Kamis, 20 September 2018
Indonesia | English

Senja yang Berharga

12 Juli 2018 Jurnalis : Triana Putri (He Qi Utara 2)
Fotografer : Triana Putri (He Qi Utara 2)


Dengan wajah penuh kebahagiaan, guru-guru Tzu Chi School menyanyikan beberapa lagu untuk menghibur opa oma di Panti Werdha Wisma Mulia, Grogol.

Selasa, 10 Juli 2018 relawan Tzu Chi Hu Ai Pluit dan Guru-guru Tzu Chi School PIK mengadakan kunjungan kasih ke Panti Werdha Wisma Mulia di Jalan Hadiah, Grogol, Jakarta Barat. Sejumlah 22 orang relawan dan 29 guru datang memberikan kebahagiaan kepada para oma dan opa.

Wisma Mulia didirikan pada April 1961 oleh Yayasan Bina Daya Wanita – Kowani yang dikelola oleh 6 orang pengurus dan salah satu pengurusnya bernama Dra. Sri Hartati. Jumlah penghuni panti ini terdiri dari 40 orang oma (wanita), 15 orang opa (pria) serta 27 pekerja sosial (perawat dan pengurus).


Yanti, Relawan Tzu Chi sedang menyuapi seorang oma dengan kue bacang.


Dewi, guru sekolah Tzu Chi School menggunting kuku-kuku opa yang sudah mulai panjang.

Menurut Dra. Sri Hartati, para penghuni panti merasa terabaikan dan tidak diperhatikan oleh keluarga serta tidak berguna. Dengan adanya kunjungan kasih dari relawan, diharapkan dapat memberikan penghiburan dan pengertian kepada para penghuni bahwa hidup adalah berkat. Untuk para generasi muda pun diharapkan dapat mengerti dan melayani para usia lanjut sehingga dapat mengasah wawasan mengenai budi pekerti yang luhur.

Dalam kunjungan ini para guru juga bernyanyi bersama dengan para opa dan oma yang diiringi dengan petikan suara gitar. Lagu yang dibawakan pun menghibur para penghuni seperti naik-naik ke puncak gunung dan balonku. Opa Fransiskus yang baru 3 bulan menghuni panti juga merasa senang dan terhibur dengan kunjungan kasih ini. Dia juga menyanyikan lagu rohani untuk menghibur yang lainnya. Seorang guru Tzu Chi School Dewi Setiawan merasa senang dengan acara kunjungan kasih ini karena dapat melayani dan menghibur opa dan oma. Dewi membantu menggunting kuku Opa Fransiskus sambil mengobrol. “Seperti mengobrol dengan papanya,” tutur Dewi.


Dengan diiringi petikan suara gitar, Opa Frans menyanyikan sebuah lagu rohani.

Ada dua hal yang tidak dapat ditunda untuk dilakukan oleh kita yaitu berbakti kepada orang tua dan berbuat kebajikan. Dengan adanya kunjungan kasih ini semoga kita semua dapat menghormati, menyayangi dan mengasihi semua mahkluk.

Artikel dibaca sebanyak : 261 kali


Berita Terkait


Tak Bosan Mengunjungi Oma Opa

16 Juni 2017

Empati Berlabuh di Hati, Kebajikan Menyertai

01 April 2015


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Saat membantu orang lain, yang paling banyak memperoleh keuntungan abadi adalah diri kita sendiri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat