Rabu, 22 November 2017
Indonesia | English

Ceramah Master Cheng Yen: Mengubah Pola Pikir untuk Membawa Manfaat bagi Semua Makhluk



“Setinggi apa banjir di rumahmu? Setinggi leher? Hati-hati.”

“Dahulu tidak separah ini. Ini adalah banjir besar kedua kalinya. Pertama kali terjadi pada tahun 1995, tetapi kali ini lebih parah. Dahulu hanya turun hujan dua hingga tiga jam, tetapi kali ini dua sampai tiga hari. Air naik dengan dengan sangat cepat,” kata seorang korban.

“Sangat cepat?”

“Kami tidak sempat mengungsi,” ujarnya lagi.

“Bibi, berapa kotak yang Bibi butuhkan?”

“Kami butuh empat kotak,” jawab salah seorang korban lainnya.

“Kalian belum makan sampai sekarang?”

“Belum. Kami tidak bisa memasak karena tidak ada listrik. Tabung gas juga terendam banjir,” jawabnya.

“Dari pagi hingga kini, kita telah mengantarkan 150 hingga 160 kotak makanan untuk korban bencana yang mengungsi ke Sekolah Menengah Jit Sin. Korban bencana di sana sekitar 200 orang. Karena dampak bencana sangat serius, korban bencana pun diungsikan ke auditorium Sekolah Menengah Jit Sin. Kita telah berangsur-angsur mengantarkan makanan kotak dan air minum ke sana,” kata Lin Wen, relawan Tzu Chi.

doc tzu chi

Banjir kali ini adalah banjir terparah dalam puluhan tahun terakhir di Malaysia. Ketinggian air sangat tinggi. Tentu, korban bencana sangat menderita dan penyaluran bantuan juga tidak mudah. Namun, relawan kita bersumbangsih dengan tulus. Melihat bencana di Malaysia kali ini, kita sungguh harus meningkatkan kewaspadaan. Dahulu, insan Tzu Chi Malaysia selalu berkata bahwa Malaysia jarang dilanda bencana, seperti banjir atau topan. Namun, beberapa tahun belakangan ini, Malaysia kerap dilanda bencana. Karena itu, kita harus senantiasa waspada.

“Tahun 2017 menjadi salah satu dari tiga tahun terpanas dalam sejarah. Pemanasan global akan berlangsung hingga 50 tahun mendatang. Jadi, bencana alam akibat perubahan iklim yang ekstrem serta tingginya suhu yang membuat orang takut akan semakin sering terjadi.

Yang kita lihat sekarang adalah Konferensi Perubahan Iklim PBB. Tzu Chi juga diundang. Tzu Chi merupakan satu-satunya organisasi Buddhis yang diundang. Lewat konferensi ini, kita bisa memahami ekstremnya perubahan iklim di seluruh dunia, bagaimana mengurangi emisi karbon, bagaimana melindungi Bumi, dan bagaimana meredam pemanasan global. Di lokasi konferensi, juga disediakan sebuah tempat bagi Tzu Chi untuk memperlihatkan pada orang-orang apa yang telah kita lakukan demi melindungi Bumi.

Kita juga melihat relawan kita terus menggalakkan pola makan vegetaris. Cara terbaik untuk melindungi Bumi adalah setiap orang bervegetaris karena dengan pola makan vegetaris, kita bisa mengurangi emisi karbon. Populasi manusia terus meningkat. Demi memenuhi nafsu makan manusia, peternakan juga semakin banyak. Setiap hari, lebih dari seratus juta hewan dibunuh. Bayangkanlah besarnya karma membunuh ini.

doc tzu chi

Selain itu, semua makhluk memiliki perasaan. Berhubung mereka dibunuh untuk memenuhi nafsu makan manusia, maka hati mereka dipenuhi kebencian. Ini merupakan benih karma buruk. Benih-benih karma buruk akan menghasilkan buah yang buruk pula. Tahun ini, telah terjadi berbagai bencana yang sangat serius di seluruh dunia, baik banjir, badai, kekeringan, maupun kebakaran hutan.

Setiap hari, kita memandang ke seluruh dunia dan melihat berbagai bencana. Bencana akibat ketidakselarasan unsur alam kerap terjadi di berbagai negara. Setiap kali melihat berita seperti ini, saya sungguh merasa tidak berdaya. Saya berharap hati manusia dapat tersucikan dan orang-orang dapat tersadarkan. Jika manusia tidak tersadarkan dari kesesatan serta terus berbuat sesuka hati dan mengejar kenikmatan sesaat, maka karma buruk yang terakumulasi akan sangat besar. Contohnya sekarang, bencana kerap terjadi karena manusia tidak tersadarkan dari kesesatan.

Kita sungguh tidak berdaya. Karena itulah, saya terus menyerukan untuk mengembangkan semangat cinta kasih universal. Saya berharap bukan hanya segelintir orang yang melakukannya, melainkan semua orang. Kita harus bersama-sama mengembangkan cinta kasih untuk menyayangi semua makhluk. Sungguh, di dunia yang luas ini, banyak orang yang tersesat dan menciptakan karma buruk. Satu orang yang menciptakan karma buruk juga akan memengaruhi orang-orang di sekitarnya. Jadi, banyak yang menciptakan karma buruk. Inilah yang kita sebut karma buruk kolektif. Jadi, kita harus waspada.

Kini, kita harus menggerakkan kekuatan cinta kasih dan mengimbau orang-orang untuk menghormati kehidupan semua makhluk dan mengendalikan nafsu makan. Kita juga melihat seorang anak perempuan di Malaysia. Dia juga seorang vegetarian.

doc tzu chi

“Saat itu, guru sekolah budaya humanis mengadakan lomba debat vegetaris. Saat itu saya mewakili pihak yang setuju dan harus menyampaikan manfaat bervegetaris. Setelah kami menyampaikan argumen kami, pihak yang menentang berkata, “Kamu bukan seorang vegetarian, malah berdiri di sini berargumen tentang manfaat bervegetaris.” Kata-kata ini benar-benar menyadarkan saya. Jadi, saya langsung memutuskan untuk menjadi seorang vegetarian,” kata You Ke-qing, anggota Tzu Shao.

“Saat itu, saya merasa bahwa bervegetaris sebulan seharusnya tidak terlalu sulit. Setelah membangun tekad, saya tidak ingin makan daging lagi. Meski ada daging 100 ekor ayam di hadapan saya, saya juga tidak ingin memakannya. Yang ingin saya katakan adalah sesungguhnya, asalkan ada tekad  untuk bervegetaris, maka rintangan sebanyak apa pun bisa diatasi. Di mana ada ikrar, di sana ada kekuatan. Saya berharap para paman dan bibi di sini juga bisa bervegetaris bersama,” sambungnya.

Setelah teman sekolahnya berkata bahwa dia tidak bervegetaris, dia langsung memutuskan untuk bervegetaris. Karena dia bervegetaris, orang tuanya juga bervegetaris bersama. Keluarganya mendukungnya dengan penuh sukacita. Setelah memahami prinsip kebenaran dan mempraktikkannya, keluarganya bisa hidup harmonis dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang tenang.

Dengan bervegetaris, kita bukan hanya bisa mengasihi hewan, tetapi juga bisa melindungi bumi dan mengurangi pencemaran udara. Dengan mengubah pola pikir, kita bisa membawa manfaat bagi semua makhluk. Karena itu, saya berharap setiap orang dapat mengubah pola pikir. Mengubah pola pikir sangatlah mudah, semua orang bisa melakukannya. Jadi, saya berharap setiap orang dapat mengubah pola pikir. Asalkan ada tekad, maka tiada yang mustahil. Setiap orang hendaknya berbuat baik dan mengasihi bumi.

Kita harus membentangkan setiap inci jalan dengan cinta kasih untuk melindungi bumi. Jadi, untuk melindungi bumi, kita harus bertindak secara nyata dan maju selangkah demi selangkah. Dengan menghimpun cinta kasih banyak orang, barulah bumi bisa tenteram dan setiap orang bisa selamat.

Pikiran manusia yang tersesat mengakibatkan bencana kerap terjadi
Penyaluran bantuan membutuhkan pelindungan
Karma yang diciptakan tersimpan di dalam kesadaran kedelapan
Menciptakan karma baik dengan bervegetaris dan berhenti membunuh hewan

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 9 November 2017

Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia,

Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina

Ditayangkan tanggal 11 November 2017

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 110 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code
Memberikan sumbangsih tanpa mengenal lelah adalah "welas asih".

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat