Minggu, 22 September 2019
Indonesia | English

“Perlu Kesabaran Lebih”

11 September 2008 Jurnalis : Irvan (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Irvan (Tzu Chi Bandung)

 
foto

Mencukur rambut adalah salah satu kegiatan yang rutin dilakukan oleh relawan Tzu Chi ketika mengunjungi Panti Wreda Senjarawi.

Kamis, 18 September 2008, Tzu Chi Bandung melaksanakan kegiatan kunjungan kasih rutin ke Panti Wreda Senjarawi, Bandung. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap 2 bulan sekali ini diikuti oleh 17 relawan Tzu Chi Bandung. Dalam kunjungan kali ini relawan membawa beras dan kue untuk dibagikan kepada penghuni panti.

Sekitar pukul 09.30 relawan tiba di panti wreda yang terletak di Jalan Jeruk itu. Kedatangan relawan disambut ramah oleh penghuni panti. Lambaian tangan dan ucap salam ditambah senyuman pun bertebaran pagi itu.

Dengan mimik penuh kesabaran, satu sosok wanita berbaju biru terlihat sedang berbicara dengan oma penghuni panti. Belaian tangannya membuat oma itu tampak merasa nyaman. Terkadang senyuman yang indah terlempar dari wajah wanita berbaju biru itu. Tampak sederhana memang pakaiannya, hanya dengan baju seragam berwarna biru muda bersandal karet. Di balik kesederhanaannya, sosok itu menyimpan seribu kasih sayang yang berdampingan dengan kesabaran.

foto  foto

Ket : - Dengan penuh kesabaran Sinaga melayani Oma Arun. Kesabaran memang kata kunci untuk bekerja di panti
           wreda dan itu terlihat jelas pada diri Sinaga. (kiri)
         - Bantuan yang diberikan relawan Tzu Chi sedikit banyak mewakili cinta kasih yang dibawa oleh relawan.
            (kanan)

Dialah Sinaga, seorang pekerja Panti Wreda Senjarawi. Sosok Sinaga memang sudah tak asing lagi di panti itu. Semua warga panti pasti mengenal sosok ibu asal Medan ini. Kesabarannya dalam mengurus oma dan opa patut diacungi jempol. Terlihat ketika ia dengan penuh senyum menuntun kursi roda OmaPopo yang hendak bernyanyi. Senyumnya terkadang terlempar melihat Oma Popo bernyanyi dengan riang. “Namanya Oma Popo, anaknya tinggal di Thailand. Dia oma yang baik. Dia memang senang bernyanyi, kadang-kadang kita sering bernyanyi bersama,” ucap Sinaga sambil mata dan senyumnya tak lepas dari Oma Popo.

“Di sini harus punya kesabaran lebih. Sifat oma dan opa di sini kan beda-beda, apalagi sifat orang yang sudah tua, wah pokoknya kita harus punya kesabaran lebih lah kalo kerja di sini,” ucap ibu beranak 3 ini. Walau status kerjanya pegawai luar, Sinaga tetap bekerja dengan sepenuh hati. Tidak pernah memandang siapapun yang dilayani, Sinaga tetap melakukannya dengan baik.

foto  foto

Ket : - Di atas kursi rodanya, Oma popo dapat bernyanyi dengan riang bersama para relawan Tzu Chi. (kiri)
         - Senyuman terindah yang diberikan relawan Tzu Chi dapat memberikan ketentraman hati penghuni panti.
           (kanan)

“Saya sudah 8 tahun bekerja di Panti Senjarawi ini. Status saya adalah pegawai luar. Saya kerja dari jam setengah 7 sampai jam 2,” ujar Sinaga ketika ditanya mengenai status kerjanya. “Beda status pegawai luar sama pegawai panti (adalah) kalau pegawai panti kan harus nginep di sini. Jadi 24 jam harus di sini. Kalau pegawai luar seperti saya hanya dari jam setengah 7 sampai jam 2 saja,” tambahnya.

Cinta kasih mungkin telah tertanam di hati Sinaga, pekerjaannya yang membutuhkan kesabaran lebih tak membuatnya kecil hati. Kebesaran hatinya menimbulkan kesan tersendiri. “Sukanya kalo lagi acara santai lalu nyanyi bersama oma. Oma suka minta saya nyanyi jadinya terasa ada penghargaan bagi saya. Terus kalau lagi bercanda sama oma dan opa rasanya gembira. Dukanya kalo lagi ada masalah terus dibentak-bentak sama opa dan oma. Rasanya sedih sekali,” cerita ibu yang tinggal di bilangan Jalan PSM Kiaracondong itu ketika ditanya suka duka bekerja di Panti Senjarawi.

foto

Ket : - Meskipun bukan orangtua sendiri, relawan Tzu Chi memotong kuku penghuni layaknya seperti orangtua
           sendiri.

Sinaga merupakan sosok yang patut dicontoh oleh insan lain. Di balik kesederhanaanya ternyata tersimpan bibit-bibit cinta kasih yang mulia. Langkah-langkah sosial yang dilakukannya dapat membuat ketenteraman hati para oma dan opa penghuni panti. Meskipun diliputi tantangan yang tidak kecil tetapi Sinaga tetap bekerja sepenuh hati. Kesabarannya buah dari cinta kasih yang diberikannya tidak akan pernah redup.

 

Artikel dibaca sebanyak : 1117 kali


Berita Terkait


Menjadikan Donor Darah Sebagai Gaya Hidup

17 September 2019

Memanfaatkan Kain Perca untuk Kegiatan Amal

16 September 2019

Menjalin Jodoh Lewat Keindahan Budaya Humanis

13 September 2019

Memahami Misi Kemanusiaan Tzu Chi Melalui Film Sejarah

10 September 2019

Bantuan Kebakaran untuk Warga Kaliawi

09 September 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Luangkan sedikit ruang bagi diri sendiri dan orang lain, jangan selalu bersikukuh pada pendapat diri sendiri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat