Pemberkahan Akhir Tahun 2015: Bersungguh Hati

Jurnalis : Mettayani, Meiliana (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Dokumentasi Tzu Chi Pekanbaru

Pemberkahan Akhir Tahun 2015

Sebanyak 900 orang yang terdiri dari para donatur, relawan maupun simpatisan Tzu Chi menghadiri kegiatan Acara Pemberkatan Akhir Tahun 2015 di Lancang Kuning Ball Room Hotel Furaya pada 23 Januari 2016.

Pada Sabtu, 23 Januari 2016, Yayasan Buddha Tzu Chi  Pekanbaru mengadakan acara Pemberkahan Akhir Tahun 2015 (Sui Mo Zhu Fu) di Lancang Kuning Ball Room, Hotel Furaya.Acara ini merupakan acara yang rutin diadakan setiap tahun sekali oleh insan Tzu Chi di seluruh dunia sebelum menyambut tibanya tahun baru Lunar (Imlek). Kegiatan ini dihadiri sekitar 900 peserta  dan bertempat di  peserta yang terdiri dari para donatur, relawan maupun simpatisan Tzu Chi yang selama ini telah mendukung misi kemanusiaan Tzu Chi di Pekanbaru.

Peragaan isyarat tangan yang menjadi ciri khas Tzu Chi selalu mengundang decak kagum penonton yang menyaksikannya. Isyarat tangan Da Di He Feng (Suasana Batin Penuh Keharmonisan) yang diperagakan oleh Bodhisatwa cilik dan relawan dewasa mengajak para hadirin untuk mengisi batin kita dengan semangat kejujuran, ketulusan, welas asih, kebijaksanaan, dan cinta kasih pada semua makhluk, menyucikan batinnya, dan menggunakan kebijaksanaan, serta menjadikan Dharma sebagai air untuk membersihkan kekotoran batin.

Pemberkahan Akhir Tahun 2015

Gerakan-gerakan dari anak-anak kelas Qin Zi Ban yang di usia belia sudah mempunyai berkah dan dapat turut serta membabarkan Dharma.

Gerakan-gerakan dari anak-anak kelas Qin Zi Ban membuat haru dan bahagia para peserta karena di usia yang masih belias sudah berjodoh dengan Tzu Chi dan dapat turut serta membabarkan Dharma. Selain itu, juga turutserta mengajak khalayak ramai untuk bersama-sama menciptakan keharmonisan dengan terlebih dahulu membina dan mengisi batin kita dengan Dharma.

Satu lagi isyarat tangan yang sangat menyentuh adalah Jing Si, Jing Si (Merenungkan dengan Batin yang Tenang dan Menyucikan Segala Sesuatunya Hingga Tiada Noda). Gerakan isyarat tangan ini mengajak para peserta untuk meresapi Dharma ke dalam hati, demi menolong semua makhluk.

Pemberkahan Akhir Tahun 2015

Asnani, salah satu relawan Tzu Chi yang ikut serta dalam memperagakan isyarat tangan Jing Si, Jing Si dan Da Di He Feng menuturkan bahwa mengerjakan segala sesuatu hendaknya dilakukan dengan bersungguh hati.

Bersungguh Hati

Setiap kali membabarkan Dharma, tidak jarang Master Cheng Yen selalu menutup ceramahnya dengan kata Yong Xin (Bersungguh Hati). Menurut Lim Thian Sang atau yang akrab disapa dengan Asnani, salah satu relawan Tzu Chi yang turut serta memperagakan isyarat tangan Jing Si, Jing Si dalam mengungkapkan bahwa, tidak hanya dalam memperagakan isyarat tangan, dalam melakukan hal apapun, Asnani selalu melakukan dengan Yong Xin. “Mau melakukan sesuatu harus bersungguh hati seperti yang dikatakan oleh Master Cheng Yen. Supaya hasilnya nanti bisa lebih bagus,” ungkapnya. Selain Jing Si, Jing Si, Asnani juga turut serta bersama relawan dan xiao pu sha lainnya memperagakan isyarat tangan lagu Da Di He Feng.  Makna syair yang terkandung dalam setiap lagu Tzu Chi berisi Dharma yang menyentuh hatinya. Ia berharap jalinan jodohnya dengan Tzu Chi dapat bertahan terus sampai selamanya sehingga ia dapat terus meningkatkan nilai kualitas kepribadiannya. “Supaya ke depan bisa lebih baik lagi”, tambahnya.

Bersatu Hati dengan Koin Cinta Kasih

Acara ditutup dengan penuangan celengan bambu oleh relawan, donatur, dan simpatisan yang hadir dan membawa koin-koin cinta kasih yang telah mereka isi selama setahun  dilanjutkan dengan pembagian Angpu Berkah dan Kebijaksanaan dari Master Cheng Yen. Suasana ini mengingatkan kita pada awal mulai berdirinya Tzu Chi 50 tahun yang lalu. Perjuangan Master Cheng Yen bersama 30 ibu rumah tangga serta 6 Bhiksuni yang memulai misi amal dengan menyisihkan 50 sen dari uang belanja setiap harinya di celengan bambu serta merajut sepatu bayi demi mengurangi penderitaan sesama. Hal ini menunjukkan asalkan punya tekad, pasti akan dapat menghimpun kekuatan. Hal ini telah Master Cheng Yen buktikan kepada kita dan dunia dengan kibaran bendera Tzu Chi yang telah mendunia. Teguh pada tekad awal dan komitmen tinggi yang dapat membesarkan Tzu Chi seperti saat ini. Semangat inilah yang harus kita teladani dalam kehidupan kita.

Pemberkahan Akhir Tahun 2015

Penuangan koin cinta kasih setiap kali Acara Pemberkahan Akhir Tahun. Para peserta antusias menuangkan celengan yang telah diisi selama setahun.

Gemerincing suara koin cinta kasih yang mengalir di atas rongga kayu bambu membuat para peserta antusias menuangkan celengan. Gemerincing suara koin seolah memberikan sinyal bahwa setiap orang dengan bersungguh hati mengumpulkan koin-koin cinta kasih.

Banyaknya relawan, simpatisan dan donatur yang hadir memberikan harapan bagi Tzu Chi Pekanbaru bahwa di dalam hati setiap orang mempunyai cinta kasih yang harus dibangkitkan. Insan Tzu Chi pun akan lebih giat mengajak dan membangkitkan lebih banyak hati cinta kasih yang masih tertidur ataupun yang sudah mulai terbangununtuk bersama-sama berjalan di jalan Bodhisatwa.


Artikel Terkait

Kita sendiri harus bersumbangsih terlebih dahulu, baru dapat menggerakkan orang lain untuk berperan serta.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -