Senin, 22 Juli 2019
Indonesia | English

Lingkungan Kita, Tanggung Jawab Bersama

12 Februari 2019 Jurnalis : Metta Wulandari
Fotografer : Metta Wulandari


Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Pusat memberikan sosialisasi pelestarian lingkungan kepada para kader PKK di Kelurahan Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat 8 Februari 2019.

Siapa bilang ibu rumah tangga tidak bisa melakukan apa-apa? Justru ibu rumah tangga itu serba bisa. Dari ibu rumah tangga juga-lah kehidupan bermula. Mulai dari memasak, mengurus keluarga, hingga membersihkan rumah dan lingkungan. Tak hanya lingkungan keluarga, lingkungan sekitaran rumah pastinya juga mereka pedulikan.

Jangan pandang ibu rumah tangga sebelah mata. Para ibu rumah tangga itu nyatanya tidak hanya berdiam di rumah. Banyak dari mereka yang juga proaktif sebagai kader di organisasi PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) di masing-masing RT dan ikut dalam berbagai kegiatan di dalamnya. Seperti para ibu rumah tangga di Kelurahan Tamansari, Jakarta Barat.

Ada 74 ibu-ibu kader PKK dari 8 RW di Kelurahan Taman Sari yang berkumpul di Kantor Lurah, Jl. Mangga Besar IV. Mereka tidak sedang rapat, namun tengah mendengarkan relawan Tzu Chi He Qi Pusat bercerita mengenai pelestarian lingkungan. Antusias para ibu ini bisa dibilang sangat tinggi walaupun kondisi ruangan lumayan pengap karena pendingin ruangan yang rusak.

“Panas ya udaranya buk. Ini bukan cuma karena AC-nya rusak lho, coba lihat ke luar jendela. Panasnya memang sangat terik, tapi sebentar lagi bisa saja hujan lebat,” kata Noni Thio, relawan yang menceritakan tentang kondisi iklim ekstrem di berbagai belahan bumi.


Dalam kesempatan itu relawan mengenalkan tentang pemilahan sampah dan juga ecoenzim yang ramah lingkungan.


Lurah Taman Sari, A Khambali Kholid menyambut baik sosialisasi pelestarian lingkungan yang diberikan oleh relawan Tzu Chi.

Iklim yang bisa berganti sesukanya secara mendadak ini ditengarai karena global warming yang terjadi karena beberapa sebab. “Salah satunya adalah perlakukan manusia yang kurang bersahabat dengan lingkungan,” ungkap Noni Thio. Relawan He Qi Pusat itu menjelaskan bahwa perlakuan satu orang dalam membuang sampah sembarangan, bahkan bisa menambah beban bumi. “Kalau ada 7 miliar orang yang menganggap bahwa, ‘Ah cuma saya kok yang buang sampah di sini’, apa jadinya?” tanyanya pada ibu-ibu yang hadir.

Relawan yang hadir menambahkan bahwa, dibutuhkan kesadaran berlingkungan dalam diri masing-masing orang. Bahkan semboyan membuang sampah pada tempatnya, kini bukan lagi hanya hafalan murid SD saja tapi harus dipraktikkan. Akan lebih bagus lagi apabila masyarakat sudah mempunyai paten untuk memilah sampahnya sendiri dan bisa ikut melakukan aksi daur ulang. “Apalagi ibu-ibu yang juga bisa mengajarkan kepada keluarganya dan sekitarnya tentang aksi pelestarian lingkungan ini,” kata relawan.

Lurah Taman Sari, A Khambali Kholid menyambut baik sosialisasi pelestarian lingkungan yang diberikan oleh relawan Tzu Chi. Ia mengaku tertarik dengan konsep daur ulang maupun 5R (Rethink, Reduce, Reuse, Repair, Recycle). “Kita ketahui bersama bahwa sampah sudah menjadi permasalahan yang cukup berat bagi Pemprov DKI. Dengan ada relawan yang peduli dan sangat sejalan dengan program kami, kami sangat welcome. Terima kasih,” katanya.


Ada 74 ibu-ibu kader PKK dari 8 RW di Kelurahan Taman Sari yang berkumpul di Kantor Lurah dan menyambut antusias tentang program pelestarian lingkungan yang diperkenalkan Tzu Chi.


Hj. Ayu Zaenab, Koordinator RW 08 memberi dukungan kepada relawan tentang aksi pelestarian lingkungan yang akan dilakukan di lingkungannya.

Sosialisasi pelestarian lingkungan yang dilakukan Jumat, 8 Februari 2019 itu nantinya akan dilanjutkan dengan pembagian brosur atau aksi perkenalan di masing-masing RT. Relawan akan hadir door to door ke rumah warga. Lalu pada Minggu, 17 Februari 2019, mereka berencana melakukan pemilahan sampah pertama kali di halaman Kantor Kelurahan Taman Sari.

“Sekarang ini kita kalau lihat Master Cheng Yen selalu berceramah tentang iklim yang sangat ekstrem. Bumi sudah tua, global warming, dan sampah. Di Indonesia, di DKI khususnya, pemerintah juga terus mengupayakan pembersihan sampah. Jadi kami ingin mengajak warga di pemukiman yang cukup padat ini – ada ruko, kantor, rumah, restoran – yang mana kami pikir produksi sampahnya yang banyak sekali untuk bersama melakukan pelestarian lingkungan,” Kata Fong Tjie Tju, koordinator kegiatan.


Tan Hong Tan (kiri) menyambut baik kegiatan pelestarian lingkungan yang akan diselenggarakan oleh relawan karena dirinya sudah terbiasa melakukan pemilahan sampah di rumahnya sendiri.

“(Kegiatan ini) cocok sekali diterapkan di masyarakat, namun juga diperlukan kesadaran dari masyarakat untuk mempunyai tujuan yang sama yaitu menjaga lingkungan. Apalagi menjaga lingkungan kan sama saja dengan menjaga kesehatan kita semua, alangkah baiknya kalau kita semua ikut serta,” kata Hj. Ayu Zaenab, Koordinator RW 08 memberi dukungan kepada relawan.

“Saya merasa program ini sangat bagus dan saya sangat mendukung supaya masyarakat menjadi tahu betul bagaimana memperlakukan sampah,” ucap Tan Hong Tan antusias. “Sebetulnya saya juga sudah melakukan pemilahan botol plastik, beling, sedotan, semua saya pilah dan kumpul. Setelah itu saya berikan ke pemulung, kadang juga diambil relawan Tzu Chi,” tambahnya.

Sambutan baik yang diberikan oleh lurah dan warga juga menambah semangat para relawan He Qi Pusat. Mereka pun optimis ke depannya bisa saja membuka sebuah depo pelestarian lingkungan di wilayah ini.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 353 kali


Berita Terkait


Sampah Bukan Warisan

10 Juli 2019

Sosialisasi Pelestarian Lingkungan Perdana Di Cikarang

31 Oktober 2018

Sosialisasi Pelestarian Lingkungan di Sekolah Mutiara Bangsa II

11 April 2017

Melindungi Bumi dengan Pelestarian Lingkungan

22 Februari 2017

Bersama Menghargai Bumi

12 Mei 2015


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Benih yang kita tebar sendiri, hasilnya pasti akan kita tuai sendiri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat