Senin, 21 Oktober 2019
Indonesia | English

Bantuan bagi Korban Gempa di Solok Selatan

19 Maret 2019 Jurnalis : Pipi (Tzu Chi Padang) , Fotografer : Pipi (Tzu Chi Padang)


Relawan Tzu Chi padang menyalurkan bantuan sembako pada warga Solok Selatan yang menjadi korban gempa bumi kekuatan 5,6 Skala Richter. Gempa tersebut terjadi pada Kamis 28 Februari 2019.

Gempa bumi dengan kekuatan 5,6 Skala Richter terjadi di Solok Selatan, pada Kamis 28 Februari 2019. Gempa dirasakan masyarakat pada pukul 02.00 WIB saat semua orang sedang terlelap dengan tidurnya, semua berhamburan keluar rumah.

Pada tanggal 1 Maret 2019, Ketua Tzu Chi Padang, Widya Kasuma Laurenzi mendapat telepon dari Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumatera Barat, Shofwan Karim Elha yang menginformasikan gempa ini dan masyarakat membutuhkan bantuan sembako. Widya Kasuma langsung mengkoordinir semua relawan.  Hari itu juga disiapkan sebanyak 40 paket sembako yang berisi beras, roti, serta mie instan DAAI.


Relawan menyerahkan langsung paket bantuan paket sembako kepada warga.


Relawan meninjau lokasi rumah warga yang terkena gempa.

Sehari kemudian, pada 2 Maret 2019 sebanyak 11 relawan langsung menuju lokasi dan membawa paket sembako tersebut. Perjalanan pulang pergi pun ditempuh lebih kurang 16 jam.

Saat sampai di lokasi pertama, relawan langsung berkoordinasi dengan relawan Lazismu setempat didampingi Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumatera Barat, Shofwan Karim Elha. Mereka langsung menuju rumah warga yang terkena gempa sekaligus menyerahkan langsung paket sembako. Untuk beberapa paket juga diserahkan ke posko gempa karena jarak antara rumah warga cukup jauh. Dari data yang didapat saat di lokasi, sebanyak 101 rumah warga rusak.  


Sebanyak 40 paket sembako yang disalurkan ini berisi beras, roti, serta mie instan DAAI.

Setelah serah terima paket sembako, relawan melanjutkan ke lokasi berikutnya yang memakan waktu perjalanan selama dua jam. Jalan yang ditempuh cukup sulit karena lokasi yang berada di daerah perbukitan. Perjalanan pun tidak dapat dilanjutkan lagi karena mobil yang membawa relawan dan sembako tidak dapat masuk,  jembatan yang menghubungkan satu dusun dengan dusun lainya retak karena gempa. Karena itu, untuk menyalurkan bantuan tersebut relawan harus berjalan kaki.

Sementara itu, gempa masih terasa saat relawan tiba di lokasi. Dari pagi sampai sore tersebut, gempa sudah 8 kali dirasakan relawan dan lumayan kuat. Untuk menghindari korban jiwa,  sementara waktu warga tinggal di tenda yang dibuat di depan rumah masing masing.


Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 329 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Melatih diri adalah membina karakter serta memperbaiki perilaku.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat