Kamis, 15 November 2018
Indonesia | English

Perhatian yang Tak Pernah Surut

14 September 2018 Jurnalis : Eka Suci R, Hari Tedjo (Tzu Chi Surabaya)
Fotografer : Hari Tedjo (Tzu Chi Surabaya)


Relawan Tim Tanggap Darurat (TTD) Tzu Chi tengah memberikan bantuan kepada karyawan Toyota Krida yang terkena dampak gempa.

Perhatian dan kepedulian terhadap korban gempa Lombok sepertinya tidak pernah surut. Pascagempa pada 29 Juli 2018 lalu, Lombok seakan menjadi pusat perhatian seluruh dunia. Dua Minggu yang lalu tepatnya tanggal 1 September 2018, sebanyak 10 relawan Tim Tanggap Darurat (TTD) Tzu Chi Surabaya berangkat ke Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk melihat langsung korban gempa. Pada hari kedua, relawan Tzu Chi Surabaya bertemu dengan Tim Tanggap Darurat (TTD) Tzu Chi Jakarta yang sebelumnya sudah berada di Lombok, untuk serah terima gudang logistik kepada relawan Surabaya.

Barang-barang dari Jakarta dan Surabaya yang sudah datang lebih dahulu tertata rapi di Gudang Toyota Krida, Gerimax Indah, Lombok Barat kemudian akan disalurkan ke lokasi gempa yang sudah didata sebelumnya oleh relawan. Beberapa karyawan Toyota Krida yang terkena dampak gempa menjadi salah satu penerima bantuan dari Tzu Chi. Saat pemberian bantuan tersebut relawan Tzu Chi Jakarta dan Surabaya juga memberikan sosialisasi Tzu Chi. Mereka juga bersama-sama memeragakan isyarat tangan Satu Keluarga.

“Saya mengucapkan rasa syukur karena saya bisa membantu meminjamkan gudang saya untuk keperluan sosial Tzu Chi,” ujar Koesnadi, owner Toyota Krida.


Bersamaan dengan pembagian bantuan, relawan secara langsung menyaksikan bagaimana porak-porandanya ratusan rumah akibat gempa berkekuatan 6,4 SR.


Keceriaan anak-anak warga setempat sesaat setelah menerima bantuan dari Tzu Chi.

Beberapa lokasi yang dikunjungi adalah Dusun Bengkel Selatan, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat; Dusun Montong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara; dan Desa Gangga, Lombok Utara. Bersamaan dengan pembagian bantuan, relawan secara langsung menyaksikan bagaimana porak-porandanya ratusan rumah akibat gempa berkekuatan 6,4 SR tersebut. Rasa duka dan haru menyelimuti para relawan yang tinggal di sana. Namun mereka juga bisa segera bangkit dari kesedihannya.

“Sejauh saya memandang selama membagikan bantuan kepada korban gempa, mereka amat sangat terbuka, mereka senang dan tidak terlihat raut kesedihan. Bahkan saat itu warga setempat sempat memberikan jamuan kelapa muda kepada kita. Semua menyenangkan, saya salut,” ujar Cun Kiat.

Cun kiat merupakan relawan Tzu Chi Surabaya yang dengan sukacita meluangkan waktunya dan mengorbankan kesibukannya demi menilik dan membantu saudara yang berada di Lombok. Beliau bersama dengan relawan lain mendapatkan banyak pelajaran. “Bagaimana pun musibah yang kita alami, bukankah kita harusnya masih bersukur. Sebab di sana banyak yang diberi cobaan besar namun masih bisa membuat hati orang lain senang,” tambahnya.


Cun kiat, relawan Tzu Chi Surabaya dengan sukacita meluangkan waktunya dan mengorbankan kesibukannya demi membantu saudara-saudara yang berada di Lombok.


Relawan dengan antusias bahu-membahu menurunkan barang-barang logistik bantuan untuk korban gempa. 

Bantuan yang datang sangat berlimpah, di hari kedua belas, Tim Tanggap Darurat (TTD) Tzu Chi menerima bantuan berupa 1 kontainer barang-barang logistik yang siap dibagikan kepada para korban. Rencananya bantuan selanjutnya akan dibagikan kepada korban gempa yang berada di Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Hingga saat ini relawan masih berada di Lombok, mendata ke berbagai titik gempa untuk menyalurkan semua bantuan.

Editor: Yuliati

Artikel dibaca sebanyak : 370 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Dalam berhubungan dengan sesama hendaknya melepas ego, berjiwa besar, bersikap santun, saling mengalah, dan saling mengasihi.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat