Senin, 18 November 2019
Indonesia | English

Mempersatukan Hati dalam Membantu Sesama

09 Juli 2019 Jurnalis : Galvan (Tzu Chi Bandung)
Fotografer : Galvan (Tzu Chi Bandung)


Erti Rostikasari, relawan Tzu Chi membuka acara Halal Bihalal dan sosialisasi Tzu Chi. Kegiatan ini diikuti 50 peserta terdiri dari para relawan serta tamu undangan.

Yayasan Buddha Tzu Chi Bandung menggelar acara Halal Bihalal bersama para relawan dan warga  Kec. Dunguscariang serta Kel. Jamika. Kegiatan yang diikuti 50 peserta ini dilakukan di lantai 2, Jing Si Tzu Chi Bandung pada28 Juni 2019.

Seperti yang telah diketahui, kegiatan Halal Bihalal merupakan ajang silaturahmi dan saling memaafkan setelah melewati Hari Raya Idul Fitri, dan makna ini tidak terbatas hanya pada saat Idul Fitri saja. Walaupun Halal Bihalal merupakan risalah Islam, namun kegiatan silaturahmi ini dapat dijalankan oleh siapa saja tanpa adanya perbedaan.

Sementara tujuan Tzu Chi mengadakan acara ini adalah agar seluruh relawan Tzu Chi serta warga sekitar dapat saling bertemu, memaafkan, dan mengenal satu sama lainnya. Dengan begitu, kekompakan para relawan dalam menjalankan misi Tzu Chi akan semakin baik dan meluas untuk menyebarkan visi misi Tzu Chi kepada khlayak banyak.

Djonni Andhella, Ketua Tzu Chi Bandung mengatakan bahwa indahnya silaturahmi akan berdampak pada hubungan harmonis antar relawan. Dengan kata lain, solidaritas yang diciptakan oleh relawan akan terus berkembang ke arah yang lebih baik lagi.


Djonni Andhella, Ketua Tzu Chi Bandung memberikan kata sambutan pada acara Halal Bihalal dan Sosialisasi Tzu Chi.


Yodi M. Sastrakusumah (63) salah satu peserta menanggapi acara yang diadakan oleh Tzu Chi merupakan kegiatan yang sangat positif karena dapat mempersatukan seluruh insan dalam ajang silaturahmi tanpa mengenal adanya perbedaan.

“Tentunya kita mengadakan Halal Bihalal ini untuk menyampaikan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir batin. Selain itu kita pun mempertemukan relawan Kecamatan Dunguscariang dan Kelurahan Jamika di acara ini agar mereka saling mengenal dan akrab,” kata Djonni.

Djonni menambahkan, sehubungan dengan keberadaan Yayasan Buddha Tzu Chi di lingkungan Kec. Dunguscariang serta pernah melakukan baksos degeneratif dan baksos bagi sembako, maka diadakanlah kegiatan Halal Bihalal. Di samping itu, alasan lainnya agar menjaga silaturahmi yang baik antar Tzu Chi dengan warga penerima bantuan dan masyarakat sekitar.

Pada acara Halal Bihalal pun turut diadakan sosialisasi mengenai visi misi dan budaya humanis Tzu Chi dengan membina relawan baru dan mendalami visi misi Tzu Chi dalam melaksanakan kegiatan kemanusian. Selain itu, acara ini menjadi ajang untuk mengajak para relawan baru bergabung di dunia Tzu Chi. Di samping menjalankan misi kemanusian, sebagai relawan dapat belajar berkepribadian menjadi jiwa penolong dan rendah hati dalam pelatihan budaya humanis Tzu Chi.

Djonni menanggapi kegiatan sosialisasi tersebut, bahwa setiap tahunnya peserta sosialisasi selalu bertambah, ini merupakan hal yang positif karena dengan bertambahnya pengetahuan mengenai saling membantu antar sesama maka tingkat solidaritas akan semakin peka. “Ke depannya agar sering diadakan sosialisasi Tzu Chi dan degenaratif, relawan Tzu Chi Bandung bertambah untuk bisa membantu menyebarkan cinta kasih Tzu Chi,” lengkapnya.


Para relawan dan tamu undangan mendapatkan suvenir setelah mengikuti kegiatan sosialisasi, yang diserahkan langsung oleh relawan Tzu Chi.


Diakhir acara, para peserta dan relawan bersama-sama memperagakan lagu isyarat tangan dengan judul Satu Keluarga.

Acara sosialisasi ini tidak hanya memberikan suatu materi program ajakan, namun beragam acara turut mewarnai kegiatan tersebut di antaranya penayangan video, sharing dari relawan Tzu Chi, tanya jawab sekitar misi kemanusian sehingga intisari dari misi kemanusian Tzu Chi dapat dipahami oleh para peserta.  

Hal tersebut dirasakan oleh salah satu peserta, Yodi M. Sastrakusumah (63). Menurutnya kegiatan ini sangat baik untuk diikuti. Pasalnya banyak yang bisa dipetik dan dipraktikkan dari misi-misi sosial yang telah dijalankan, selain itu kedisiplinan serta cara bagaimana hidup sederhana dan berdampingan satu sama lainnya tanpa membedakan ras, agama dan golongan yang terangkum pada budaya humanis Tzu Chi bisa menjadi pedoman kehidupan sehari-hari. “Nah di sini salah satu program kemanusiaan memanusiakan kembali kepada fitrahnya bahwa manusia itu punya niat yang tulus. Satu hal yang mungkin selama ini tertutup, kita harus sentuh, kita kembangkan,” katanya.

Diharapkan, setelah menghadiri kegiatan silaturahmi ini serta mendapatkan pengetahuan mengenai visi misi Tzu Chi para peserta tergugah hatinya untuk menjadi bagian dari dunia Tzu Chi. Disertai dengan ketulusan hati dalam membantu sesama.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 234 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Keindahan kelompok bergantung pada pembinaan diri setiap individunya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat