Harapan Baru Penyintas Bencana: Tzu Chi Serahkan 67 Unit Hunian Tetap di Tapanuli Utara

Jurnalis : Anand Yahya, Fotografer : Anand Yahya

Timmy Jawira, relawan Tzu Chi Medan, dengan suka cita membagikan selimut kepada Deita Hutapea yang sedang menunggu giliran untuk mendapatkan kasur tidur, sofa, meja makan dan kursi, serta selimut Tzu Chi dari Taiwan.

Senyum bahagia dan rasa syukur terpancar dari wajah warga Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, saat serah terima kunci hunian tetap yang telah lama mereka nantikan. Pada Senin, 8 Juni 2026, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menyerahkan 67 unit hunian tetap dari total 103 unit yang dibangun untuk warga yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada November 2025 lalu.

Setelah berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan akibat kehilangan tempat tinggal, hari itu menjadi momen yang penuh haru sekaligus membahagiakan. Deretan hunian tetap yang berdiri kokoh beratap biru ini menjadi simbol kebangkitan bagi para penyintas untuk memulai kehidupan yang baru.

Dalam proses penyerahan hunian tetap, relawan Tzu Chi Medan dan Tebing Tinggi turut hadir mendampingi warga. Dengan penuh sukacita, para relawan membantu mengangkat dan menata berbagai furnitur rumah tangga yang telah disiapkan untuk setiap keluarga penerima manfaat.

Tidak hanya membangun hunian tetap yang layak serta aman untuk ditempati, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia juga melengkapi setiap unit hunian dengan berbagai kebutuhan dasar rumah tangga seperti sofa, meja tamu, satu set kursi dan meja makan, dua kasur tidur, dua bantal, serta dua selimut Tzu Chi yang didatangkan langsung dari Taiwan. Kehadiran furnitur tersebut diharapkan dapat menunjang fasilitas warga untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Salah satu warga mengisi form penyerahan furnitur denga didampingi relawan Tzu Chi. Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia memberikan furnitur untuk penunjang kebutuhan rumah tangga.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatra Utara, Mujianto, menyampaikan rasa syukurnya karena dapat menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat bangkit setelah bencana. Dengan sapaan hangat, Mujianto menyapa warga.

"Selamat pagi Bapak dan Ibu sekalian. Horas! Apakah Bapak dan Ibu senang menerima rumah ini?" tanya Mujianto kepada warga yang langsung menjawab dengan penuh semangat, "Senang!"

Setelah menyapa warga, Mujianto kemudian melanjutkan dengan mengungkapkan rasa bahagianya. "Kami juga merasa sangat bahagia. Terima kasih karena Bapak dan Ibu telah memberi kesempatan kepada kami untuk berbuat kebajikan. Semoga rumah ini menjadi tempat yang nyaman untuk memulai kehidupan yang baru bersama keluarga," ucap Mujianto.

Ia menjelaskan bahwa Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berfokus pada pembangunan hunian tetap dan penyediaan perlengkapan dasar rumah tangga. Sementara itu, fasilitas pendukung seperti jaringan listrik, air bersih, jalan lingkungan, dan infrastruktur lainnya akan difasilitasi oleh pemerintah pusat serta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.

Relawan Tzu Chi Medan dan Tebing Tinggi bergotong royong mengangkat furnitur yang akan diberikan kepada warga penerima hunian tetap di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara.

Sofa dan satu set meja makan beserta kursi, mengihisasi hunian tetap warga untuk menunjang kehidupan berumah tangga.

Kebahagiaan juga dirasakan oleh Deita Hutapea (59), salah satu penerima manfaat yang hunian tetap barunya dikunjungi langsung oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Lumbantoruan, M.Eng., bersama relawan Tzu Chi dan pemerintah daerah.

Dengan mata yang berbinar, Deita mengucapkan rasa syukurnya serta apresiasi kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Bahagia dirasakan Deita, karena rumah lamanya yang sudah tidak dapat ditempati kembali akibat tertimbun tanah, kini sudah tergantikan dengan hunian tetap baru yang lebih aman dan nyaman.

"Saya sangat senang. Terima kasih kepada Buddha Tzu Chi dan para relawan yang sudah membantu kami mendapatkan rumah ini. Rumah kami yang lama sudah tidak bisa ditempati lagi karena tertimbun tanah dan pohon-pohon saat bencana terjadi," ungkapnya.

Lebih dari sekadar hunian tetap, perhatian yang diberikan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia melalui berbagai perlengkapan rumah tangga meninggalkan kesan mendalam dihati Deita.

"Terima kasih sekali. Kami tidak hanya diberi rumah, tetapi juga kasur, sofa, meja makan, bantal, bahkan selimut. Puji Tuhan, sampai hal-hal kecil seperti itu pun diperhatikan. Kami benar-benar merasakan kasih dan perhatian dari para relawan," tuturnya penuh haru.

Foto udara hunian tetap yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dengan total 103 unit hunian tetap di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara.

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Lumbantoruan, turut mengapresiasi kepedulian Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang tidak hanya membangun rumah, tetapi juga memperhatikan kebutuhan para penghuni secara menyeluruh.

"Yang diberikan bukan hanya bangunan rumah. Yayasan Tzu Chi juga memikirkan apa yang akan mengisi rumah tersebut. Ada kasur tidur, sofa, meja makan, hingga selimut. Ini menunjukkan perhatian yang begitu mendalam kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut Deni Lumbantoruan, selimut yang diberikan memiliki makna yang lebih dari sekadar benda pelengkap rumah tangga.

"Kita tahu bahwa Tapanuli Utara berada di daerah dataran tinggi dengan udara yang cukup dingin. Selimut tentu sangat bermanfaat. Namun lebih dari itu, kami memaknai selimut ini sebagai simbol kehangatan. Kehangatan yang diharapkan hadir di setiap keluarga yang menempati rumah ini, baik dalam hubungan antaranggota keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat," katanya.

Deni juga menjelaskan bahwa pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus mempercepat penyelesaian berbagai fasilitas pendukung di kawasan hunian tetap tersebut, termasuk jalan lingkungan, tembok penahan tanah, jaringan listrik, dan air bersih.

"Kami berharap pada pertengahan Juni seluruh fasilitas pendukung sudah tersambung dengan baik. Dengan demikian, warga dapat segera menempati rumah-rumah ini dan memulai kehidupan baru dengan lebih nyaman dan aman," jelasnya.

Deita Hutapea, Wakil Bupati tapanuli Utara, dan Mujianto, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatra Utara duduk bersama Deita Hutapea di kursi meja makan pemberian Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Bagi para penyintas bencana, hunian tetap yang berdiri di Desa Dolok Nauli bukan sekadar bangunan pengganti tempat tinggal yang hilang. Hunian tetap itu adalah simbol harapan, kepedulian, dan semangat untuk bangkit setelah melewati masa-masa sulit. Di balik setiap pintu yang kini terbuka, tersimpan kisah perjuangan, rasa syukur, dan keyakinan bahwa masa depan yang lebih baik masih dapat diraih.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Harapan Baru Penyintas Bencana: Tzu Chi Serahkan 67 Unit Hunian Tetap di Tapanuli Utara

Harapan Baru Penyintas Bencana: Tzu Chi Serahkan 67 Unit Hunian Tetap di Tapanuli Utara

09 Juni 2026

Setelah kehilangan rumah akibat banjir bandang dan tanah longsor, sebanyak 67 keluarga di Desa Dolok Nauli akhirnya menerima kunci hunian tetap baru yang dibangun oleh Tzu Chi Indonesia.

Pembangunan Hunian Tetap di Aceh: Progres Pembangunan 500 Rumah di Aceh Tamiang

Pembangunan Hunian Tetap di Aceh: Progres Pembangunan 500 Rumah di Aceh Tamiang

12 Maret 2026

Relawan Tzu Chi Medan bersama pihak Pemerintah Daerah Aceh meninjau progres pembangunan 500 hunian tetap (huntap) di Desa Tanjung Seumantoh, Aceh Tamiang. 

Harapan Baru dari Parsoran Nauli: Verifikasi dan Pengundian 70 Unit Hunian Tetap bagi Korban Bencana di Desa Adian Koting, Tapanuli Utara

Harapan Baru dari Parsoran Nauli: Verifikasi dan Pengundian 70 Unit Hunian Tetap bagi Korban Bencana di Desa Adian Koting, Tapanuli Utara

27 April 2026

Hunian baru ini pun resmi menyandang nama penuh doa, yaitu “Parsoran Nauli” yang artinya adalah “Hunian yang Baik dan Nyaman”. 

Bila kita selalu berbaik hati, maka setiap hari adalah hari yang baik.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -