dari masa ke masa dapat menciptakan sebuah cinta kasih yang memiliki manfaat besar. Beliau pun juga berharap para insan Tzu Chi giat mendalami Dharma, karena di situlah kita bisa mendapatkan kebijaksanaan yang mampu mengubah kehidupan kita.

Setelah berdoa bersama, acara memasuki sesi pembagian Angpao Fu Hui (Berkah dan Kebijaksanaan). Angpao ini merupakan hasil dari royalti penerbitan dan penjualan buku-buku karya Master Cheng Yen dan dibagikan kepada para peserta acara pemberkahan akhir tahun sebagai ucapan terima kasih.


Para peserta juga membawa Celengan Bambu yang sudah terisi penuh untuk didanakan.

Seriulina (43) merupakan salah seorang donatur tetap Tzu Chi Batam. Setelah mengikuti acara kali ini, ia juga mendapatkan beberapa nilai kehidupan yang bermanfaat bagi dirinya, salah satunya ialah rasa bersyukur. “Saya merasa tersentuh, jadi kepribadian kita harus lebih rendah hati. Terus merasa kita ini walau masih hidup berkecukupan namun orang lain lebih susah lagi. Jadi, saya termotivasi dan ingin melakukan sesuatu buat orang lain meskipun saya sendiri bercukupan,” ujarnya.

Wujud Terima Kasih yang bisa diwariskan

Sebelum melakukan doa bersama, digelar sesi pembagian Angpao Fu Hui (Berkah dan Kebijaksanaan). Angpao ini merupakan hasil dari royalti penerbitan dan penjualan buku-buku karya Master Cheng Yen dan dibagikan kepada para peserta acara pemberkahan akhir tahun. Master berharap setiap hadirin yang mendapatkan angpao ini bisa merasakan ucapan terima kasih yang tulus dari beliau serta bisa diwariskan dari masa ke masa. Sebagai penutup dari acara pemberkahan akhir tahun kali ini, sebanyak 72 orang relawan mementaskan lagu penutup yang diadaptasi dari 12 Ikrar Agung dari Raja Penyembuh Agung Buddha Bhaisajya Guru. 

 

Artikel dibaca sebanyak : 526 kali


Berita Terkait


Pemberkahan Akhir Tahun 2016: Harapan Menyambut Masa Depan

17 Januari 2017

Pemberkahan Akhir Tahun 2016: Semangat Pantang Menyerah

13 Januari 2017

Pemberkahan Akhir Tahun di Tzu Chi Tanjung Balai Karimun

12 Januari 2017

Pemberkahan Akhir Tahun 2015: Teratai Yang Menghiasi Insan Tzu Chi

26 Februari 2016

Pemberkahan Akhir Tahun 2015: Bersungguh Hati

01 Februari 2016


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code
Sikap jujur dan berterus terang tidak bisa dijadikan alasan untuk dapat berbicara dan berperilaku seenaknya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat