Selasa, 24 Oktober 2017
Indonesia | English

Ceramah Master Cheng Yen: Melenyapkan Penderitaan di Jalan Bodhisatwa

“Saya bersedia menjadi relawan seperti kalian yang datang ke sini untuk membantu kami. Saya tulus ingin membantu kalian menerjemahkan. Saya bisa berbahasa Spanyol,” kata Sandra Montes, korban bencana badai Harvey di Mesa, Houston yang membantu penerjemahan.

“Warga di komunitas ini tinggal agak berjauhan. Kami akan memastikan agar semua orang menerima bantuan. Barangkali akan ada warga komunitas lain yang datang. Namun, dengan berfokus pada kode pos, semuanya akan berjalan dengan lancar,” kata Eduardo Iuna, relawan yang membantu pendataan.

“Mereka memberikan bantuan pada saya, saya harus membalas kebaikan mereka. Karena itulah saya memasukkan uang ke dalam celengan. Saya akan memenuhi celengan jika saya memilikinya. Ini seperti kemurahan hati. Saya bersyukur kepada Tuhan. Ini merupakan suatu berkah,” Shalonda Lee, korban bencana badai Harvey di Houston, Amerika Serikat.

“Apa yang akan kamu lakukan dengan satu penny (koin?” / “Memasukkannya ke dalam celengan ini. Sekarang saya sudah tidak punya rumah dan tinggal bersama teman. Mereka membantu kami, kami juga berusaha untuk membantu karena kami berada dalam kondisi yang sama. Jadi, kami berusaha menolong lebih banyak orang semampu kami,” tutur Brandon Castolenia, yang juga korban bencana badai Harvey di Houston, Amerika Serikat.

doc tzu chi

Dunia ini sungguh menakjubkan, terlebih hakikat kebuddhaan yang terdapat di dalam diri setiap orang. Kita semua sedang mengembangkan potensi terpendam kita. Asalkan cinta kasih terbangkitkan, kita bisa mengembangkan potensi terpendam dan nilai hidup kita setiap waktu. Saya sungguh sangat tersentuh.

Kita bisa melihat banyak hal di seluruh dunia, termasuk hal-hal yang sangat memprihatinkan. Contohnya India. Pemandangan alam di sana sangat indah. Namun, kini alam yang indah telah berubah menjadi tumpukan sampah yang mengeluarkan aroma tidak sedap.

“Ini adalah tempat terburuk yang pernah saya datangi. Maksud saya, benar-benar mengerikan. Terlebih, saat kamu berasal dari negara seperti Jerman yang sangat bersih. Melihat bagaimana sampah mencemari tanah dan samudra, saya merasa sangat sedih,” ungkap Lemberger, wisatawan dari Jerman.

 “Semua yang bersangkutan harus bergerak, termasuk masyarakat, pemerintah, organisasi nonprofit, ahli lingkungan hidup, Program Lingkungan PBB, dan PBB,” tutur Pengacara Shah, penggerak pembersihan pantai di Mumbai.

“Baik di kota-kota besar seperti New Delhi, Bengaluru, dan Mumbai maupun di kota kecil, yang terpenting adalah setiap orang turut berpartisipasi dan memahami bahwa ini adalah sampah saya dan tidak ada yang akan membersihkannya selain saya,” imbuh Mukherjee, Ketua organisasi peduli lingkungan New Delhi.

doc tzu chi

Manusia bisa menciptakan sampah, juga bisa menyucikan hati manusia. Kita harus segera menggalakkan konsep pelestarian lingkungan agar semua orang bisa sepaham, sepakat, dan bertindak bersama. Jika tidak, akan ada semakin banyak sampah dan orang-orang yang menderita. Selain itu, orang yang harus hidup di lingkungan penuh sampah juga akan semakin banyak.

Dengan kondisi lingkungan seperti ini, yang lebih mengkhawatirkan adalah bencana. Banyaknya sampah yang menumpuk dan perubahan iklim yang begitu ekstrem mungkin bisa menimbulkan banjir besar. Tahun ini, India, Bangladesh, dan Nepal dilanda banjir yang sangat serius dalam waktu yang sangat lama. Kini, melihat tumpukan sampah di sana, saya khawatir jika turun hujan deras lagi, akan terjadi bencana yang lebih besar. Karena itu, masalah sampah harus segera diatasi. Jangan mengandalkan sampah untuk bertahan hidup atau hidup di tengah tumpukan sampah.

Setiap orang hendaknya lebih antusias untuk menghilangkan tumpukan sampah. Setiap orang dari 1,3 miliar orang di India hendaknya tersadarkan dan mencapai kesepakatan untuk tidak membuang barang yang bisa dipakai dan menghargai sumber daya. Inilah satu-satunya cara untuk mengatasi masalah sampah. Intinya, kita harus menginspirasi orang-orang. Manusia bisa berbuat baik dan mempraktikkan Dharma untuk melenyapkan penderitaan semua makhluk.

Kehidupan manusia tidaklah kekal. Kehidupan berjalan sesuai hukum alam. Kita tidak bisa mengetahui panjang usia kita, tetapi kita bisa memperkaya makna kehidupan kita. Dalam jalan kehidupan ini, kegelapan batin setiap orang bagaikan rumput liar yang menutupi jalan sehingga kita kehilangan arah dan tidak bisa melihat apa yang ada di depan. Setelah memahami ajaran kebenaran, kita bisa menuju arah yang benar. Kita harus menyingkirkan rumput liar dan membuka jalan sendiri. Jadi, Bodhisatwa harus menjadi pembuka jalan.

doc tzu chi

Sutra menunjukkan jalan dan jalan harus dipraktikkan. Buddha datang ke dunia ini untuk menunjukkan arah dan membuka jalan bagi orang-orang. Namun, juga dibutuhkan orang-orang untuk terus membentangkan jalan dengan giat. Jadi, membaca atau melantunkan Sutra hanya menunjukkan arah pada kita. Setelah memahami kebenaran di dalam Sutra, kita harus mempraktikkannya secara nyata. Inilah yang disebut membuka jalan.

Dalam meneladani Buddha dan mendalami kebenaran, kita harus mengetahui bahwa kehidupan semua makhluk adalah satu kesatuan. Makna sesungguhnya dari kehidupan adalah mengasihi semua makhluk, bukan hanya mengasihi diri sendiri. Mengasihi diri sendiri berarti menjaga diri sendiri dengan baik agar tidak menyimpang sedikit pun. Kita harus menuju arah yang benar untuk bersumbangsih. Inilah yang disebut mengasihi diri sendiri. Jangan biarkan kekeruhan menodai batin kita.

Berhubung telah memiliki arah yang benar, kita bisa membuka jalan sendiri. Jangan menyimpang dari jalan kebenaran. Menyimpang sedikit saja, kita akan jauh tersesat. Karena itu, kita harus bersungguh-sungguh mengingatkan diri sendiri setiap hari untuk menjauhi kesalahan dan kejahatan. Kita harus menumbuhkan jiwa kebijaksanaan. Inilah yang disebut mengasihi diri sendiri.

Kita harus menapaki Jalan Bodhisatwa dengan mempraktikkan Enam Paramita. Masyarakat adalah ladang pelatihan kita. Dengan terjun ke tengah masyarakat, kita semakin memahami penderitaan di dunia ini. Noda batin adalah sumber Bodhi.

Di tengah masyarakat yang penuh noda batin, kita bisa memahami makna sesungguhnya dari kehidupan. Jangan membatasi diri karena kehidupan tidaklah kekal. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi detik berikutnya. Karena itu, kita harus memanfaatkan kehidupan kita dengan baik.

Mengatasi berbagai kesulitan demi menyalurkan bantuan
Menghilangkan tumpukan-tumpukan sampah
Menjadi pembuka jalan setelah mendengar Sutra dan memiliki arah yang benar
Memahami bahwa noda batin adalah sumber Bodhi

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 6 Oktober 2017

Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia, Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina

Ditayangkan tanggal 8 Oktober 2017

Artikel dibaca sebanyak : 120 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code
Semua manusia berkeinginan untuk "memiliki", padahal "memiliki" adalah sumber dari kerisauan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat