Senin, 24 April 2017

Perumahan Cinta Kasih

20 Januari 2014

Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Pertama di Yogyakarta

Letusan Gunung Merapi pada 22 November 1994 telah menjalin jodoh antara Tzu Chi dan warga sekitar Merapi, Jawa Tengah, Yogyakarta. Tzu Chi segera datang untuk menyalurkan bantuan dan bantuan tersebut menjadi bantuan bencana terbesar pertama bagi Tzu Chi Indonesia.

Pada tanggal 5 September 1995, Tzu Chi membangun 12 Rumah Cinta Kasih pertama di Wonokerto, Yogyakarta sebagai bantuan untuk korban Gunung Merapi yang meletus. Rumah ini dibangun untuk para warga yang rumahnya sudah tidak dapat ditempati karena berada di lokasi yang berbahaya.

 

Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng

Banjir besar yang melanda Jakarta pada bulan Januari tahun 2002 melatarbelakangi pembangunan Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi. Pada Juli 2002, dimulailah pembangunan Perumahan Cinta Kasih yang diperuntukkan bagi warga bantaran Kali Angke yang menjadi korban banjir.

Perumahan Cinta Kasih yang berdiri di Cengkareng di atas lahan seluas 5 hektar bekerja sama dengan pemerintah daerah DKI Jakarta dan Perumnas. Perumahan yang berkonsep rumah susun tersebut dapat menampung 1.100 KK dan diresmikan oleh Presiden Megawati tanggal 25 Agustus 2003, lengkap dengan poliklinik, sekolah, dan pusat daur ulang.

Perubahan yang terpenting bukan pada apa yang tampak di luar, namun apa yang terjadi di dalam. Tak hanya kehidupan warga pindah dari “pinggiran” menjadi “gedongan”, namun cara hidup warga juga mulai bergeser menjadi lebih memperhatikan kebersihan, pendidikan, dan ketertiban.

 

Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Muara Angke

Hal yang sama terulang ketika pada 6 Februari 2004 Tzu Chi mulai membangun Perumahan Cinta Kasih di Muara Angke. Kali ini perumahan tersebut diperuntukkan bagi para nelayan yang tinggal di bantaran Kali Adem, bagian hilir Kali Angke. Bentuk dan model perumahan ini persis sama dengan Perumahan Cinta Kasih Cengkareng. Bedanya, karena luas lahan yang tersedia hanya 1,8 hektar, maka di sini dibangun 600 unit rumah susun.

Perumahan ini diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, pada 17 Juli 2005. Meski penduduk di kedua perumahan ini memiliki latar belakang yang berbeda, Tzu Chi memperlakukan mereka dengan cara yang sama, dengan perhatian dan cinta kasih, menuntun warga ke arah hidup yang lebih baik dan manusiawi.

 

Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi di Aceh

Tanggal 26 Desember 2004, gempa berkekuatan 8.9 Skala Ritcher dan tsunami melanda “Serambi Mekkah”, Nanggroe Aceh Darussalam dan sebagian Sumatera Utara. Akibat bencana ini ratusan ribu masyarakat Aceh meninggal dan kehilangan tempat tinggal.

Untuk itu, Tzu Chi ikut berperan dalam tahap rekonstruksi Aceh dengan membangun kembali rumah para korban bencana di tiga tempat, yaitu Panteriek-Banda Aceh sebanyak 716 unit rumah, Neuheun-Aceh Besar sebanyak 850 unit rumah, dan Meulaboh, Aceh Barat sebanyak 1.000 unit rumah dengan total keseluruhan 2.566 unit rumah.

Tepat satu tahun setelah terjadinya tsunami, Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi di Panteriek diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 27 Desember 2005. Dengan adanya perumahan ini, warga pun memiliki sebuah rumah yang lebih nyaman, aman, dan tentram, sehingga mereka juga dapat terus bersemangat untuk melanjutkan kehidupannya yang lebih baik.

 

Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Padang

Pascagempa di Padang tahun 2010, sebuah organisasi sosial berencana membangun perumahan bagi korban dengan bantuan penyediaan lahan dari pemerintah dan dana dari luar negeri. Di tengah perjalanan, proses pembangunannya terhenti. Maka, pemerintah Padang mengajak Tzu Chi  untuk menyelesaikannya.

Demikianlah jodoh pembangunan 100 unit Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Padang bermula. Warga yang tinggal di sini berasal dari berbagai etnis, ada warga Padang, Nias, dan Tionghoa. Semua hidup saling berdampingan dengan harmonis. Sejak masuk ke perumahan, relawan mengajak warga untuk ikut kegiatan pelestarian lingkungan. Seminggu sekali, sebanyak 25 blok rumah berangkat  ke depo pelestarian Tzu Chi Padang untuk belajar memilah sampah dengan relawan.

 

Artikel dibaca sebanyak : 5059 kali


2 komentar


haikal muhammad On Tuesday, 25 Oktober 2016, 09:48:02 wrote:

indahh

Ruben Roji Wibowo On Thursday, 21 Mei 2015, 08:17:04 wrote:

program bantuan yang sudah tzu chi berikan kepada masyarakat luas sangat bermanfaat sekali terutama pada masyarakat miskin. tzu chi saya ingin mengajukan permohonan bantuan bedah rumah untuk di wilayah kecamatan sepatan kabupaten tangerang, karena masih banyak rumah yang tidak layak untuk di huni. mohon konfirmasinya.



Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code
Bila kita selalu berbaik hati, maka setiap hari adalah hari yang baik.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat