Rabu, 22 Mei 2019
Indonesia | English

Sukacita Tahun Baru Bersama Penerima Bantuan

13 Januari 2016 Jurnalis : Evelyn (He Qi Utara), Fotografer : Erli Tan, Yusniaty (He Qi Utara)

Sebanyak 53 penerima bantuan berkumpul di Jing Si Pluit bersama keluarganya untuk menerima santuan bulanan, sekaligus merayakan Tahun Baru bersama relawan.

Minggu pertama di awal tahun 2016 ini relawan Tzu Chi kembali mengadakan kegiatan pembagian bantuan kepada para penerima bantuan Tzu Chi (Gan En Hu). Selain melakukan pembagian bantuan, pada hari yang spesial ini relawan Tzu Chi mengadakan acara tahun baru dan sekaligus merayakan Hari Ibu, Maulid Nabi dan Natal bersama para Gan En Hu. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengakrabkan relawan dengan para penerima bantuan kita. Dan juga para Gan En Hu lebih mengenal orang  tua mereka dan orang tua mengenal anaknya,” jelas Feranika, pembawa acara  kegiatan ini. Sebagai persiapan acara, relawan menyiapkan kado untuk para peserta yang dibungkus dengan menggunakan majalah bekas guna menjalankan pelestarian lingkungan. Kegiatan yang dihadiri oleh 53 penerima bantuan Tzu Chi ini disambut dengan antusias oleh para peserta.

Pada kesempatan ini juga diputarkan sebuah video yang sangat menyentuh, bercerita tentang seorang nenek yang tinggal bersama anaknya. Namun anaknya merasa orang tuanya belum dapat memberikan apa yang diinginkan dan ia pergi meninggalkan orang tuanya. Sang nenek mencari-cari anaknya sampai terlunta-lunta di jalan. Dewi Sutiani (48), yang merupakan salah seorang penerima bantuan merasa sangat tersentuh ketika menyaksikan video ini. Ia teringat akan sosok ibunya yang telah tiada, karena ibunda dari Dewi Sutiani sempat menghilang hingga akhirnya ditemukan di daerah Cipayung, Jakarta Timur,, namun seminggu setelahnya sang ibunda pun tiada.

Chelsi (baju putih) adalah salah satu penerima bantuan beasiswa Tzu Chi. Ibunya adalah orang tua tunggal yang berdagang kerupuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Anik atau Chen Xiu Hua datang bersama anak dan cucunya, mereka mengikuti permainan dengan gembira.

Hari ini Dewi Sutiani hadir bersama anaknya bernama Chelsi. Siswi yang duduk di kelas 2 sekolah dasar ini mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini karena ia dapat bermain games bersama dan mendapatkan kado yang telah disiapkan oleh para relawan. Mereka tinggal di sebuah kontarakan daerah Jelambar dan keseharian Dewi Sutiani adalah berjualan kerupuk ke warung-warung, Kerja keras Dewi dimulai dari Chelsi berumur 5 bulan, beliau menjual dan mengantarkan pesanan kerupuk-kerupuknya dengan membawa serta Chelsi yang saat itu masih kecil. Selain itu Chelsi juga memperoleh bantuan biaya sekolah dari Tzu Chi dan ibu Dewi sangat bersyukur karena telah dibantu oleh Tzu Chi, Harapan Dewi kepada anak semata wayangnya supaya cepat besar dan menjadi anak yang pintar. “Bersyukur kita uda disekolahin. Walaupun kita hanya hidup berdua, kita bersyukur saja, Chelsi pun sangat sayang sama mamanya, rajin membantu saya,” ujarnya.

Sama halnya dengan Dewi, Chen Xiu Hua atau yang lebih akrab disapa  Anik tampak sangat terharu saat relawan memutarkan video mengenai kisah nenek tadi. Wanita berusia 60 tahun ini teringat akan anak-anaknya. Beliau memiliki 5 orang anak, anak pertama Ibu Anik bernama Arman, ia mengalami kecelakaan dan telah dioperasi sebanyak 6 kali, namun kondisi kaki dari Arman masih belum pulih. Begitu pula dengan anak ke empat u Anik, Roni, ia memiliki penyakit dalam dan sempat dirawat di rumah sakit karena penyakit jantung, namun kini kondisinya sudah mulai pulih dan dapat kembali bekerja.

Sehari sebelumnya relawan sudah mendekorasi ruangan yang ada di lantai 1 Jing Si Pluit agar para gan en hu yang datang dapat bersukacita merasakan suasana tahun baru. Relawan juga menyiapkan kado untuk para gan en hu.

Selain santunan bulanan, mereka juga menerima paket bantuan dan angpau dari yayasan.

Kasih ibu sepanjang masa, hal ini terpancar dari sosok Anik. Walaupun saat ini  kehidupannya sangat terbatas, namun  ia masih memberikan perhatian penuh kepada anak-anaknya. “Saya berterima kasih kepada Tzu Chi telah membantu saya dan anak-anak,” ujarnya. Pada kesempatan ini Anik datang bersama kedua cucunya dan anak pertamanya, mereka mengikuti acara dengan penuh kegembiraan.

Kegembiraan dalam perayaan tahun baru ini diharapkan dapat mengakrabkan hubungan dan menjalin jodoh baik antar semua penerima bantuan dan relawan. Pada kesempatan ini Tzu Chi juga memberikan bingkisan Imlek dan angpau bagi para penerima bantuan yang merayakan imlek.

Artikel dibaca sebanyak : 1073 kali


Berita Terkait


Gathering Gan En Hu : Perayaan Natal dan Toleransi Beragama

16 Desember 2016

Keluarga Sejahtera Perlu Perencanaan

14 April 2016

Banyak Jalan untuk Berbuat Kebajikan

21 September 2015

Kehangatan Sebuah Keluarga

21 Januari 2015

Gathering Gan En Hu Singkawang

19 Juni 2012


1 komentar


Andreas Tiono On Monday, 18 Januari 2016, 09:49:06 wrote:

Indahnya dapat berbagi.....



Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Keteguhan hati dan keuletan bagaikan tetesan air yang menembus batu karang. Kesulitan dan rintangan sebesar apapun bisa ditembus.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat