Minggu, 28 Mei 2017

Isyarat Tangan & Penampilan Sutra

20 Januari 2014

Tradisi isyarat tangan di Tzu Chi berawal pada tahun 1981 ketika Master Cheng Yen mengunjungi seorang anak tunarungu. Saat itu beliau kesulitan untuk berkomunikasi dengan anak tersebut. Tergerak oleh rasa welas asih yang mendalam, Master Cheng Yen mengimbau murid-muridnya dan para relawan Tzu Chi untuk mempelajari isyarat tangan agar mengatasi kendala seperti yang pernah dialaminya itu. Sejak saat itu, isyarat tangan bukan hanya sebagai sarana komunikasi, melainkan juga dikembangkan dan dikemas menjadi pertunjukan yang menarik dan mengharukan hati penontonnya, dan menjadi budaya yang yang sering ditampilkan dalam acara-acara Tzu Chi.

Isyarat tangan telah menjadi budaya Tzu Chi. Dalam berbagai kegiatan, isyarat tangan seringkali menjadi aktivitas bersama yang dapat mempererat interaksi antara relawan, masyarakat, maupun para penerima bantuan. Satu Keluarga adalah judul sebuah lagu yang sering dinyanyikan dalam kesempatan sosialisasi ataupun baksos kesehatan Tzu Chi. Irama lagunya sederhana, disertai dengan isyarat tangan yang mudah diikuti. Melalui lagu dan isyarat tangan ini, suasana menjadi lebih hangat, dan semuanya melebur menjadi satu keluarga dalam keluarga besar Tzu Chi.

Dalam menyebarkan ajaran Dharma (kebajikan) pada masyarakat luas, isyarat tangan juga dikemas dengan melodi dan drama musikal, membentuk suatu pementasan sutra yang indah dan menggugah. Beberapa pementasan sutra yang pernah ditampilkan oleh relawan Tzu Chi Indonesia mencakup: Sutra Bakti Seorang Anak, Sutra Pertobatan Air Samadhi, Sutra Makna Tak Terhingga (Wu Liang Yi Jing), dan Sutra 37 Faktor Pendukung Pencapaian Pencerahan.

Artikel dibaca sebanyak : 2741 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code
Menggunakan kekerasan hanya akan membesarkan masalah. Hati yang tenang dan sikap yang ramah baru benar-benar dapat menyelesaikan masalah.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat