Welas Asih Kepada Sesama

Langkah pertama Tzu Chi dimulai dari Misi Amal dengan berpedoman pada ajaran dan niat luhur Buddha yaitu, Welas asih kepada sesama tanpa harus sedarah serta sependeritaan dan sepenanggungan, dan menjunjung tinggi komitmen demi ajaran Buddha, demi semua makhluk yang diamanatkan oleh Master Yin Shun, guru dari Master Cheng Yen.

Master Cheng Yen menyadari bahwa niat baik harus diwujudkan dengan berbuat baik pada sesama. Rasa empatinya pada orang-orang miskin dan menderita, membuatnya bertekad untuk berbuat sesuatu demi membantu mereka. Pada tanggal 24 bulan 3 penanggalan Lunar, tahun 1966 Yayasan Amal Buddha Tzu Chi pun terbentuk dan berpusat di Wihara Pu Ming. Master Cheng Yen dan murid-muridnya memberikan bantuan pada orang-orang yang membutuhkan. Jenis bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat kebanyakan saat itu, diantaranya meliputi bantuan keuangan dan sembako untuk keluarga berpenghasilan rendah, bantuan biaya pengobatan, pendampingan saat pengobatan, bantuan bencana, dan pengadaan upacara kematian untuk orang-orang yang hidup sebatang kara dan tidak mampu.

Tzu Chi tidak hanya mengutamakan pemberian bantuan dan keberhasilan bantuan saja, namun lebih memperhatikan motivasi kemampuan bajik setiap manusia. Menginspirasi yang mampu untuk menolong yang kurang mampu artinya berupaya agar orang yang mampu merasakan sukacita karena bersumbangsih,serta belajar membantu yang kurang mampu dengan menyumbangkan cinta kasih, hingga memperoleh makna dalam kehidupannya. Menolong yang kurang mampu demi memperkaya batinnya berarti membangkitkan hati penuh cinta kasih pada orang kurang mampu dan membantunya menapak keluar dari lembah kehidupannya yang suram, agar lebih banyak lagi orang yang bersedia menyumbangkan tenaganya untuk membantu orang lain, serta menumbuhkembangkan kepribadiannya dengan bersumbangsih.

Di Indonesia, perjalanan Tzu Chi juga diawali lewat misi Amal sejak tahun 1993. Dimulai dari memberikan bantuan ke beberapa panti jompo dan panti asuhan di Jakarta dan Bekasi, hingga kini bantuan pun semakin berkembang, mulai dari bantuan darurat, pasien dengan penanganan khusus, anak asuh, bantuan hidup jangka panjang, hingga pembangunan perumahan dan sekolah yang terkena bencana. Pemberian bantuan juga didasarkan pertimbangan bahwa bantuan Tzu Chi harus langsung, tepat sasaran, dan memiliki manfaat yang nyata. Mazhab Tzu Chi bermula dari Misi Amal, sehingga semangat untuk terus memberi dengan welas asih dan tanpa pamrih, tidak akan berubah untuk selamanya, menjalankan kegiatan menolong sesama yang menderita dan memberikan kebahagiaan, menciptakan sebuah dunia Tzu Chi yang suci.

Cinta kasih tidak akan berkurang karena dibagikan, malah sebaliknya akan semakin tumbuh berkembang karena diteruskan kepada orang lain.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -