Jumat, 13 Desember 2019
Indonesia | English

Tzu Chi Bentuk Tim Relawan untuk Verifikasi Calon Penerima Rumah di Palu

12 Agustus 2019 Jurnalis : Anand Yahya
Fotografer : Anand Yahya


Yuli Natalia Ketua He Qi Utara 1 mengajak para relawan dari semua wilayah di Jakarta untuk bisa ikut bersumbangsih dalam menjalankan misi Amal Tzu Chi di Palu. Tim ini akan bekerja sesuai ketentuan yang sudah dirumuskan oleh Sekretariat Tzu Chi Indonesia.

Akhir pekan lalu, Sabtu 11 Agustus 2019, satu persatu relawan Tzu Chi memadati Lobby Gedung DAAI TV untuk mengikuti training verifikasi warga calon penerima rumah bantuan Tzu Chi di Palu Sulawesi Tengah. Menurut Yuli Natalia, Ketua He Qi Utara 1, kemauan relawan untuk membantu warga Palu sangat tinggi.

“Intinya mereka menyaksikan relawan-relawan senior yang ikut bersumbangsih ketika peristiwa gempa dan tsunami Aceh, gempa Padang dan Jogja para relawan yang baru sangat ingin ikut bersumbangsih,” ujar Yuli.

“Dalam hati relawan itu mereka sangat ingin berkesempatan untuk ikut membantu langsung di lapangan,” lanjut Yuli.

Andre Zulman dari Sekretariat Tzu Chi Indonesia menjelaskan bahwa tim ini dibentuk untuk mempermudah proses verifikasi warga calon penerima rumah di Palu. Dalam hal ini sekretariat membentuk tiga tim verifikasi. Pertama ada tim rekonstruksi pembangunan, tim verifikasi warga calon penerima, dan tim pengembangan relawan lokal (Palu).

“Tujuan dibentuknya tim ini agar relawan yang bertugas nantinya jelas dalam menjalankan tanggung jawabnya di Palu,” ujar Andre.


Haryo Suparmun mencoba adegan simulasi ketika mewawancarai warga dengan pertanyaan-pertanyaan untuk melengkapi dan menyesuaikan data warga calon penerima di Palu. Butuh kesabaran dan ketelitian dalam menjalankan proses verifikasi warga.

Kegiatan ini sendiri akan memberikan pelatihan kepada relawan Jakarta dari semua komunitas untuk pembentukan tim verifikasi warga dan pengembangan relawan lokal (Palu) saja. Nantinya Tim ini akan menjalankan System Operational prosedur (SOP) yang sudah dirumuskan oleh Tim Sekretariat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Misalnya saja memegang data calon warga penerima rumah dari pemerintah, menyusun data warga, verifikasi data dengan lengkap dan melakukan wawancara dengan warga calon penerima rumah satu persatu.

Tim ini nantinya akan memverifikasi warga calon penerima rumah dengan mengedepankan skala prioritas. Dalam training ini juga dilaksanakan simulasi teknik wawancara warga yang berbudaya humanis namun tetap menjalankan SOP. Relawan secara bergantian dalam simulasi ini memerankan tokoh warga calon penerima rumah dan tim relawan Tzu Chi.

Haryo yang berkesempatan menjadi peserta dalam tim verifikasi ini mengatakan bahwa ia baru kali pertama membantu memverifikasi warga calon penerima rumah.


Andre Zulman mensosialisasikan draft form survey calon warga penerima rumah kepada relawan yang hadir dalam pelatihan verifikasi warga calon penerima rumah di Palu.

Training ini sangat baik bagi relawan yang baru pertama kali, bagaimana prosedurnya seleksi calon penerima rumah, jadi dengan pertemuan ini relawan nantinya di Palu sudah memahami langkah-langkahnya ketika nanti di lapangan” ujar Haryo.

Dari pertemuan ini tim akan mempersiapkan diri dan mental mereka dengan baik. Ketika misalnya yayasan membutuhkan berapa relawan, berangkat kapan dan berapa lama, relawan sudah sangat siap ketika memutuskan untuk berangkat ke Palu.

Selain itu tim ini merupakan ladang pelatihan diri relawan dalam meningkatkan kebijaksanaannya. Bagaimana menghadapi warga Palu yang berbeda-beda latar belakangnya serta pendidikannya. Ini akan menjadi pembelajaran yang berharga untuk masing-masing relawan. Di sisi lain relawan akan mengalami secara langsung bagaimana Tzu Chi menjalankan Misi Amalnya.

Relawan akan melihat dan mendengar langsung situasi bencana, bagaimana pascabencana, bagaimana Yayasan Buddha Tzu Chi akan membantu pemulihan kondisi di Palu. Hal ini pembelajaran bagi relawan yang bisa berkesempatan masuk dalam tim verifikasi warga calon penerima rumah di Palu.     


Tim ini yang akan berangkat menuju Palu menjadi tim pertama yang akan menjalankan seleksi warga secara prioritas.

Tim pertama yang akan berangkat ini akan memverifikasi warga calon penerima rumah pada skala Prioritas terlebih dahulu. Prioritas di sini umpamanya warga merupakan korban bencana seperti gempa, tsunami atau likuifaksi, memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) terbaru, dan terdaftar sebagai calon penerima HUNTAP yang sudah dibuatkan oleh kementerian terkait dan kartu tanda dari Pemkot Palu.

Selain itu warga calon penerima rumah prioritas ini adalah warga yang memiliki cacat permanen akibat bencana, memiliki anak dibawah usia 10 tahun, dan memiliki anggota lansia yang ikut di keluarga itu sebagai tanggungan hidup. Kriteria ini akan diprioritaskan oleh tim verifikasi relawan yang akan berangkat ke Palu.

Dalam menjalankan verifikasi warga Palu tim relawan Tzu Chi akan selalu didamping oleh TNI/POLRi, relawan warga lokal dan staf sekretariat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.   

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 401 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Keharmonisan organisasi tercermin dari tutur kata dan perilaku yang lembut dari setiap anggota.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat