Selasa, 23 Juli 2019
Indonesia | English

Meringankan Duka Korban Kebakaran Di Panipahan

01 Juli 2019 Jurnalis : Nuraina Ponidjan (Tzu Chi Medan)
Fotografer : Amir Tan (Tzu Chi Medan)


Relawan Tzu Chi memberikan santuan uang pemerhati kepada 29 warga korban kebakaran di Panipahan, Riau.

Selasa, 25 Juni 2019, sekitar pukul 23.30 WIB, terjadi kebakaran di Jalan Bhakti Dusun II Pasar Baru Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Propinsi Riau. Api berasal dari salah satu rumah penduduk yang terbakar dan merambat dengan cepat menghanguskan 21 rumah dan merusak 8 rumah warga.

Kabar musibah kebakaran ini sampai ke relawan Tzu Chi Tebing Tinggi, yang dengan sigap kemudian mempersiapkan bantuan. Tiga tahun lalu, ketika terjadi kebakaran di Panipahan, relawan Tzu Chi mengenal Su Cin An, warga Panipahan dan beliau sangat banyak membantu relawan Tzu Chi kala itu dan jalinan jodoh baik ini tetap terjalin, untuk itu  Wardi dari Tebing Tinggi menghubungi saudara Su Cin An苏進安 untuk menanyakan informasi mengenai kebakaran ini dan Cin An mendukung niat tulus dari relawan Tzu Chi, beliau mengurus penjemputan relawan di Tangkahan dan mempersiapkan tempat pemberian bantuan serta menyediakan rumahnya sebagai tempat tinggal relawan selama di Panipahan.

Jarak yang jauh bukanlah penghalang
Kamis, 27 Juni 2019, sebanyak 2 relawan Tzu Chi Medan, 4 relawan Tzu Chi Tebing Tinggi, dan 1 relawan Tzu Chi Kisaran berangkat menuju ke Kota Panipahan. Jarak dari Medan ke Panipahan jika ditempuh melalui jalan darat adalah sekitar 400 km dengan waktu tempuh sekitar 10 jam. Untuk menghemat waktu, rombongan relawan terlebih dahulu menuju Kota Tanjung Balai (Medan ke Tanjung Balai sekitar 5 jam) dan dari Tanjung Balai menuju Panipahan dengan penyeberangan via kapal selama 2 ½ jam. Jadi, total perjalanan 7 ½ jam, karena di Tangkahan Tanjung Balai relawan harus menunggu 1 jam maka relawan sampai di Panipahan pada pukul 15.30 WIB. Begitu tiba, relawan langsung disambut Su Cin An dan langsung menuju lokasi kebakaran dengan dibawa oleh relawan setempat dengan motor. Kota Panipahan ibarat sebuah kota terapung, dimana semua rumah berdiri di atas tiang pancang dan jalan yang dilalui juga diaspal di atas tiang pancang seluas lebih kurang 4 meter jadi hanya bisa dilalui motor. Kota ini juga berdiri di atas tanah berlumpur yang saat air pasang naik, air menggenangi di bawah rumah-rumah warga dan saat air surut di sekeliling rumah warga bagaikan lautan lumpur.

 

Dua relawan Tzu Chi Medan, 4 relawan Tzu Chi Tebing Tinggi, dan 1 relawan Tzu Chi Kisaran berangkat menuju ke Kota Panipahan. Jarak dari Medan ke Panipahan jika ditempuh melalui jalan darat adalah sekitar 400 km dengan waktu tempuh sekitar 10 jam.

Pemberian Bantuan Kepada Korban Kebakaran
Jika terjadi musibah kebakaran, biasanya Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia memberikan paket kebutuhan sehari-hari dan uang tunai, namun karena mempertimbangan jarak perjalanan yang lumayan jauh dan prasarana menuju ke Panipahan dengan kapal penumpang yang tidak begitu besar maka kali ini bantuan kepada para korban kebakaran di Panipahan diberikan dalam bentuk uang santunan pemerhati sebesar dua juta rupiah kepada 29 orang warga.

“Sesampainya di lokasi kebakaran, relawan terlebih dahulu meninjau lokasi kebakaran dan berbincang-bincang dengan warga Panipahan, baik yang terkena musibah kebakaran maupun tokoh masyarakat setempat. Kepada warga yang tertimpah musibah, relawan memberikan pendampingan agar warga bisa menerima musibah ini dan diberikan kekuatan untuk bisa bangkit kembali menjalani kehidupan ini,” kata Wardi, relawan Tzu Chi yang menjadi koordinator pemberian bantuan ini.  


Relawan Tzu Chi meninjau langsung daerah kebakaran.

Sebelum pemberian bantuan dilaksanakan, terlebih dahulu Wardi memperkenakan Yayasan Buddha Tzu Chi  kepada warga Panipahan dan juga maksud dan tujuan relawan Tzu Chi datang ke kota Panipahan. “Kami relawan Tzu Chi hari ini datang ke Panipahan karena mendapat kabar kalau saudara-saudara kita tertimpah musibah kebakaran dan kami datang untuk memberikan bantuan material maupun moril, semoga warga disini bisa menerima cobaan ini,” kata Wardi, “dan yang terpenting dalam musibah ini tidak ada korban jiwa, jadi kita harus bersyukur karena diberi kesehatan dan semuanya selamat.”

“Saya mewakili Bupati Rokan Hilir dan juga atas nama seluruh masyarakat  menyampaikan banyak terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi dan kami sangat apresiasi kepada relawan  Tzu Chi yang rela menempuh perjalanan yang begitu jauh untuk memberikan bantuan kepada warga Panipahan ini,” kata Idris, Camat Pasir Limau.  

Turut hadir di lokasi pemberian bantuan kebakaran saat penyerahan bantuan antara lain Penghulu Panipahan Barat, Syofyar, S.Pd, Kanit Reskrim Polres Rokan Hilir Iptu Syahri Suwandi, anggota Koramil Serma Hery Kalman, dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Abdurrahman Yus, Sp.d serta para tokoh masyarakat lainnya.

 

Relawan Tzu Chi berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan penderitaan warga yang terkena musibah.

Ketika satu persatu warga dipanggil dan diberikan bantuan, beberapa warga menangis terharu. Salah satunya Maysarah, yang hidup seorang diri karena suaminya sudah meninggal. Ia merasa sangat kehilangan tempat tinggal, membuatnya kerap duduk termenung di dekat lokasi kebakaran. Ketika kejadian kebakaran, Maysarah sedang berada di rumah anaknya dan begitu mendengar ada kebakaran, beliau cepat-cepat kembali ke rumah, namun rumahnya sudah rata dengan tanah. “Saya sudah ditinggal suami dan hidup seorang diri. Anak saya memang ada rumah, tapi saya tidak mau menyusahkan anak saya, karena kehidupan anak saya juga susah,” ungkapnya.

Perasaan terharu juga dirasakan salah satu tokoh masyarakat Panipahan yaitu Su Cin An dan dengan melihat niat tulus dari para relawan sehingga menggerakkan hatinya untuk bergabung menjadi relawan Tzu Chi. “Kami warga Panipahan sangat terharu dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warga di sini. Semoga suatu saat di Panipahan ada Yayasan Buddha Tzu Chi, dan saya akan bergabung menjadi relawannya,” ungkap Su Cin An.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 628 kali


Berita Terkait


Pendampingan dan Bantuan Bagi Korban Kebakaran

15 Maret 2018

Menyemangati Korban Kebakaran

24 Februari 2017


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Cinta kasih tidak akan berkurang karena dibagikan, malah sebaliknya akan semakin tumbuh berkembang karena diteruskan kepada orang lain.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat