Minggu, 27 September 2020
Indonesia | English

Perpustakaan untuk Adik-adik di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Kamal Muara

12 Desember 2019 Jurnalis : Khusnul Khotimah
Fotografer : Khusnul Khotimah


Murid-murid Sekolah Tzu Chi Indonesia saat menata Perpustakaan Anak Bangsa. 

Gabriella dan teman-temannya di Sekolah Tzu Chi Indonesia merasa sangat senang. Sebab, perpustakaan Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Kamal Muara yang mereka kembangkan kini sudah bisa dimanfaatkan. Perpustakaan yang mereka beri nama Perpustakaan Anak Bangsa ini diharapkan bisa membuat adik-adik mereka di Madrasah Ibtidaiyah ini gemar membaca.

“Kami berusaha untuk membuat perpustakaan ini lebih indah kelihatannya,” kata Gabriella.

Karena keterbatasan tempat di gedung sekolah, perpustakaan ini pun memanfaatkan ruang kosong yang berada di Masjid Jami Al-Huda yang pembangunannya juga dibantu oleh Tzu Chi.  

Untuk menandai diresmikannya perpustakaan ini, kemarin, Rabu 11 Desember 2019 Gabriella dan 30 temannya serta para guru untuk kesekian kali datang ke Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam. Mereka datang membawa buku-buku tambahan, dekorasi, juga alas duduk serta kursi bean bag yang bikin perpustakaan tambah nyaman dan berwarna.


Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam turut memperagakan isyarat tangan Satu Keluarga.


Murid-murid Sekolah Tzu Chi Indonesia membagikan bingkisan kepada adik-adik mereka di madrasah ini. 

“Kami senang karena ini juga bukan uang dari orang tua, juga bukan uang sekolah juga, melainkan uang yang kami dapatkan sendiri, seperti dari bazar, konser, perlombaan,” tambah Gabriella.

Sejak Agustus 2019, siswa-siswi kelas 12 Sekolah Tzu Chi Indonesia mulai merancang konsep perpustakaan ini, serta mulai mengumpulkan dana yang diperlukan. Dana pun sedikit demi sedikit terkumpul dari bazar yang mereka gelar. Mereka membuat stan di kantin dan menjual berbagai makanan. Terhitung tujuh kali mereka menggelar bazar. Siswa-siswa ini juga juga menggelar konser serta perlombaan.

Usulan untuk mengembangkan perpustakaan Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam berawal dari usulan Melly Kartono saat para guru menjalankan pengabdian masyarakat dengan mengawali bedah rumah di Muara Kamal pada 9 Juli 2019. Ia lalu menawarkan usulan ini ke murid-muridnya dengan terlebih dulu mengajak mereka berkunjung ke sekolah ini. Murid-muridnya pun menyambut antusias usulan tersebut karena mereka melihat sendiri bahwa perpustakaan di sekolah ini perlu diperbaiki.

“Ini project anak-anak, guru hanya mengarahkan. Murid-murid juga yang memberi nama. Beberapa buku adalah donasi dari murid-murid, dan beberapa lagi mereka beli baru,”  kata Melly. 


Menurut Gabriella, project perpustakaan ini menunjukkan bahwa seorang murid pun dapat melakukan hal yang berarti bagi lingkungan sekitar.


Mely Kartono, bangga melihat kepedulian murid-muridnya kepada murid Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Kamal Muara.

Melihat kerja keras siswa-siswinya mewujudkan perpustakaan ini, Mely Kartono, salah satu guru yang membimbing siswa-siswi kelas 12 mengaku bangga. Terutama dalam prosesnya, murid-muridnya belajar banyak hal.

“Murid-murid dalam kegiatan ini banyak belajar banyak. Mereka berkolaborasi dengan teman-temannya untuk membuat perpustakaan ini dan juga interaksi dengan orang-orang yang mereka tidak kenal sebelumnya di lingkungan yang berbeda. Mereka juga jadi mengerti culture mereka, dan mengadaptasi dengan culture kita,” tambahnya.

Kepala Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam, Nur Adnan yakin perpustakaan yang baru dapat dimanfaatkan dengan baik oleh anak muridnya. Para guru juga akan berusaha untuk meningkatkan minat baca anak didik mereka.

“Saya senang sekali karena ini kan berbagi pengalaman, terutama dalam hal mengelola perpustakaan. Sebelumnya perpustakaan kami agak kecil dan ada di ruang guru. Karena murid kami semakin bertambah, sehingga ruang guru ini semakin lebih digunakan sebagai ruang siswa, dan akhirnya dialihkan ke masjid,” kata Pak Adnan.


Kepala Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Kamal Muara, Nur Adnan berterima kasih atas perhatian Murid-murid Sekolah Tzu Chi Indonesia kepada para anak didiknya. 

Potong pita pun menandai peresmian perpustakaan tersebut. Beberapa games dan bagi-bagi bingkisan juga membuat siswa-siswi di kedua sekolah tambah akrab.

Putri, siswi kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam yang bercita-cita menjadi dokter ini senang dengan kedatangan kakak-kakak mereka dari Sekolah Tzu Chi Indonesia. Putri juga sudah tak sabar membaca buku-buku dari kakak-kakak mereka.

“Inginnya kakak-kakak sering datang ke sini. Terima kasih ya kakak-kakak dari Tzu Chi, jangan bosan ke sini lagi ya. Oh iya terima kasih juga karena Putri dapat tempat pensil, susu, snack, senang banget. O iya kami juga diajak kakak-kakak untuk main games, ada tebak gambar, tebak kata. Seru banyak ketawanya,” kata Putri.  

Teksan Luis, relawan Tzu Chi yang sebelumnya menjadi koordinator pembangunan masjid dan bedah rumah di Kamal Muara ini turut senang dengan kepedulian siswa-siswi Sekolah Tzu Chi Indonesia.


Putri (kanan) senang dengan kunjungan kakak-kakak mereka dari Sekolah Tzu Chi Indonesia. Teksan Luis, relawan Tzu Chi berharap dengan bertambah koleksi buku di perpustakaan ini bisa memberikan ilmu tambahan bagi anak-anak di madrasah yang memiliki 315 murid ini.

“Senang sekali, bahagia sekali karena murid-murid di sini jadi bisa terbantu dari segi sekolahnya. Dengan adanya perpustakaan ini mereka bisa mencari buku-buku, dan dari buku-buku itu mereka bisa mendapat ilmu tambahan,” kata Teksan. 

Teksan juga berharap misi-misi Tzu Chi bisa berjalan di sini bukan hanya di pendidikan, tapi juga di pelestarian lingkungan. Supaya lingkungan di sekitar bersih, terhindar dari penyakit, juga mengurangi kasus-kasus demam berdarah.

“Kita akan mengajarkan mereka bagaimana cara membersihkan lingkungan, dan membuang sampah jangan sembarangan serta memilah sampah yang bisa didaur ulang. Kita sudah mulai dari bulan lalu dengan menurunkan guru-guru, murid, dan relawan membersihkan halaman dan lingkungan sekitar rumah yang dibedah,” pungkasnya.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 736 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Kesuksesan terbesar dalam kehidupan manusia adalah bisa bangkit kembali dari kegagalan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat