Rabu, 16 Januari 2019
Indonesia | English

Menjalin Jodoh Baik Melalui Donor Darah

30 Agustus 2018 Jurnalis : Mei Susanti (Tzu Chi Tj. Balai Karimun)
Fotografer : Calvin, Yogie, Beverly, Abdul Rahim (Tzu Chi Tj. Balai Karimun)


Para donor memeriksakan kesehatannya untuk mengukur tekanan darah danlain-lain sebelum dinyatakan lolos untuk melakukan donor darah yang digelar Tzu Chi Tanjung Balai Karimun pada 26 Agustus 2018.

Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela. Donor darah memiliki nilai kemanusiaan yang sangat berharga dan bermanfaat bagi kesehatan untuk orang yang melakukannya. Donor darah juga merupakan suatu investasi kehidupan yang bisa diambil sewaktu-waktu, karena kita tidak akan pernah tahu jika suatu saat kita juga akan memerlukan transfusi darah. Setidaknya kita menyumbangkan sedikit darah untuk menolong orang lain dan suatu saat kita akan mendapatkan transfusi darah dari orang lain.

Hari Minggu, 26 Agustus 2018 Tzu Chi Tanjung Balai Karimun kembali mengadakan kegiatan rutin donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karimun yang bertujuan untuk membantu PMI dalam menambah persediaan darah. Tepat pada pukul 09.30 WIB mobil Palang Merah Indonesia (PMI) datang di Kantor Tzu Chi dengan membawa tiga orang staf. Para relawan Tzu Chi menyambutnya dengan senyuman ramah dan penuh sukacita. Sementara itu sudah ada beberapa donor yang sudah mendaftarkan diri, mereka sudah menunggu di ruang yang telah disiapkan.


Dengan sigap Yogie Prasetyo, salah satu relawan Tzu Chi membantu mengangkat peralatan keperluan donor darah.


Sebelum kegiatan donor darah dimulai para donor dan relawan berdoa terlebih dahulu agar berjalan lancar.

“Saya merasa ini adalah bagian yang bisa saya sumbangkan untuk orang lain, bagaimana pun juga yang kita miliki ini juga dimiliki oleh orang lain. Hari ini saya diberi kesempatan untuk menyumbangkan darah saya, dan sebelum darah saya diambil saya harus menjaga kondisi tubuh saya agar selalu fit,” kata Sarkawi S. Kom (43) yang pertama kali donor saat kelas 1 SMA di Yogyakarta.

Di sini ia diperkenalkan dengan Yayasan Budhha Tzu Chi oleh beberapa teman yang juga relawan Tzu Chi. Menurutnya Tzu Chi telah memberikan kesempatan untuk bersumbangsih dalam bentuk donor darah. Kegiatan yang dilaksanakan pun untuk kemanusiaan dan terkoordinir dengan baik.

Salah satu staf PMI juga merasa senang adanya kerja sama dengan Tzu Chi, sehingga bisa menambah persediaan darah yang akan digunakan untuk orang lain. “Saya sendiri sangat senang dengan peningkatan donor yang dari awalnya hanya sekitar 20an kemudian meningkat 30 sampai 40 donor,” kata Marlian (38), salah satu staf PMI. Pada kesempatan donor darah hari ini, pendaftar pun mencapai 87 orang, namun yang berhasil lolos sebanyak 61 donor.


Sarkawi merasa bahagia bisa mendonorkan darahnya untuk membantu sesama yang membutuhkan.


Sukacita salah satu donor saat mengalirkan darah cinta kasihnya.

Kesadaran masyarakat Tanjung Balai Karimun sudah mulai meningkat untuk menyumbangkan darahnya, karena donor darah adalah aset yang peranannya amat luar biasa. “Kerja sama dengan Tzu Chi sangat baik untuk kegiatan donor darah, terutama koordinasi relawan dengan para donor,” ungkap Marlian yang sudah bekerja selama 7 tahun di PMI.

PMI dan Tzu Chi memiliki kesamaan dalam bidang kemanusiaan tanpa membeda-bedakan. Begitu juga dengan darah yang sudah dialirkan tidak memilih ke orang tertentu untuk menerimanya. Seperti yang tertuang dalam Kata Perenungan Master Cheng Yen, “Tujuan umat manusia terlahir didunia bukanlah untuk menikmati dan memuaskan nafsu material, melainkan untuk memenuhi kewajibannya bersumbangsih bagi orang lain.”

Editor: Yuliati

Artikel dibaca sebanyak : 329 kali


Berita Terkait


Mengawali 2019 dengan Berbuat Kebajikan

07 Januari 2019

Setetes Darah Cinta Kasih

12 Desember 2018

Menolong Orang Sekaligus Menjaga Kesehatan Diri Sendiri

07 Desember 2018

Setetes Darah yang Bermanfaat Bagi Sesama

22 November 2018

Tzu Chi Medan dan Palang Merah Indonesia Teken MoU Soal Donor Darah

25 Oktober 2018


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Bekerja untuk hidup sangatlah menderita; hidup untuk bekerja amatlah menyenangkan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat