Selasa, 24 Oktober 2017
Indonesia | English

Mandiri dan Berprestasi untuk Keluarga

09 Oktober 2017 Jurnalis : Rosalina Rita (He Qi Pusat)
Fotografer : Rosalina Rita (He Qi Pusat)

doc tzu chi

Bersama relawan Tzu Chi, Rivaldo belajar tentang budaya humanis dan berbakti kepada orang tua.

Hartati adalah ibu dari Rivaldo dan Jeremy, suaminya saat ini menderita stroke dan tidak bisa menafkahi keluarga. Salah satu anaknya, Rivaldo pun menjadi anak asuh yang dibantu oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sejak Agustus 2016. Awalnya, Hartati ingin mengajukan bantuan biaya pendidikan untuk Jeremy (anak keduanya). Pihak sekolah pun meminta Hartati untuk mengajukan KIP (Kartu Indonesia Pintar) agar dapat dibantu oleh pemerintah. Hartati kemudian mengajukan KIP ke kantor kelurahan, akan tetapi ia menemui kendala. Karena tidak membuahkan hasil, Hartati kembali ke sekolah anaknya, Jeremy. Di sekolah ini, ia pun bertemu dengan salah satu orang tua siswa yang pernah di bantu oleh Tzu Chi.

Lalu orang tua siswa tersebut mengajurkan kepada Hartati untuk menghubungi kantor Tzu Chi yang ada di PGC (Pusat Grosir Cililitan). Ia pun pergi ke PGC dan mendatangi kantor Tzu Chi di lantai 7. Setelah diberikan pengarahan, Hartati diminta untuk melengkapi dokumen untuk mengajukan bantuan yaitu dengan membawa Kartu Keluarga, Rapor dan KTP. Setelah melengkapi dokumen, beberapa hari kemudian Hartati kembali bertemu dengan relawan Tzu Chi. Seperti niat awalnya, Hartati mengajukan bantuan untuk Jeremy. Tetapi relawan Tzu Chi menyarankan bahwa lebih baik membantu Rivaldo (anak pertama Hartati) yang akan masuk ke SMK karena adiknya baru kelas 6 SD. Setelah berdiskusi, pengajuan bantuan biaya pendidikan yang diajukan Hartati disampaikan ke kantor pusat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia oleh relawan Tzu Chi di PGC. Hartati pun diminta untuk menunggu kabar selanjutnya.

Beberapa hari kemudian, Hartati menerima telepon dari Tzu Chi yang mengatakan ingin melakukan survei. Kegiatan survei ke rumah Hartati dilakukan oleh Dena, relawan Tzu Chi yang kebetulan sama-sama tinggal di daerah Bekasi. Setelah survei, hasilnya pun dilaporkan kantor pusat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Jalinan jodoh Hartati dengan Tzu Chi pun berlanjut, beberapa hari kemudian ia mendapat telepon dari Tzu Chi bahwa Rivaldo mendapatkan bantuan biaya pendidikan. Pada saat pengajuan bantuan tersebut, Rivaldo sendiri baru masuk SMK Budhi Luhur jurusan TKJ (teknologi Komputer dan Jaringan) di wilayah Tambun, Bekasi. Bantuan biaya pendidikan untuk Rivaldo pun mulai diterima untuk pembayaran uang sekolah sejak Agustus 2016. 

Hartati bersama Rivaldo sesaat setelah anaknya tersebut memberikan teh dalam gathering anak asuh Tzu Chi komunitas He Qi Pusat. 

Setiap bulan sekali, ada pertemuan anak asuh Tzu Chi di kantor Tzu Chi, ITC Mangga Dua. Rivaldo pun diwajibkan untuk datang. Sejak bergabung sebagai penerima bantuan dari Tzu Chi melalui program anak asuh, Rivaldo mulai berubah dari yang belum bisa mengontrol emosinya lambat laun menjadi lebih dewasa. Sebelum menjadi anak asuh, Rivaldo lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bermain. Tetapi sekarang Rivaldo selalu berpikir, bagaimana caranya meringankan beban orang tua. Walaupun masih sekolah, Rivaldo sudah tidak meminta uang saku dari orang tuanya. Dari membantu menjaga dan berbelanja kebutuhan warung milik pamannya, Rivaldo mendapatkan uang jajan sehari-hari.

Rivaldo mulai tumbuh menjadi anak yang lebih bertanggung jawab. Dia bisa memilih teman mana yang baik dan teman mana yang berdampak negatif. “Kita boleh berteman dengan siapa saja tetapi kita tidak boleh mencontoh kejelekan dari sifat teman yang kita temui,” ungkap Rivaldo. Ia pun bisa memberi nasihat adiknya yang baru kelas satu SMP untuk tidak mencontoh hal-hal yang buruk.

Kehidupan keluarga Rivaldo juga melalui berbagai cobaan hidup. Ayahnya pun menderita sakit stroke. Sebelum sakit stroke, ayahnya bekerja sebagai staff marketing di salah satu perusahaan di daerah Cileungsi. Sejak sakit, ayahnya juga sering marah-marah bahkan terkadang memukul anaknya. Itulah yang menyebabkan Rivaldo marah dan kesal dengan ayahnya. Sejak Rivaldo bergabung menjadi anak asuh Tzu Chi, ia sering mendengarkan ceramah Master Cheng Yen. Positifnya, Rivaldo pun berubah menjadi lebih mengasihi ayahnya. “Ayah harus sabar, karena semua cobaan hidup ini pasti akan ada jalan keluarnya. Jangan putus asa, harus banyak berdoa, dan harus punya pengharapan,” kata Rivaldo menceritakan pengalaman bersama ayahnya. Hal ini juga ia katakan kepada ibunya, Hartati untuk memberikan semangat.

Saat ini, Hartati mengantikan posisi suaminya sebagai tulang punggung keluarga. Pada awalnya ia berjualan nasi uduk, akan tetapi karena harus bangun pagi, berjualan dan mengurusin anak serta suami menyebabkan kondisi fisik Hartati pun melemah. Akhirnya Hartati berjualan rujak buah karena bisa memulainya siang hari. Sementara pagi hari, Hartati bisa mengurus suami dan anak-anaknya.

Jika lelah dengan semua kegiatannya, Hartati pun terkadang marah marah. Tetapi Rivaldo selalu memberikan Hartati semangat dan motivasinya untuk tetap berpegang teguh pada pengharapan. Karena tidak selamanya kehidupan mereka akan seperti sekarang ini. 

Kebersamaan Rivaldo bersama anak-anak asuh Tzu Chi lainnya.

Karena sekarang Rivaldo sudah kelas dua SMK, maka di sekolahnya diadakan PKL (Praktek Kerja Lapangan) ke perusahaan-perusahaan yang ditunjuk oleh sekolah. Rivaldo pun mendapatkan upah dari kegiatan PKL ini. Uang hasil praktek kerjanya ini juga ia diberikan kepada Hartati. Sekarang ini Rivaldo lebih peduli terhadap keluarganya dan Hartati juga selalu berpesan kepada Rivaldo untuk menjaga nama baik Keluarga dan bersyukur karena mendapakan bantuan dari Tzu Chi. “Orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya, terutama dari segi pendidikan. Tapi karena kondisi yang tidak memungkinkan maka meminta bantuan kepada pihak lain. Saya sangat bersyukur berjodoh dengan Tzu Chi,” ungkap Hartati.

Pada saat kenaikan ke kelas dua, Rivaldo mendapatkan peringkat pertama di kelas. Wali kelas dan teman teman Rivaldo di sekolah mengatakan bahwa Rivaldo sekarang itu baik dan membantu teman-temannya tanpa pamrih. Rivaldo paling senang jika bersama Tim Teratai. Kerap kali ia menceritakan pengalamannya bersama Tim Teratai kepada Hartati setelah berkegiatan. Seperti pada saat Rivaldo pertama kali datang ke Tzu Chi Center di PIK.

Ia pun kagum dengan apa yang ada di kantor pusat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Hartati juga berkata kepada Rivaldo bahwa tidak semua donator Tzu Chi adalah orang yang mampu tetapi yang penting orang itu punya niat untuk membantu orang lain. “Membantu itu tidak hanya menggunakan materi saja tetapi juga bisa membantu dengan tenaga, pemikiran, waktu, dan lain sebagainya,” ucap Hartati.

Dari situlah Rivaldo melihat kebaikan yang diberikan oleh Tzu Chi. “Intinya, kita menolong itu tidak hanya dengan materi,” jelas Rivaldo. Menurutnya relawan Tzu Chi itu sangat baik, tulus dan mengajarkan kebaikan. Rivaldo juga mendapatkan buku kisah-kisah orang sukses dan menginspirasi dari Tzu Chi. Hartati pun menyarankan agar Rivaldo membaca dengan sungguh-sungguh buku tersebut. “Orang sukses itu tidak semuanya berasal dari keluarga mampu, tetapi juga banyak dari keluarga kurang mampu. Yang penting harus ada kemampuan dan kerja keras,” kata Hartati kepada Rivaldo.

Sekarang setiap Rivaldo membaca buku tersebut, dia bisa bercerita kepada Ibu nya tentang isi dari buku tersebut. Rivaldo pun menunjukkan bahwa dia bisa berprestasi, selain itu sifat dan tingkah lakunya berubah menjadi lebih baik. Hartati pun bangga dengan perubahan Rivaldo. “Suatu kebanggaan karena Rivaldo bisa rangking satu di sekolah. Jadi Rivaldo tidak menyia-nyiakan bantuan yang diberikan Tzu Chi kepadanya,” jelas Hartati.

Editor : Arimami Suryo A.

Artikel dibaca sebanyak : 289 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code
Jika selalu mempunyai keinginan untuk belajar, maka setiap waktu dan tempat adalah kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat