Rabu, 22 Mei 2019
Indonesia | English

Banjir Sentani: Setiap Saat Berbuat Kebajikan

29 Maret 2019 Jurnalis : Marcopolo AT (Tzu Chi Biak), Fotografer : Marcopolo AT (Tzu Chi Biak)


Relawan Tzu Chi Biak dan Jayapura memberikan bantuan kepada warga yang mengungsi di Posko GKI Ebenhaezer Yoka.

Selasa, 27 Maret 2019, Pukul 09.00 Waktu Indonesia Tengah (WIT), relawan Tzu Chi Biak mengunjungi posko-posko pengungsian para korban banjir di tepian Danau Sentani. Warga mengungsi ke tempat yang lebih layak dan aman karena tempat tinggal mereka terendam banjir akibat meluapnya air Danau Sentani ke wilayah mereka.

Ada dua kejadian bencana alam di Sentani, Jayapura ini. Pertama banjir bandang yang membawa longsoran kayu dan batu yang menghancurkan banyak rumah-rumah warga, serta meluapnya air Danau Sentani hingga menggenangi rumah-rumah warga yang tinggal di tepi danau ini.


Kondisi di Kampung Yoka yang terendam air akibat meluapnya air Danau Sentani ke pemukiman warga.

Luasnya dampak air pasang Danau Sentani ini cukup menyulitkan relawan untuk mencapai ke daerah bencana. Ini membuat relawan hanya dapat menjangkau daerah-daerah yang bisa dijangkau dengan mobil. Selama berada di Sentani, relawan Tzu Chi Biak selalu ditemani relawan Tzu Chi Jayapura sehingga memudahkan mobilisasi relawan dalam menyalurkan barang-barang bantuan.

Sudah 1 minggu lebih air pasang menggenangi rumah-rumah di Desa Yoka. Pada saat relawan datang untuk menyurvei pada hari Senin, 25 Maret 2019, air masih tinggi dan menggenangi rumah-rumah mereka. Ini karena masih tingginya tingginya curah hujan minggu lalu sehingga air susah surut. Tapi syukurlah di minggu ini matahari mulai bersinar dengan terik. Jikalau cuaca masih cerah minggu ini diharapkan minggu depan air sudah surut.

Para warga di pengungsian banyak tersebar di posko-posko penampungan yang ada di tepi Danau Sentani. Tidak banyak barang-barang yang bisa dibawa mereka. Bahkan terkadang hanya tinggal baju di badan yang tersisa. Meski begitu, rumah-rumah mereka umumnya masih berdiri dengan tegak. Warga membutuhkan bantuan berupa  terpal, kasur, selimut, pakaian, air bersih, makanan, dan obat-obatan.


Relawan mendengarkan cerita Mama Elsi Wamblolo (74 tahun) yang selamat dari banjir bandang di Doyo Baru.

Kondisi kesehatan para pengungsi juga banyak yang mulai menurun karena tiap malam mereka harus tidur di bawah tenda yang tipis. Barang-barang bantuan sudah banyak yang diberikan, namun jumlahnya belum  mencukupi untuk di bagikan kepada para pengungsi.

Di Posko Yoka 1, relawan memberikan bantuan berupa 2 karton Nasi Jing Si dan 23 paket bingkisan untuk setiap keluarga. Di Posko GKI Ebenhaeser Yoka diberikan berupa 2 karton Nasi Jing Si, 23 paket bingkisan, dan 4 jerigen minyak tanah. Sementara di Posko Yoka 2, bantuan yang diberikan berupa Nasi Jing Si 2 karton, 56 paket bingkisan, telur ayam 5 dus, dan 5 jerigen minyak tanah.


Adolfina Wamaer, relawan Tim Medis Tzu Chi terus memberikan pelayanan medis di Pos Pelayanan Medis Pokem.

Di perjalanan pulang kembali ke posko, mereka membagikan bingkisan di rumah-rumah warga yang berada di tepi jalan raya. Mereka tidak bergabung di posko-posko pengungsian karena terlalu jauh dari rumah mereka sehingga terpaksa mereka membangun tempat sementara di pinggiran jalan. Di Posko Yoka 1, relawan mendapatkan saksi bagaimana dahsyatnya banjir bandang yang terjadi di Doyo Baru. Oma itu bernama Elsi Wamblolo, 74 tahun. Beliau bercerita tentang datangnya banjir bandang yang menghancurkan banyak rumah. Meski rumahnya selamat, Oma Elsi memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Saya mengungsi bersama-sama warga Doyo lainnya,” kata Oma Elsi.

Sementara Adolfina Wamaer, relawan Tim Medis Tzu Chi pada saat sehabis pulang survei dari Kampung Yoka, segera bergabung di Pos Pelayanan Medis Pokem, pada hari Senin 25 maret 2019. Warga yang berobat ada 120 orang pasien. Keesokan harinya, Selasa, 26 Maret 2019 setelah bersama relawan lainnya memberikan bantuan ke posko-posko pengungsian, pulangnya Adolfina Wamaer kembali ke Pos Pokem dan melayani 80 warga yang datang berobat.


Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 232 kali


Berita Terkait


Banjir Sentani: Merajut Berkah di Danau Sentani

02 April 2019

Banjir Sentani: Perhatian Bagi Keluarga Korban Banjir Bandang

01 April 2019

Perhatian untuk Para Pengungsi di Sentani

27 Maret 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Ada tiga "tiada" di dunia ini, tiada orang yang tidak saya cintai, tiada orang yang tidak saya percayai, tiada orang yang tidak saya maafkan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat