Minggu, 16 Juni 2019
Indonesia | English

Memperkuat Misi Kesehatan Tzu Chi

10 April 2019 Jurnalis : Nuraina Ponidjan (Tzu Chi Medan)
Fotografer : Amir Tan, Hasan Tiopan (Tzu Chi Medan)


Peserta Pelatihan dan Pelantikan Pengurus TIMA Medan periode 2019 – 2020 yang terdiri dari para tenaga medis berbaris memasuki ruangan pelatihan di Kantor Tzu Chi Medan, Grand Jati Junction, Medan.

Setelah mengadakan sosialisasi TIMA (Tzu Chi International Medical Association) pada 17 Maret 2019, tak lama kemudian 7 April 2019 Tzu Chi Medan mengadakan Pelatihan dan Pelantikan Pengurus TIMA Medan periode 2019 – 2020. Kegiatan yang dilakukan di Kantor Tzu Chi Medan, Grand Jati Junction P1 Jl. Perintis Kemerdekaan Medan ini diikuti 48 orang tenaga medis yang siap bergabung di TIMA Medan.

Walaupun acara dimulai pada 08.30, namun banyak peserta sudah datang sejak pukul 07.30 WIB. Bukan hanya materi yang berbau medis, namun materi tentang Budaya Humanis Tzu Chi juga dibawakan. Kali ini, Tony Honkley berkesempatan membawakan materi tersebut. Ia berharap setiap tenaga medis yang bergabung ke TIMA bisa memahami dan menjalankan misi kesehatan Tzu Chi dengan prinsip budaya humanis Tzu Chi, yaitu Gan En (bersyukur), Zhun Zhong (menghormati), dan Ai (cinta kasih). Terlebih ketika memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


Sharing dari dr. Hengky Ardono tentang Jodoh Baikku dengan Tzu Chi. Sharing ini memberikan inspirasi bagi para peserta.

Senada dengan budaya humanis Tzu Chi, di mana di dalam budaya humanis Tzu Chi terdapat tata krama Tzu Chi, Merry Sudilan menyampaikan materi Tata Krama. Ia memaparkannya secara teori dan kemudian mengajak beberapa peserta untuk praktik langsung bagaimana tata krama saat makan, penghormatan, dan juga ketika membuat mudra.

Bersumbangsih Tanpa Pamrih

Pelatihan TIMA kali ini dihadiri 2 anggota TIMA Indonesia, yaitu dr. Hengky Ardono, Wakil Ketua Harian TIMA Indonesia dan Weni Yunita bagian administrasi pasien Baksos TIMA Indonesia. Dalam sharingnya mengenai Jodoh Baikku Dengan Tzu Chi, dr. Hengky banyak menceritakan bagaimana cara pandangannya sebelum mengenal Tzu Chi.

Sebelum mengenal Tzu Chi, dr. Hengky paling lama terlibat dalam sebuah organisasi hanya sebatas 4 atau 5 tahun. Atau biasanya hanya sampai satu periode kepengurusan saja. Namun di Tzu Chi, ia bisa bertahan mengurus TIMA Indonesia sampai saat ini. Sudah 17 tahun, terhitung sejak TIMA Indonesia terbentuk pada 10 November 2002 hingga 2019. Sementara ia sudah sejak tahun 2000 bergabung menjadi relawan Tzu Chi.

Dokter Hengky tidak memungkiri bahwa prinsip Gan En, Zhun Zhong, dan Ai membuatnya bisa terus berbagi kepada orang lain. Melihat pelatihan dan pelantikan TIMA Medan, dr. Hengky berharap mereka bisa berkontribusi dan dan bergandengan tangan dengan relawan di dalam menggarap ladang berkah yang ada.


Mujianto, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Medan melantik dr. Juskitar, Sp.KJ sebagai ketua TIMA periode 2019-2020.

“Hari ini sangat luar biasa, para peserta sangat antusias sekali terutama keinginan mereka untuk mengetahui tentang Tzu Chi dan TIMA secara lebih jelas. Di tambah lagi pengurus TIMA Medan yang dilantik juga cukup banyak. Semoga bisa berkontribusi dengan nyata,” kata dr. Hengky.

Selain dr. Hengky, ada Weni Yunita yang juga berbagi pengalamannya di TIMA. Bahwasannya tim medis harus beriringan dengan relawan komunitas karena setiap kegiatan TIMA, tetap ada pendampingan dari relawan jadi di dalam menjalankan misi kesehatan ini harus berpegang pada prisip kerja team work, merendahkan ego, dan bersumbangsih tanpa melihat gelar. “Semuanya sama, baik relawan, dokter, maupun tim medis lainnya,” katanya.

Weni pun sangat bahagia sekali melihat begitu banyak tenaga medis yang mengikuti pelatihan TIMA. Menurutnya ini merupakan sebuah awal yang bagus, apalagi TIMA Medan bibitnya sudah ada. “Jadi tinggal membina tim medis dan pastinya harus ada kerja sama antara tim medis dengan relawan untuk membina bibit-bibit baru ini. Saya berharap semoga barisan TIMA Medan akan semakin Panjang,” ungkapnya.

Menjalin Jodoh

Dokter Willey Eliot, M.Kes, salah seorang peserta pelatihan merasa bahagia sekali bisa bergabung di TIMA Medan. Hal itu karena ia sudah mempunyai keinginan bergabung di TIMA selama 13 tahun, namun selama ini hanya mencari tahu bagaiman bisa bergabung di TIMA Medan.


Pesan cinta kasih oleh Mujianto, Ketua Tzu Chi Medan. Ia berharap semua tim medis yang ikut pelatihan TIMA akan memperpanjang barisan TIMA.

Dokter Willey adalah anak dari seorang relawan Komite Jakarta bernama Bao Bing, di mana dari sang mama yang aktif di misi Pendidikan, ia mengenal Tzu Chi di tahun 2004. Saat itu ia ikut dalam kegiatan Baksos Tzu Chi di Jakarta namun belum bergabung sebagai anggota TIMA.

Pindah ke Medan, dr. Willey kerap mendapat pertanyaan, ‘Kamu sudah bergabung di TIMA Medan, belum?’ dari sang mama. Tapi jalinan jodoh baru bisa ia jalin saat ini. Itulah mengapa ia menjadi sangat senang. Ia pun bertekad akan mengikuti kegiatan TIMA kapan saja dan apapun tugas yang diberikan, dr. Willey siap bersumbangsih.

“Perasaan saya sangat senang dan terharu sekali, karena keinginan untuk bergabung di TIMA Medan sudah begitu lama,” tutur dr. Willey.

Memperpanjang Barisan Cinta Kasih

Acara demi acara berlangsung dan sampailah ke acara puncak yaitu pelantikan pengurus TIMA Medan periode 2019-2020. Mujianto, Ketua Tzu Chi Medan melantik dan menyerahkan surat tugas kepada dr. Juskitar, Sp.KJ., Ketua TIMA Medan. Mujianto juga memperkenalkan satu persatu dari 28 orang pengurus TIMA.


Dokter Willey Eliot, M.Kes (tengah) merasa senang karena akhirnya bisa masuk di antara barisan panjang TIMA Indonesia.

Sebagai Ketua TIMA Medan sekaligus koordinator pelatihan dan pelantikan pengurus TIMA, dr. Juskitar, Sp.KJ merasa terharu. “Acara pelatihan dan pelantikkan pengurus TIMA Medan berjalan lancar dengan jumlah peserta yang cukup banyak dan setelah mengikuti pemahaman tentang Tzu Chi dan TIMA, para peserta siap untuk mengikuti pelatihan TIMA berikutnya dan siap dilantik menjadi anggota TIMA dan memperkuat barisan TIMA Medan yang sudah ada,” tutur dr. Juskitar.

Kebahagiaan juga tercermin di wajah Mujianto. Ia hadir sejak pukul 7.30 WIB dan ikut acara pelatihan dari pagi hingga selesai. Ia mengatakan, “Saya sangat bahagia melihat begitu banyak tim medis yang bersedia bergabung di TIMA Medan karena apa yang relawan kerjakan dalam sebuah kegiatan bisa juga dikerjakan oleh tim medis. Tetapi bidang-bidang tertentu yang hanya bisa dilakukan tim Medis, tidak bisa dilakukan oleh relawan, jadi kita butuh banyak tim medis untuk mendukung TIMA Medan.”

Mujianto berharap semua tim medis yang ikut pelatihan TIMA akan memperpanjang barisan TIMA. “Semoga kedepannya baik relawan maupun TIMA bisa bersumbangsih dengan Gan En, Zhun Zhong dan Ai dengan mengutip kata perenungan Master Cheng Yen Manfaatkan waktu dan hargai ruang yang tersedia dengan sebaik-baiknya, di antara sesama harus bisa saling berterima kasih, menghormati dan mengasihi,” ungkapnya.


Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 509 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Saat membantu orang lain, yang paling banyak memperoleh keuntungan abadi adalah diri kita sendiri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat