Selasa, 26 September 2017
Indonesia | English

Mengerahkan Kekuatan untuk Menjalin Jodoh dengan Sesama

13 September 2017 Jurnalis : Melliza Suhartono (He Qi Utara 2)
Fotografer : Stephen Ang (He Qi Utara 2)

doc tzu chi

Sebanyak 119 pasien mulai dari anak kecil hingga orang tua mendapatkan pelayanan pengobatan gigi secara gratis pada Bakti Sosial Pengobatan Gigi pada Minggu, 10 September 2017 di Nation First School.

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengadakan Bakti Sosial Pengobatan Gigi pada Minggu, 10 September 2017 di Nation First School, Jembatan 3, Jakarta Utara. Pengobatan Gratis ini melibatkan 17 relawan Tzu Chi International Medical Association (TIMA), 8 asisten dokter dari SMK Pengatur Rawat Gigi (PRG) Sekolah Kejuruan Angkatan Laut (SEKESAL) Jakarta, dan 50 relawan Tzu Chi untuk melayani 119 warga yang berasal dari Rusun Tanah Pasir.

Nation First School adalah sekolah Kristiani dengan kurikulum Nasional dan International untuk Taman Kanak-Kanak sampai SD. Kepala Sekolah, Meri Kristina Panjaitan, Spmg,. sebelumnya sudah pernah mengenal Tzu Chi dan berkunjung ke Tzu Chi Center, PIK. Ia sangat mendukung kegiatan baksos yang baru pertama kali diadakan di sekolah mereka.

Menurut Meri, ini adalah kegiatan yang mulia, “Berkat adalah saat kita memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Dengan kegiatan ini juga bisa menjadi berkat bagi orang lain. Apa yang kita bisa, apa kita punya, tidak kita simpan sendiri, kita bisa berbagi dengan orang yang membutuhkan, apa yang kita punya bisa kita berikan. Karena kalau kita sudah tiada, kita sudah tidak bisa berikan apa-apa. Selama hidup ayolah..., memberi lebih bagus daripada menerima.”

Kepala Sekolah Nation First, Meri Kristina Panjaitan, Spmg., (tengah) menyambut baik warga Rusun Tanah Pasir yang datang pada kegiatan baksos pengobatan gigi yang diadakan oleh Tzu Chi.

Jalinan jodoh dengan Sri Atikah (kiri), yang sebelumnya mengantar ibunya untuk memeriksa diri di Baksos Degeneratif 3 September 2017 lalu, kini berlanjut dengan menjadi relawan.

Sri Atikah (47) yang awal September 2017 ini pernah mengantar ibunya untuk memeriksa kesehatan di baksos degeneratif yang diadakan oleh Tzu Chi, saat itu ia bertemu dengan relawan Tzu Chi dan menyatakan niatnya bersedia menjadi relawan. Di Baksos gigi ini, ia hadir pagi-pagi sekali memberikan sumbangsih waktu dan tenaganya. Sebagai relawan baru, ia diberikan rompi relawan supaya bisa leluasa bertugas di bagian kebersihan alat medis. Meski setengah harian dia harus berdiri, tapi dia menampakkan wajah yang gembira, karena bisa bersumbangsih di waktu luangnya juga bertemu dengan banyak orang baru.

Untuk menanam benih baik dan menjalin jodoh baik, kita harus senantiasa membantu sesama. Jika setiap orang dapat membangkitkan cinta kasih, akan ada banyak orang yang terinspirasi. Semakin banyak orang yang terinspirasi, semakin banyak orang yang saling membantu. Jika dalam kehidupan sehari-hari kita dapat mengerahkan kekuatan untuk lebih banyak menjalin jodoh baik dengan sesama dan berbuat baik, setiap orang akan dipenuhi sukacita dan saling bersyukur.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 410 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code
Hanya orang yang menghargai dirinya sendiri, yang mempunyai keberanian untuk bersikap rendah hati.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat