Rabu, 22 November 2017
Indonesia | English

Tzu Chi Bali Kembali Distribusikan Bantuan Bagi Pengungsi Gunung Agung

31 Oktober 2017 Jurnalis : Daniel Angkasa(Tzu Chi Bali)
Fotografer : Dewangga Putra anjalian(Tzu Chi Bali)

doc tzu chi

Pembagian paket bantuan kepada pengungsi di titik pengungsian Desa Pesaban pada 22 Oktober 2017.

Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Penghubung Bali kembali memberikan bantuan kepada 552 keluarga pengungsi Gunung Agung, Minggu, 22 Oktober dan Sabtu 28 Oktober 2017. Paket bantuan ini dibagikan di dua titik lokasi pengungsian, yaitu Desa Pesaban, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem dan Desa Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali.

Bantuan tersebut berupa selimut, sarung, sabun, sampo, sikat, pasta gigi, ember, obat nyamuk, dan masker.  Relawan juga ikut mendengar keluh kesah para pengungsi. Seperti yang dialami salah satu pengungsi, Wayan Berata.

“Sejak dinaikannya status Gunung Agung dari Siaga menjadi Awas, saya dan warga Pemapatan harus dievakuasi dikarenakan wilayah kami masuk dalam kawasan rawan bencana. Tentunya ini sangat berdampak aktifitas sehari-hari kami, di mana setiap pagi kami harus kembali untuk mengurus kebun dan hewan ternak, dan sorenya kembali kepengungsian,” kata Wayan Berata.

doc tzu chi

Relawan membagikan kupon paket bantuan kepada tiap keluarga pengungsi bedasarkan hasil dari data survei lokasi dan data pengungsi.

doc tzu chi

Pada Sabtu tanggal 28 Oktober 2017, relawan melanjutkan pembagian paket bantuan di titik pengungsi di Desa Kubu, Kecamatan Bangli,  Kabupaten Bangli, Bali.

Kekhawatiran juga dirasakan para pengungsi menjelang Hari Raya Galungan yang akan jatuh pada tanggal 1 November 2017. Meskipun kegempaan Gunung Agung sudah sangat menurun, namun beberapa pengungsi masih merasa was-was akan tragedi yang terjadi pada tahun 1963, di mana gunung Agung meletus saat Perayaan Galungan.

Sementara itu, Joe Heran selaku koordinator kegiatan ini menjelaskan, paket bantuan yang diberikan ini berdasarkan hasil suvei yang dilakukan sebelumnya. Relawan juga lebih dulu membagikan kupon paket bantuan ke kepada setiap keluarga pengungsi.

doc tzu chi

Salah satu pengungsi di posko Desa Kubu, Wayan Berata (berbaju biru) menjelaskan kondisi dirinya dan pengungsi.

doc tzu chi

Berinteraksi langsung kepada pengungsi dilakukan relawan guna menghibur para pengungsi.

“Paket bantuan ini merupakan bantuan jangka panjang sambil menunggu kepastian perkembangan terbaru dari status Gunung Agung,” jelasnya.

Joe juga menambahkan, bahwa meskipun status Awas diturunkan menjadi Siaga, bukan berarti semua pengungsi dapat langsung kembali pulang. Ini karena pada level Siaga, hanya desa dan dusun yang ada luar garis 6km (KRB I 9 km dan KRB I 9+3 km) yang dapat kembali, untuk KRB III 3km dari kawah dan KRB II 6m masih harus tetap dikosongkan.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 572 kali


Berita Terkait


Jejak Langkah Pertama Tzu Chi di Singaraja

02 Oktober 2017


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code
Bila kita selalu berbaik hati, maka setiap hari adalah hari yang baik.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat