Selasa, 19 Desember 2017
Indonesia | English

Ceramah Master Cheng Yen: Bertekad Membentangkan Jalan Agung

Para relawan baru berkumpul bersama. Terima kasih kepada para relawan senior yang mendampingi mereka dan mendukung mereka hingga dilantik hari ini. Pendampingan tidak berhenti sampai di sini. Sebaliknya, mulai saat ini, para relawan senior harus berbagi pengalaman dan selalu memperhatikan para relawan baru agar semua orang dapat bersatu hati di Tzu Chi.

Hati semua orang harus disatukan. Bersatu hati di sini berarti hati semua orang harus menyatu dengan hati Buddha dan tekad Guru.

Semua orang harus saling berbagi dan mendukung. Kita telah melihat dan mendengar Tzu Ching dari Singapura berbagi.

Kakek Guru yang terkasih, anakmu telah kembali, ini adalah kode sandi antara saya dan Tzu Ching. Setiap Tzu Ching mengucapkan ini saat dilantik. Kekuatan Tzu Ching sangat besar. Setelah selesai mengikuti pelatihan di negara masing-masing, saat kembali untuk dilantik, mereka pasti berkata, "Anakmu telah kembali."

doc tzu chi

Hari ini anak saya yang kembali tidak sedikit. Tzu Ching telah terjun ke masyarakat. Di masyarakat, mereka memiliki usaha atau pekerjaan. Kini mereka juga membangun misi. Mereka akan berdedikasi di dalam misi Tzu Chi. Selain bekerja, mereka juga menjalankan misi. Inilah arah yang benar dalam kehidupan. Saya juga mendengar anak saya berkata bahwa dia bertekad untuk memikul tanggung jawab. Ini sungguh membuat saya terhibur.

Di Tzu Chi, selama saya masih ada, kalian semua adalah murid generasi pertama. Kita semua adalah generasi pertama Tzu Chi. Jadi, Bodhisatwa sekalian, hari ini kalian telah dilantik. Kalian kembali ke Taiwan dan saya berkata kepada kalian bahwa kita harus memandang ke seluruh dunia dan memperhatikan segala yang terjadi di dunia.

Insan Tzu Chi di seluruh dunia selalu memberi perhatian dan bersumbangsih bagi negara-negara yang bisa dijangkau. Inilah Bodhisatwa di dunia. Sebagai generasi pertama Tzu Chi, kita menjalankan semangat ajaran Buddha secara nyata. Bodhisatwa muncul karena adanya penderitaan. Sekembalinya ke negara masing-masing, saya berharap kalian dapat menjadi benih yang tumbuh menjadi tak terhingga.

Setiap detik dalam kehidupan tak akan kembali. Kita harus menggenggam setiap detik dan menjaga pikiran dengan baik. Setiap niat kita jangan sampai menyimpang. Jangan menyia-nyiakan satu detik pun. Pengertian agama di dalam Tzu Chi adalah arah tujuan hidup manusia dan pendidikan seumur hidup.

doc tzu chi

Manusia memiliki mata pelajaran yang tak habis dipelajari, yaitu pelajaran tentang kehidupan. Berhubung telah bergabung di Tzu Chi,  kita belajar tentang semangat agama dan tujuan hidup. Selain belajar seumur hidup, kita juga melatih diri. Melatih diri berarti meluruskan perilaku. Kita harus menerima ajaran dengan setia. Inilah arah perjalanan kita di Tzu Chi.

Singkat kata, arah tujuan Tzu Chi adalah benar. Ajaran di dalamnya adalah pendidikan yang benar. Ini tak habis dipelajari hanya dalam seumur hidup, bahkan dari kehidupan ke kehidupan karena setiap orang yang terlahir di dunia ini tak tahu dari mana berasal dan ke mana akan pergi. Inilah kesesatan dalam kehidupan.

Kakak Guo saat muda sangat gemar berjudi, mengambil uang belanja ibunya dan mengambil uang investasi saham ayahnya. Akhirnya, pernikahannya juga gagal akibat kebiasaannya berjudi. Lalu, Kakak Guo menjalani hidup dengan sia-sia. Suatu hari, tanpa sengaja dia datang ke Aula Jing Si. Sejak saat itu, dia bergabung dengan Tzu Chi.

“Terima kasih kepada Master  dan semua insan Tzu Chi. Bergabung di Tzu Chi, saya mengubah kehidupan saya. Terima kasih kepada Master yang telah menciptakan dunia Tzu Chi. Bagi saya, berbuat baik dan berbakti tidak dapat ditunda. Terima kasih kepada orang tua yang terus menjaga saya. Mulai saat ini saya pasti terus berbakti kepada orang tua dan bersumbangsih bagi orang-orang yang menderita. Terima kasih,” kata Kakak Guo.

doc tzu chi

Dia telah berpaling dari kesesatan ke arah kesadaran. Ini sungguh mengharukan. Dahulu dia telah kecanduan berjudi. Dia berjudi hingga tak kenal waktu. Kehidupannya pernah kacau. Begitu bergabung dengan Tzu Chi, dia segera memulai hidup baru.

Dia terus tekun melatih diri hingga dilantik hari ini. Kesadaran seperti ini sungguh luar biasa. Dia berpaling dari kesesatan menuju kesadaran.

Ajaran Buddha yang kita pelajari harus diterapkan di dalam kehidupan kita. Ini barulah Dharma yang sesungguhnya. Dunia tak luput dari Dharma, Dharma juga tak lepas dari kehidupan di dunia.

Kini kita mempraktikkan ajaran Buddha di dunia dengan menjadi Bodhisatwa dunia. Buddha datang ke dunia untuk membimbing semua makhluk mempraktikkan Jalan Bodhisatwa. Inilah tujuan utama Buddha datang ke dunia.

Jadi, kita sangat beruntung hidup di masa kini, dapat menjangkau orang-orang yang menderita, dan mendedikasikan diri untuk menolong mereka serta membabarkan Dharma. Inilah bagaimana kita menerapkan Sutra Makna Tanpa Batas di dalam kehidupan kita. Kita sungguh beruntung. Ajaran Buddha sudah diwariskan selama lebih dari 2.500 tahun. Kini kita dapat mempraktikkan ajaran Buddha dengan kesepahaman, kesepakatan, dan tindakan bersama di Jalan Bodhisatwa. Kita sungguh beruntung.

Bodhisatwa sekalian, kita harus menghargai arah hidup ini. Bodhisatwa membuka jalan, dan setiap orang meratakannya. Sutra adalah jalan, dan jalan harus ditapaki. Jadi, kita harus membuka arah yang benar dan menggerakkan orang banyak untuk meratakan jalan ini. Saya mendoakan kalian semua. Semoga semua orang dapat bertekad dan berikrar untuk melakukan praktik nyata di negara masing-masing sehingga dapat membimbing lebih banyak orang.

Saya mendoakan kalian dengan tulus serta berharap kalian selalu tekun dan bersemangat untuk senantiasa membentangkan jalan dengan cinta kasih selangkah demi selangkah, membimbing lebih banyak orang di masyarakat, mengembangkan berkah dan kebijaksanaan. Saya mendoakan kalian semua. Terima kasih.

Tunas-tunas Bodhi kini telah tumbuh menjadi hutan
Janji antara guru dan murid kini telah terwujud
Mengubah kehidupan ke arah yang benar
Bertekad untuk membentangkan Jalan Agung

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 1 Desember 2017

Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia,

Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina

Ditayangkan tanggal 3 Desember 2017

Artikel dibaca sebanyak : 28 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code
Penyakit dalam diri manusia, 30 persen adalah rasa sakit pada fisiknya, 70 persen lainnya adalah penderitaan batin.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat