Halaman Utama  -  Inspirasi  -  Ceramah Master Cheng Yen (Teks) 
 
Ceramah Master
Mulai Melaksanakan Acara Pemberkatan Akhir Tahun
27/11/2005

Waktu tak hentinya terus berlalu setiap menit dan setiap detiknya lewat dengan cepat sekali. Hari Pernyataan Rasa Syukur di dunia Barat yang dirayakan setahun sekali telahpun tiba Di negara AS dan lainnya sungguh ramai sekali, mereka sedang merayakan hari besar tersebut. Di Tzu Chi sekali dalam setahun kita juga secara khusus perlu menyampaikan ungkapan rasa terima kasih kita yang terakumulasi dari waktu ke waktu selama setahun ini. Kita sering berkata bahwa segala hal tidak dapat diungkap dengan kata-kata. Namun di dunia ini mestinya ada interaksi ungkapan hati antar sesama.

Inilah cara berkehidupan di dunia ini. Maka setiap tahunnya kita mengadakan Acara Pemberkatan Akhir Tahun. Acara ini telah dimulai pada tgl 25 Nopember diawali di komunitas. Sebenarnya Acara Pemberkatan Akhir Tahun ini hanyalah sebagai lambang peringatan bahwa waktu berlalu dengan cepat dan tidak lama lagi Tahun Baru akan tiba. Dengan demikian semua orang bisa menyadari bahwa waktu itu cepat berlalu. Maka dalam Acara Pemberkatan Akhir Tahun ini kita memperingatkan setiap orang setahun lagi telah berlalu agar setiap orang menyadari bahwa seiring dengan berlalunya waktu umur kita juga telah berkurang sehari. Dengan sehari berlalu, umur kita berkurang sehari. Dengan setahun berlalu, umur kita berkurang setahun.

Sang Buddha sering memperingatkan kita akan ketidak kekalan hidup. Dalam kehidupan kita tidak bisa diketahui apakah esok hari duluan tiba atau ketidak kekalan? Tetapi yang pantas kita berkati dan rayakan adalah selama setahun ini akhirnya dapat kita lalui dengan aman dan selamat. Kondisi yang aman dan selamat ini pantas untuk dirayakan. Yang lebih pantas disyukuri dan diberkati lagi selama setahun ini, kita tidak berbuat kesalahan. Setelah memasuki dunia Tzu Chi, insan Tzu Chi dapat mengembangkan konsep nilai kehidupannya, suatu nilai kehidupan yang sangat cemerlang dimana setiap orang berbuat dengan tindakan nyata demi kepentingan orang banyak. Insan Tzu Chi ada cinta kasih yang telah bangkit Watak hakiki mereka yang hilang telah ditemukan kembali. Kesadaran seperti ini mereka dapat mengetahui tentang nilai kehidupan. Bagaimana memanfaatkannya dengan arah yang benar melangkah masuk ke dalam khalayak ramai dan bersumbangih bagi dunia ini. Dimana saja mereka dibutuhkan maka mereka akan berada di tempat itu sepanjang tahunnya.

Sosok berseragam biru-putih akan muncul. Selain itu, ada juga kegiatan komunitas dimana ajaran Buddha dapat diterapkan dalam tindakan. Mereka memberikan bimbingan dalam komunitas agar mereka yang sehat bisa membantu orang yang sakit, orang yang berbahagia membimbing orang yang bersedih. Hanya saja dalam bimbingan ini bila hanya diucapkan saja tidak akan bermanfaat. Kita harus membangun sarana berlatih dalam komunitas. Oleh karena itu, setiap tahunnya dalam setiap Acara Pemberkatan Akhir Tahun kita selalu mengharapkan di dalam komunitas agar setiap orang memiliki kegiatan dan setiap kegiatan ada orang yang mengerjakannya.

Pemberkatan yang diterima oleh setiap orangnya berupa benda yang sederhana namun sangat bermakna mewakili ketulusan hati yang mendalam. Lihat, mereka semua sangat professional. Mereka menggunting dengan penuh keahlian. Lihat, barisan Tzucheng kita, mereka benar-benar memiliki bakat terpendam. Mereka berasal dari berbagai profesi dengan keahlian masing masing. Begitu diajak mereka menjawab bahwa itu merupakan keahliannya namun mereka perlu mencari apakah ada orang yang memiliki mesin jahit. Lalu ada yang menyatakan pabriknya baru tutup, dia memiliki banyak mesin jahit maka kita bisa memakainya kembali. Mesin jahit khusus untuk kebutuhan pabrik yang digunakan di industri konfeksi. Kita juga bisa memanfaatkan tenaga kerja ini, mereka rela bersumbangsih dengan cinta kasih. Mereka sangat ahli dalam bidangnya. Tahukan anda? Untuk membuat hasil kerja seperti ini, kainnya sulit dijahit juga sulit menjahitkan benangnya. Kita ada serombongan Bodhisattva tua serta Bodhisttva muda. Itu tidak sulit bila mereka bersungguh hati. Mereka mempelajarinya dalam waktu yang lama.

Maka saya sering berkata bagaimana mungkin untuk menginginkan saya agar tidak mengucapkan terima kasih. Sulit untuk tidak berterima kasih setiap saatnya. Mereka bersumbangsih baik secara berwujud maupun tidak. Lebih dari sejuta kantungan yang perlu dibuat. Bayangkan berapa banyak waktu yang dihabiskan. Kadang kala baru saja dilipat lalu lurus kembali atau posisinya miring setelah dilipat. Benar-benar sangat sulit membuatnya. Satu per satu daripada kantungan itu akhirnya dapat dihasilkan setiap jahitan disertai dengan doa, penuh perkataan yang bajik, penuh dengan pemberkatan. Setiap orang benar-benar sangat tulus berdoa dengan hati penuh ketulusan dan penuh ketaatan untuk membuatkan kantong berkah dan kebijaksanaan yang indah sekali. Kantong ini akan diisi dengan pelita hati, angpao, dan lain-lain.

Sebenarnya, angpao yang setiap tahun dibagikan ini bukan berasal dari uang yayasan, sama sekali bukan uang yayasan. Hal ini perlu saya tegaskan bukan meminta simpati orang lain hanya sekedar penjelasan kepada anda sekalian. Semua uang Tzu Chi dimanfaatkan untuk kemanusiaan. Benar-benar dipergunakan dalam 4 misi utama sesuai dengan tujuan yang diminta oleh donaturnya. Untuk angpao yang diberikan setiap tahunnya kita perlu berterima-kasih pada Griya Perenungan. Selain kain yang disumbangkan oleh orang lain dan sumbangsih tenaga dari semua orang, biaya angpao dan lilin semua berasal dari uang honor buku hak cipta, bila tidak mencukupi, Griya Perenungan membantu saya mengatasinya. Begitu pula dengan lilin dibuat oleh para Bikhsuni yang tinggal di Griya Perenungan. Mereka membeli bahan dan membuatnya. Semua itu merupakan ungkapan terima kasih mereka.

Pendek kata hal di dunia tidak diukur dari kuantitasnya, yang terpenting adalah kesungguhan hati. Bila hendak menghitung kuantitas marilah kita menghitung hari-hari kehidupan kita. Kita telah kehilangan sehari, juga telah kehilangan setahun. Kita harus menggenggam waktu sesaat yang ada, sehingga sesaat itu menjadi abadi. Bila kita bisa mengembangkan niat bajik kita sesaat itu akan abadi adanya dan menjadi bagian sejarah dalam kehidupan kita.

 
 
Inspirasi
 Ceramah Master 
 Cheng Yen 
 Teks 
 Video 
 Master Cheng Yen 
 Bercerita 
 Kata Perenungan 
 Kisah Relawan 
 Ruang Relawan