Sabtu, 21 September 2019
Indonesia | English

Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-65: Menebar Cinta di “Bumi Lancang Kuning”

22 Maret 2010

Fotografer : Hadi Pranoto
John Andrew (Hong Thay), relawan Tzu Chi Pekanbaru yang menjadi koordinator kegiatan Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-65 tengah memberikan sambutan pada pembukaan baksos yang diadakan tanggal 20-21 Maret 2010.
Fotografer : Hadi Pranoto
Zaelani Arifsah, Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Kemasyarakatan mengalungkan nomor kepada seorang pasien baksos kesehatan Tzu Chi ke-65 yang dilaksanakan di RS Lancang Kuning, Pekanbaru, Riau.
Fotografer : Hadi Pranoto
Dr. Hengky (Ketua TIMA Indonesia) dan Direktur RS Lancang Kuning, dr. Himawan tengah menyalami para pasien peserta baksos. Ini kedua kalinya RS Lancang Kuning bekerja sama dengan Tzu Chi menggelar kegiatan baksos kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Fotografer : Hadi Pranoto
Relawan Tzu Chi tengah memperagakan bahasa isyarat tangan "Satu Keluarga" untuk menunjukkan bahwa Tzu Chi adalah sebuah organisasi kemanusiaan yang universal, lintas suku, ras, ataupun golongan.
Fotografer : Hadi Pranoto
Sebanyak 212 pasien yang terdiri dari pasien katarak, bibir sumbing, hernia, dan bedah minor memperoleh pelayanan kesehatan dalam Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-65 ini.
Fotografer : Hadi Pranoto
Tim medis Tzu Chi dengan penuh ketelitian dan kesungguhan hati memberikan pelayanan terbaik kepada para pasien yang kurang mampu di dalam setiap kegiatan bakti sosial kesehatan yang diadakan.
Fotografer : Hadi Pranoto
Kerja sama antara tim dokter dan relawan Tzu Chi sangat penting untuk mendukung lancarnya pelaksanaan kegiatan bakti sosial kesehatan.
Fotografer : Hadi Pranoto
Domian Purbo (35) tak kuasa menahan haru saat melihat putranya, Parasian Pasaribu selesai dioperasi. Berasal dari Indragiri Hulu, sekitar 6 jam perjalanan dari Pekanbaru ia tempuh demi kesembuhan buah hati tercintanya.
Fotografer : Hadi Pranoto
Perhatian para relawan Tzu Chi dapat memberi ketenangan kepada para pasien anak-anak.
Fotografer : Hadi Pranoto
Lutiana, Ketua Tzu Chi Pekanbaru memasangkan alas kaki kepada pasien seusai operasi. Kerendahan hati merupakan ciri khas insan Tzu Chi tanpa memandang status, jabatan, ataupun golongan di masyarakat.
Artikel dibaca sebanyak : 768 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha