Rabu, 12 Desember 2018
Indonesia | English

Menciptakan Lingkungan Pendidikan yang Prima

10 Agustus 2018 Jurnalis : Arimami Suryo A
Fotografer : Arimami Suryo A

Tsai Ping Kun, Ketua Misi Pendidikan Tzu Chi Taiwan memberikan seminar tentang Kekuatan Dari Pendidikan kepada 62 peserta yang hadir dalam acara Jing Si Talk

Antusias peserta Jing Si Talk mulai terlihat saat para peserta mendaftarkan diri untuk mengikuti seminar dengan tema Kekuatan Dari Pendidikan yang diisi oleh Tsai Ping Kun, Ketua Misi Pendidikan Tzu Chi Taiwan. Kegiatan yang berlangsung Rabu, 8 Agustus 2018 di Galeri DAAI lt.1, Aula Jing Si, Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara ini menjadi salah satu agenda dalam lawatan relawan Tzu Chi Taiwan ke Tzu Chi Indonesia.

Jing Si Talk sendiri merupakan salah satu program dari Jing Si Book and Café Indonesia dan diadakan pada momen-momen tertentu. Dan kali ini, Jing Si Talk berjodoh dengan Ketua Misi Pendidikan Tzu Chi Taiwan yang ingin berbagi pengalaman dengan insan Tzu Chi di Indonesia.

Para peserta mendaftar acara Jing Si Talk sekaligus membeli buku karya Tsai Ping Kun yang berjudul The Power of Education.

Sharing yang berlangsung selama 2 jam ini membahas tentang Kekuatan Dari Pendidikan. Dalam kesempatan ini, Tsai Ping Kun memaparkan tentang 3 poin yang menjadi fokus utama untuk mendidik anak, yaitu Cinta Kasih, Prinsip Keteguhan, dan Memberi kesempatan agar anak-anak dapat mengembangkan potensi sehingga bakat terpendam bebas disalurkan.

“Kesempatan itu sangat penting dalam pendidikan,” ungkap Tsai Ping Kun kepada 62 peserta yang mengikuti sharing-nya. Hal ini ia utarakan karena mendidik anak membutuhkan pendampingan jangka panjang. “Gunakan cinta kasih untuk menyalakan pelita hati anak-anak,” jelas Tsai Ping Kun saat menjelaskan bagaimana cara menciptakan lingkungan pendidikan yang prima.

Peserta Jing Si Talk yang bertanya kepada Tsai Ping Kun juga mendapatkan buku karyanya yang telah ditandatangani. 

Suasana seminar semakin hidup dengan adanya sesi tanya jawab dari para peserta. Beberapa peserta mencoba mengutarakan pertanyaan setelah menyimak materi seminar. Bakan hanya mndapatkan jawaban dari Tsai Ping Kun, tetapi para peserta yang bertanya juga mendapatkan buku dengan judul The Power of Education karya Tsai Ping Kun.

Mengubah Cara Pendampingan

Bagi Grace, seminar yang diikutinya ini sangatlah bermanfaat. Pasalnya ia sendiri sudah memberikan edukasi akhlak serta pendampingan jangka panjang kepada kedua anaknya sejak anak-anak. Dalam keseharian mendampingi anak-anaknya, ia pun sering membawa anak-anak saya ke museum atau kebun binatang untuk menambah edukasi.

Keinginan Grace untuk mendapatkan wawasan tentang pendampingan anak mendorongnya untuk melontarkan beberapa pertanyaan dalam acara Jing Si Talk.

“Seminar ini bagus sekali, very good. Karena masalah edukasi terhadap anak-anak memang banyak terpengaruh dari luar negeri,” jelas Grace. Ia pun juga sempat melontarkan beberapa pertanyaan kepada Tsai Ping Kun perihal pendekatan terhadap prilaku untuk menambah wawasannya dalam mendampingi anak.

Acara Jing Si Talk bersama Tsai Ping Kun ini juga memberikan kesan tersendiri bagi para pesertanya. Salah satunya adalah Linda. Ia merupakan orang tua dari anak yang berusia 13 tahun. Dalam kesempatan ini, Linda begitu memperhatikan materi yang disampaikan dan mengajukan pertanyaan kepada Tsai Ping Kun seputar pendidikan untuk anak yang beranjak remaja.

Tsai Ping Kun mencoba menjawab pertanyaan dari Linda (kiri) dalam sesi tanya jawab. 

“Menurut saya sharing ini sangat menakjubkan, karena jarang ya di zaman sekarang mendengarkan sharing tentang dukungan dalam mendidik anak. Sharing-nya mendasar tapi menyentuh. Dan saran beliau juga sangat penting untuk perkembangan anak-anak,” terang Linda.

Banyak hal yang Linda petik dari sharing Tsai Ping Kun. Ia pun akan mencoba mengubah pola dalam mendampingi anaknya. “Mungkin sebagai orang tua saya akan lebih bersabar untuk menemani anak, berbicara juga harus lebih mendidik, karena selama ini ekspektasi saya tinggi terhadap anak saya,” cerita Linda menceritakan hari-hari dalam mendampingi buah hatinya.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 346 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Keteguhan hati dan keuletan bagaikan tetesan air yang menembus batu karang. Kesulitan dan rintangan sebesar apapun bisa ditembus.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat