Tanggal : 13 - 07 - 2011
Hari Pertama di Sekolah Tzu Chi PIK Jakarta Utara

Hari Pertama di Sekolah Tzu Chi
Jurnalis : Hadi Pranoto
Fotografer : Hadi Pranoto

fotoSenin 11 Juli 2011, Sekolah Tzu Chi PIK Jakarta Utara memulai aktivitas belajarnya. Sejak awal masuk, murid-murid sudah diajarkan untuk bersikap santun, rapi, dan menghargai sesama.

Pagi hari di hari Senin 11 Juli 2011, mungkin menjadi pagi yang berbeda bagi Nicholas Andrew, siswa kelas 1 Sekolah Tzu Chi Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara. Sejak pukul 05.30 WIB, Nicholas sudah bangun dari tidurnya. Ia harus bergegas mandi dan  berpakaian untuk kemudian bersiap-siap berangkat bersama mamanya (Natalia) dari Kelapa Gading menuju sekolah barunya: Sekolah Tzu Chi. Sarapan pagi pun dilakukannya di dalam mobil.

 

Upaya Nicholas tak sia-sia, berangkat dari rumahnya pukul 06.30 WIB, ia pun tiba di sekolah lebih awal dari teman-temannya. Pukul 07.00 WIB ia sudah sampai di Sekolah Tzu Chi, meski kegiatan belajar sendiri baru akan dimulai setengah jam lagi.

Datang lebih awal, kesempatan ini pun dimanfaatkan oleh Nicholas dan mamanya untuk berkeliling-keliling melihat kondisi sekolah yang baru diresmikan oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) RI Prof. Dr. Mohammad Nuh pada Minggu siang 10 Juli 2011. Natalia juga tampak aktif bertanya-tanya tentang Sekolah Tzu Chi kepada para guru yang ditemuinya.

Aktivitas ini mungkin terasa berat bagi Nicholas yang di sekolah TK sebelumnya hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai di TK-nya yang juga berada di wilayah Kelapa Gading. “Kalau dulu masuknya juga agak siang, jam 8.30,” kata Nicholas yang mengaku sangat bersemangat untuk masuk ke sekolah hari itu. Menurut Natalia, meski harus bangun lebih awal dari biasanya, Nicholas justru sudah sangat siap menghadapi hari pertamanya belajar. “Dia bangun sendiri, semangat sekali untuk ke sekolah,” terang Natalia yang sengaja mengambil cuti hari itu untuk mengantar sang buah hati memasuki hari pertamanya bersekolah di sekolah dasar.

foto  foto

Keterangan :

  • Nicholas Andrew, siswa kelas 1 Sekolah Tzu Chi Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, memulai hari pertamanya sekolah dengan diantar mamanya. (kiri)
  • Karena datang lebih awal, kesempatan ini digunakan oleh Natalia (tengah) untuk bertanya tentang kondisi Sekolah Tzu Chi kepada Direktur Sekolah Tzu Chi, Koh Hui Ping (kiri). (kanan)

Menurut Koh Hui Ping, Direktur Sekolah Tzu Chi, “Hari pertama ini memang belum dilakukan kegiatan belajar mengajar, lebih diutamakan kepada pengenalan siswa terhadap sekolah, guru, dan juga teman-temannya.” Dengan begitu, diharapkan para siswa dapat beradaptasi dengan sekolah dan lingkungannya terlebih dahulu sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Harapan Orang Tua
Seperti orang tua lainnya, Natalia pun berharap bisa memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Hal itulah yang mendorongnya menyekolahkan putranya di Sekolah Tzu Chi. “Saya berharap selain pintar secara akademik, Nicholas juga berbudi pekerti luhur, bisa menghormati, dan mencintai sesama,“ ungkap Natalia. Dan tatkala Natalia melihat secara langsung kegiatan di Sekolah Tzu Chi hari itu, harapan itu rasanya tak akan sia-sia. Sejak awal masuk, murid-murid sudah diajarkan untuk bersikap santun, rapi, dan menghargai sesama, yang dicontohkan oleh para guru dan relawan komite Tzu Chi yang berbaris rapi menyambut setiap murid yang datang.

foto  foto

Keterangan :

  • Hari pertama sekolah belum dilakukan kegiatan belajar mengajar, lebih diutamakan kepada pengenalan siswa terhadap sekolah, guru, dan juga teman-temannya. (kiri)
  • Sikap kebersamaan dan kesederhanaan di sekolah ini adalah hal yang menyentuh bagi Uniyan sehingga memercayakan anaknya Therie Yuntra Uniyan bersekolah di Sekolah Tzu Chi. (kanan)

Kiprah Tzu Chi di Indonesia selama kurang lebih 15 tahun di Indonesia membuat banyak masyarakat mengenal Tzu Chi, baik dari kegiatan-kegiatan kemanusiaannya maupun visi dan misi pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Master Cheng Yen. Salah satunya adalah Uniyan, warga Taman Palem Cengkareng, Jakarta Barat ini memilih menyekolahkan anaknya di Sekolah Tzu Chi karena ia mengetahui bahwa pendidikan di Tzu Chi sangat menekankan pentingnya memiliki sikap dan budi pekerti yang luhur. “Jadi anak-anak sejak dini sudah diajarkan untuk berperilaku dan memiliki karakter yang baik, selain juga tentunya penguasaan bahasa asing (Inggris dan Mandarin - red),“ kata Uniyan.

Hal lain yang menyentuh bagi Uniyan sehingga mempercayakan pendidikan Therie Yuntra Uniyan, putra pertamanya di Sekolah Tzu Chi ini adalah tentang sikap kebersamaan dan kesederhanaan. “Salah satu contohnya, di sini baik seragam, tas, maupun sepatu semua sama, nggak peduli mereka anak siapa semuanya sama.“ Menurut Uniyan, hal ini sangat berbeda di sekolah lain yang dilihatnya, setiap anak seolah-olah bersaing menggunakan baju, tas, maupun sepatu terbaiknya untuk pergi ke sekolah. "Master Cheng Yen pendiri Tzu Chi sangat bijaksana, hal ini yang membuat di Sekolah Tzu Chi pun menjadi bijaksana, sama sekali tidak mengutamakan kemewahan,“ tegas Uniyan yang datang bersama sang istri menemani putra mereka di hari pertamanya bersekolah.

  
 
 




    Artikel Terkait
    Sekolah Tzu Chi Tak Bedakan Suku, Agama  (11/07/2011)
    Pendidikan yang Humanis  (11/07/2011)
    Cinta Kasih Sekolah Tzu Chi  (15/07/2011)
    Harapan Baru Dunia Pendidikan  (20/07/2011)
    Senangnya Belajar di Sekolah Tzu Chi  (27/07/2011)
    Semangat Kemerdekaan  (22/08/2011)
    Perayaan 17 Agustus di Sekolah Tzu Chi   (22/08/2011)
    Penyuluhan Kesehatan di Sekolah Tzu Chi  (09/09/2011)
    “Learning By Doing”  (21/09/2011)
    Berkunjung ke Sekolah Cinta Kasih   (18/10/2011)
 
    Komentar untuk Artikel ini
anton  @ Jumat, 18 November 2011 | 01:35 WIB
Nammo budhaya. Saya ingin memasukan anak saya kelas 1 SMA apakah sudah ada dan kelas 6 SD. Berapa biaya uang pangkal dan biaya sekolah dan apa ada jemputan sekolah dari Gading Serpong Tangerang. Mohon informasinya, terima kasih.
alina @ Kamis, 10 November 2011 | 07:47 WIB
pendaftaran Sekolah Tzu Chi untuk ajaran 2011-2012 SD 1 sudah di buka?Terimakasih
Metta @ Jumat, 21 Oktober 2011 | 04:26 WIB
Saya punya dua anak, tahun depan masuk sd kelas 1 dan sd kelas 5.Berapakah no.telp sekolah tzu chi di cengkareng.Kapan waktu pendaftaran murid baru dimulai?Terima kasih.
Laila @ Jumat, 23 September 2011 | 05:33 WIB
Anak saya sekarang kelas 3 SMP. saya ingin anak saya sekolah di Sekolah BUDDHA TZU CHi, kami tinggal di Jakarta Timur, Penggilingan Cakung, mohon saran
Redaksi @ Senin, 19 September 2011 | 03:09 WIB
Ibu Fenny, alamat Sekolah Tzu Chi Indonesia, Jl. Kompleks Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk (PIK), Boulevard Jakarta Utara, Tel. (021) 4068 74 88 Terima kasih.
Fenny  @ Sabtu, 17 September 2011 | 03:34 WIB
sekolah ini sampai kelas?kerikumnya?bisa minta telp sekolahnya.tq
Venny @ Jumat, 22 Juli 2011 | 08:44 WIB
Sayang sekali Sekolah Tzu Chi baru sampai SD saja,karena anak saya yang sekarang kelas 6SD sangat antusias mau melanjutkan SMP ke Sekolah Tzu Chi.Dan bahkan teman2 sekelasnyapun banyak yang berencana melanjutkan SMP ke Sekolah Tzu Chi.Kami sebagai orangtua juga ingin anak2 kami dididik dan diajar budi pekerti seperti yang diajarkan Sekolah Tzu Chi.Tapi kami hanya bisa kecewa karena tidak ada SMP di Sekolah Tzu Chi.Kalau boleh dipertimbangkan untuk dibuka SMP tahun ajaran 2012-2013.Terima kasih.
 
Posting komentar anda
 
Nama
Email
Komentar
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
Misi Tzu Chi
 Misi Amal 
 Misi Kesehatan 
 Misi Pendidikan 
 Misi Budaya 
 Kemanusiaan 
 Pelestarian Lingkungan
 Donor Sumsum 
 Relawan Komunitas 
 Bantuan Internasional 
 Kisah Humanis 
Tzu Chi
   Aceh 
   Bandung 
   Bali 
   Batam 
   Biak  
   Jakarta - He Qi Barat 
   Jakarta - He Qi Pusat  
   Jakarta - He Qi Selatan 
   Jakarta - He Qi Timur 
   Jakarta - He Qi Utara 
   Makassar 
   Medan 
   Lampung 
   Padang 
   Palembang 
   Pati 
   Pekanbaru 
   Singkawang 
   Surabaya 
   Tangerang 
   Tanjung Balai Karimun 
   Yogyakarta