Selasa, 19 Desember 2017
Indonesia | English

Mari Menjaga Kesehatan Bersama-sama

29 November 2017 Jurnalis : Fitriani Mantang (Tzu Chi Makassar)
Fotografer : Robin Johan (Tzu Chi Makassar)

doc tzu chi


Dr. Eka melayani pasien dalam Bakti Sosial Kesehatan Degeneratif yang dilaksanakan di Aula Mesjid Darul Hijrah Kelurahan Lette, Makassar, Minggu, 26 November 2017.
Seiring bertambahnya usia, seseorang akan semakin mudah terjangkit suatu penyakit. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah serangan penyakit degeneratif pada mereka yang berusia lanjut, seperti diabetes, darah tinggi, kolesterol, dan lain sebagainya. Mewaspadai hal itu, Tzu Chi Makassar melakukan Bakti Sosial Kesehatan Degeneratif dan donor darah di Aula Mesjid Darul Hijrah Kelurahan Lette, Makassar, Minggu, 26 November 2017.

Bakti sosial (baksos) kesehatan itu dihadiri oleh 11 dokter, 4 apoteker, 6 petugas PMI, dan 39 relawan Tzu Chi Makassar. Ada pula drg. Linda Vernianti dan dr. Mozes dari Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia yang turut menyempatkan hadir untuk memberikan arahan tentang penyelenggaraan baksos.

Pada hari pelaksanaan baksos, relawan sudah bersiap sejak pukul 06.00 WITA. Mereka juga harus mengeluarkan tenaga lebih untuk mengangkut semua perlengkapan yang diperlukan untuk baksos karena lokasi baksos ada di tengah pemukiman warga.

doc tzu chi

Warga sekitar merasa antusias mengikuti baksos degeneratif. Pada kesempatan itu, ada sebanyak 198 pasien yang mengikuti baksos.

doc tzu chi

Dokter Mozes memberikan penyuluhan kepada para pasien sebelum berobat.

Tepat pukul 08.00 WITA pendaftaran mulai dibuka dan langsung dipadati oleh warga. Mereka datang dengan senyuman dan disambut dengan senyuman pula oleh relawan Tzu Chi. Tia, warga yang mendaftar merasa senang mendapat sambutan yang hangat seperti itu. Ia mengaku senang ketika ikut dalam kegiatan-kegiatan Tzu Chi. “Saya merasa nyaman dan tidak bosan menunggu antrean. Apalagi Tzu Chi mengerti apa yang kami butuhkan. Kami butuh periksa kesehatan, mereka datang menghampiri ke lingkungan kami. Terima kasih,” kata Tia.

Bukan hanya pasien, dokter yang terlibat di dalamnya pun merasa senang dan bersyukur. “Saya senang bisa melayani warga melalui baksos ini,” ucap dr. Ferdi, dokter yang ikut dalam baksos. “Kegiatan ini merupakan kegiatan sosial, tentu dampaknya sangat besar bagi masyarakat yang kurang mampu. Meskipun saat ini sudah ada BPJS (jaminan kesehatan dari pemerintah) dan Kartu Indonesia Sehat, baksos seperti ini masih sangat dibutuhkan agar masyarakat tetap ingat menjaga kesehatan,” lanjutnya.

doc tzu chi

Setelah kegiatan baksos selesai drg. Linda memberikan pengarahan dan suntikan semangat kepada relawan untuk baksos selanjutnya.

Tidak jauh berbeda dengan baksos degeneratif yang dilakukan di berbagai kota lainnya, baksos degenatif ini juga menyertakan penyuluhan kesehatan di dalamnya. “Tujuannya agar masyarakat lebih memperhatikan kondisi lingkungan dan pola makan agar penyakit yang diderita tidak semakin parah atau bahkan terhindar dari penyakit-penyakit di usia senja,” jelas dr. Mozes.

Baksos yang selesai pukul 14.00 WITA tersebut melayani 198 pasien dengan berbagai keluhan. Ke depannya, Tzu Chi Makassar akan kembali mengadakan baksos degeneratif di beberapa lokasi lainnya untuk melayani dan menjangkau lebih banyak warga.

Seiring bertambahnya usia, seseorang akan semakin mudah terjangkit suatu penyakit. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah serangan penyakit degeneratif pada mereka yang berusia lanjut, seperti diabetes, darah tinggi, kolesterol, dan lain sebagainya. Mewaspadai hal itu, Tzu Chi Makassar melakukan Bakti Sosial Kesehatan Degeneratif dan donor darah di Aula Mesjid Darul Hijrah Kelurahan Lette, Makassar, Minggu, 26 November 2017.

Bakti sosial (baksos) kesehatan itu dihadiri oleh 11 dokter, 4 apoteker, 6 petugas PMI, dan 39 relawan Tzu Chi Makassar. Ada pula drg. Linda Vernianti dan dr. Mosez dari Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia yang turut menyempatkan hadir untuk memberikan arahan tentang penyelenggaraan baksos.

Pada hari pelaksanaan baksos, relawan sudah bersiap sejak pukul 06.00 WITA. Mereka juga harus mengeluarkan tenaga lebih untuk mengangkut semua perlengkapan yang diperlukan untuk baksos karena lokasi baksos ada di tengah pemukiman warga.

Artikel dibaca sebanyak : 177 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code
Orang yang selalu bersumbangsih akan senantiasa diliputi sukacita. Orang yang selalu bersyukur akan senantiasa dilimpahi berkah.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat