Sabtu, 24 Juni 2017

Tanda Mata di Usia Senja

19 Juni 2017 Jurnalis : Yuliati
Fotografer : Yuliati

doc tzu chi

Relawan Tzu Chi membersihkan kontrakan Nenek Mulyani dan Kakek Eng Wat yang berlokasi di Empang Damai Timur (18/06/17).

Sebelas relawan Tzu Chi menyusuri gang kecil kawasan padat penduduk di Empang Damai Timur, Kapuk Muara Jakarta Utara. Setiap relawan membawa tentengan barang: Kasur, papan, karpet, kontainer berisi pakaian, kontainer berisi selimut dan peralatan mandi, kursi, dan perlengkapan rumah tangga lainnya. Pagi itu (18/06/17), relawan Tzu Chi membersihkan kontrakan salah satu gan en hu (penerima bantuan) sepasang suami istri yang mulai renta, Nenek Mulyani dan Kakek Eng Wat yang akrab disapa Leman.

Kontrakan sepetak berada tepat di atas empang yang hanya dialasi papan. Jika turun hujan dan air pasang tentu akan kebasahan. Hal ini sering dialami Nenek Mulyani dan suaminya. Tidak ada pilihan lain bagi Nenek Mulyani kecuali tetap bertahan di kontrakan ini bersama sang suami. Lima tahun sudah sepasang suami istri ini tinggal di kontrakan seharga Rp 200.000 setiap bulannya ini.

Kondisi Nenek Mulyani yang semakin menua membuatnya tidak mampu melakukan pekerjaan yang berat. Setiap hari Ia menerima sedekah dari tetangga-tetangganya untuk memenuhi keperluan hidup bersama sang suami. Sementara itu kondisi suaminya sangat lemah, bahkan untuk berjalan pun tidak mampu melakukan sendiri. Karena tidak memiliki anak atau pun sanak keluarga, relawan Tzu Chi dan tetangga-tetangganya lah yang menjadi keluarga mereka.

Relawan berbagi tugas, ada yang membersihkan ruangan, mencuci peralatan dapur, memilah barang-barang bersama nenek, ada pula yang memandikan sang kakek.


Yusuf, rekan segereja nenek juga turut membantu memasang papan dan karpet lantai agar tidak tergenang air empang dan lembab.

“Hari ini kita bersih-bersih, kita bantu tambah dipan biar lebih bersih,” ujar Suwarni, relawan Tzu Chi.

Nenek Mulyani berjodoh dengan Tzu Chi sejak pertengahan tahun 2015. Tzu Chi pun membantu biaya hidup sang nenek. Saat membersihkan kontrakan, relawan dengan sigap membagi tugas, ada yang membersihkan ruangan, mencuci peralatan dapur, memilah barang-barang bersama nenek, ada pula yang memandikan sang kakek.

Tergerak Hati

Tidak hanya relawan Tzu Chi, bahkan tetangganya pun ikut membantu membersihkan kontrakan Nenek Mulyani. Salah satunya Tek Li dan Suharti. Sepasang suami istri ini tinggal bersebelahan dengan kontrakan Nenek Mulyani. Sehari-harinya mereka bekerja sebagai karyawan toko material yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya. Meski keduanya sibuk dengan pekerjaan, sepulang kerja terkadang Suharti mampir untuk menengok Nenek Mulyani dan Kakek.

“Kadang sore ada istri yang lihat kondisinya (nenek dan kakek),” ucap Tek Li. “Sewaktu-waktu kalau nenek minta tolong, ya saya bantu,” timpal sang istri.

Tek Li bersama relawan Tzu Chi dan relawan dari lingkungan memotong papan sebagai alas di rumah Nenek Mulyani.


Salah satu relawan TzuChi, Hok Lay memotong rambutdan kumis Kakek Leman usai memandikannya.

Ketika Kakek Leman akan dimandikan relawan, tiba-tiba Tek Li menangis dengan sangat keras. Namun setelah itu, Ia membantu ikut memandikan sang kakek. “Saya ingat papa saya, masa tuanya seperti itu lah kondisinya,” kata ayah dua anak ini.

Tiga tahun tinggal berdekatan dengan Nenek Mulyani dan kakek bukan hanya bertetangga saja, namun bagi Tek Li, nenek dan kakek sudah seperti keluarga sendiri. “Sama-sama satu keluarga,” ujarnya.

Ia pun mengucap syukur kepada relawan Tzu Chi yang telah memperhatikan kondisi kebersihan dan kesehatan kakek dan nenek ini. “Saya sebagai tetangga mengucapkan terima kasih, tante dan om (relawan Tzu Chi) sudah bantu banyak,” ungkapnya.

Tidak hanya Tek Li dan Suharti yang tergerak hati membantu membersihkan tempat tinggal Nenek Mulyani, Yusuf, rekan segereja nenek juga turut membantu mengangkat barang-barang dan memasang papan dan karpet lantai.

“Saya nggak bisa bantu apa-apa cuma bisa bantu tenaga, apa yang bisa saya kerjakan ya saya bantu,” ujar Yusuf.

Suwarni (kanan) memberika pesan kepada Nenek Mulyani sebelum berpamitan agar tetap menjaga kebersihan sehingga kesehatan pun terjaga.


Kini tempat tinggal Nenek Mulyani dan Kakek Leman pun telah disulap oleh relawan dengan kekuatan kesungguhan hati. Rumah pun menjadi bersih, rapih, dan nyaman untuk ditinggali.

Melihat para relawan, teman, dan tetangganya bersungguh hati dalam membantu membersihkan tempat tinggal, Nenek Mulyani merasa bersyukur atas perhatian yang dirasakannya. “Terima kasih sudah dibersihin, terima kasih banyak. Tuhan memberkati,” ungkap Nenek Mulyani.

Nenek Mulyani sendiri mengaku akan terus menjaga kebersihan tempat tinggalnya dengan baik. Apa yang menjadi tekad Nenek Mulyani untuk menjaga kebersihan rumahnya pun menjadi harapan para relawan.

“Kita bantu bersih-bersih semoga apa yang dilakukan hari ini bermanfaat, nenek juga akan membantu membersihkan,” kata Suwarni.

Kini tempat tinggal Nenek Mulyani dan Kakek Leman pun telah disulap oleh relawan dengan kekuatan kesungguhan hati. Rumah pun menjadi bersih, rapi, dan nyaman untuk ditinggali.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 427 kali


Berita Terkait


TK Tzu Chi Indonesia Donasikan 31 Model Permainan ke Sekolah Atmabrata, Cilincing

29 Mei 2017

Entrepreneur Day 2017: Berkarya dan Berdonasi

28 April 2017

Entrepreneur Day 2017: Melatih Kejujuran dan Kerjasama

27 April 2017

Memetik Hikmah dari Perjalanan Hidup Hingga Mengenal Tzu Chi

17 April 2017

Menang dalam Kepasrahan, Semangat Hidup Seorang Gan En Hu

05 April 2017


1 komentar


Emy On Tuesday, 20 Juni 2017, 21:31:47 wrote:

Luar biasa Kasih yang di tunjukan para relawan dan tetangga Nenek Mulyani dan Kakek Leman...terima kasih...Tuhan memberkati



Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code
Sikap mulia yang paling sulit ditemukan pada seseorang adalah kesediaan memikul semua tanggung jawab dengan kekuatan yang ada.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat