Kumpulan Kisah Humanis

Mengajar dalam Keheningan

Mengajar dalam Keheningan

04 Juni 2026

Ketika ketidakkekalan datang, tekad Alex Salim akhirnya terwujud melalui jalan Silent Mentor. Dari kisah ini, Alex mengajarkan bagaimana cinta kasih, pengabdian, dan manfaat bagi sesama dapat terus hidup bahkan setelah napas terakhir berhenti.

Menjadi Guru Hingga Akhir Hayat

Menjadi Guru Hingga Akhir Hayat

04 Juni 2026

Bagi Alex Salim, setiap hari adalah kesempatan untuk berbuat baik dan memberi manfaat bagi sesama. Di tengah perjalanan pengobatan yang panjang di Hualien, sebuah tekad yang telah lama tumbuh di hatinya semakin menguat, yakni menjadi seorang Silent Mentor.

Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Cirebon: Rumah Baru, Semangat Baru Bagi Nelayan Pesisir Cirebon

Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Cirebon: Rumah Baru, Semangat Baru Bagi Nelayan Pesisir Cirebon

19 Mei 2026

“Rumah-rumah itu lahir dari kepedulian dan semangat gotong royong para donatur dan relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia”

Kembali Melihat Dunia, Sekaligus Cinta Kasih di Dalamnya

Kembali Melihat Dunia, Sekaligus Cinta Kasih di Dalamnya

07 Mei 2026

Senyum Ibu Tumi mengembang lebar sore itu. Dua jempolnya terangkat tinggi, matanya berbinar, dan langkah kakinya tampak lebih ringan dari sebelumnya. Bagi seorang lansia yang bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan penglihatan, perubahan ini bukan hanya hasil dari keberhasilan operasi, tetapi juga buah dari perhatian, pendampingan, dan kepedulian banyak orang yang hadir di sepanjang proses pengobatannya.

Hunian Tetap Menjawab Harapan

Hunian Tetap Menjawab Harapan

29 April 2026

Upaya pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus berlanjut. Selain bantuan darurat dan layanan kesehatan, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia juga menyiapkan program jangka panjang berupa pembangunan ribuan hunian tetap bagi para penyintas, sebagai langkah untuk membantu mereka membangun kembali kehidupan yang lebih aman dan layak.

Menjaga Kesehatan Masyarakat Pascabencana

Menjaga Kesehatan Masyarakat Pascabencana

28 April 2026

Setelah bantuan darurat tersalurkan, perhatian relawan berlanjut pada pemulihan kesehatan warga terdampak banjir. Melalui bakti sosial kesehatan, tim medis bersama relawan turun langsung membantu masyarakat yang menghadapi berbagai masalah kesehatan akibat banjir.

Bertumbuh Lewat Berbagi

Bertumbuh Lewat Berbagi

23 April 2026

Keputusasaan akibat banjir besar yang melanda Aceh dan Sumatera Utara pada akhir 2025 tidak membuat Juniarty dan Teo Siau Peing menyerah. Meski rumah dan usaha mereka turut terdampak, keduanya justru memilih tetap berdiri di tengah kondisi yang belum pulih. Alih-alih larut dalam kesulitan, dua relawan Tzu Chi ini melangkah keluar membantu.

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Aksi Tanggap Darurat Tak Kenal Kata Terbatas

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Aksi Tanggap Darurat Tak Kenal Kata Terbatas

22 April 2026

Lumpur masih menempel di dinding rumah, jalan-jalan terputus, dan air bersih menjadi barang langka. Namun di tengah keterisolasian dan kelelahan itu, ada kepedulian yang terus mengalir.

Abidzar dengan Rahang Barunya

Abidzar dengan Rahang Barunya

24 Februari 2026

Sejak lahir, Abidzar harus menghadapi kenyataan berbeda. Struktur rahang yang tidak seimbang membuat makan dan berbicara jadi tantangan. Namun di balik tubuh mungilnya tersimpan semangat besar. Bersama orang tuanya, Erni dan Nazaruddin, ia menempuh perjalanan panjang dari Medan ke Jakarta demi harapan kelak bisa menikmati setiap suapan dengan nyaman, menebar senyum tanpa ragu, dan tumbuh percaya diri seperti anak-anak lainnya.

Dalam Derai Hujan, Mereka Mendapatkan Rumah yang Menguatkan

Dalam Derai Hujan, Mereka Mendapatkan Rumah yang Menguatkan

28 Januari 2026

Dulu setiap derai hujan membuat keluarga Rusdi dan Kilah kahawatir. Rumah dari kedua keluarga ini tak kuasa melindungi keluarga mereka dari setiap tetes air hujan yang turun. Sekarang keluarga-keluarga ini dapat dengan tenang menyambut hujan karena rumah mereka sudah berdiri kokoh dengan atap yang baru.

Lima Ribu Rumah Bawa Perubahan untuk Lima Ribu Keluarga

Lima Ribu Rumah Bawa Perubahan untuk Lima Ribu Keluarga

13 Januari 2026

Di Indonesia ada sebuah peribahasa yang akrab di telinga: berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Biasanya kata-kata manis ini hanya lewat sebagai nasihat lama, tetapi peribahasa itu seperti menemukan nyawanya dalam program renovasi rumah yang dijalankan Tzu Chi bersama Kementerian PKP. 

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Distribusi Bantuan Di Tengah Kesulitan

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Distribusi Bantuan Di Tengah Kesulitan

12 Januari 2026

Siklon Tropis Senyar menyapu Sumatera dengan banjir dan longsor yang datang bertubi. Namun di tengah kepanikan dan duka mendalam, tampak langkah-langkah cinta kasih bergerak cepat, warga saling menolong, relawan hadir membawa kehangatan, dan solidaritas tumbuh saat bencana mengguncang.

Kisah Penerima Bantuan: Dulu Hampir Putus Sekolah, Kini Riska Sukses Menjadi Perawat

Kisah Penerima Bantuan: Dulu Hampir Putus Sekolah, Kini Riska Sukses Menjadi Perawat

20 November 2025

Rizka, anak seorang pekerja harian lepas di Kota Bekasi, tak menyangka mimpinya kini bisa terwujud. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang amat terbatas, melanjutkan pendidikan ke Akademi keperawatan adalah angan-angan yang terlampau tinggi bagi Riska. 

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Banyumas: Di Bawah Atap Baru, Harapan Tumbuh di Banyumas

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Banyumas: Di Bawah Atap Baru, Harapan Tumbuh di Banyumas

04 November 2025

Dari dinding bambu dan atap bocor, kini warga Banyumas tersenyum dalam rumah layak penuh cinta kasih. Sebanyak 132 rumah telah direnovasi oleh Tzu Chi Indonesia pada tahap satu program Bebenah Kampung Renovasi Rumah tidak layak huni di Banyumas sejak Juni 2025 lalu.

Yang Tak Sempurna tapi Penuh Makna: Jatuh Cinta pada Isyarat Tangan

Yang Tak Sempurna tapi Penuh Makna: Jatuh Cinta pada Isyarat Tangan

11 Agustus 2025

Memiliki anak dengan kondisi istimewa memang jauh dari kata mudah dan bahkan menjatuhkan mental orang tua dan tak bisa dipungkiri bahwa kabar itu sering datang seperti petir di siang bolong, mengagetkan, mengguncang, bahkan menyakitkan. Banyak orang tua yang merasa hilang arah, bertanya-tanya: “Apa yang salah? Apa yang harus kami lakukan sekarang?”

Cemberut dan tersenyum, keduanya adalah ekspresi. Mengapa tidak memilih tersenyum saja?
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -