Selasa, 26 September 2017
Indonesia | English

Bakti sosial Tzu Chi ke-119: Layanan Kesehatan Bagi Warga Cikarang

23 Agustus 2017

Bakti sosial Tzu Chi ke-119 yang digelar di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada 11-12 Agustus 2017 berlangsung dengan lancar. Total pasien sebanyak 350 orang, terdiri dari pasien katarak, pterygium, benjolan, hernia, dan bibir sumbing. 

Fotografer : Anand Yahya

Pada acara pembukaan baksos kesehatan, Rubiyanto, relawan Tzu Chi berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Di antaranya kepada Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang, Rumah Sakit Amanda Cikarang, Pemkab Bekasi, dan Polres Metro Bekasi.

Fotografer : Anand Yahya

Bagi Direktur Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang, dr. Ruly S. FCN. SpGK (K), diadakannya Baksos Kesehatan Tzu Chi di rumah sakit yang dipimpinnya merupakan sebuah kehormatan. “Sebenarnya visi misi Tzu Chi dengan kami sama, kita membantu orang yang tidak mampu. Kesempatan ini kita saling sinergi,” kata dr. Ruly.

Fotografer : Anand Yahya
Kuntia Diwarman (55) salah satu pasien penyakit katarak diperiksa tekanan darahnya. Tekanan darah yang normal menjadi salah satu syarat utama bagi pasien yang akan menjalankan operasi katarak.
Fotografer : Anand Yahya

Salah satu Koordinator bakti sosial, Like Hermansyah tengah menemani pasien menunggu antrian mendapatkan layanan kesehatan. Bagi Like, baksos yang digelar pada 11-12 Agustus 2017 sudah sesuai harapan. Karena itu Like sangat bahagia.

Fotografer : Anand Yahya

Para pasien katarak saat berada di ruang tunggu operasi. Jumlah pasien katarak sebanyak 179. Sementara untuk pasien Pterygium sebanyak 22 pasien.

Fotografer : Anand Yahya

Relawan dari tim medis Tzu Chi (TIMA) Jakarta membantu pasien usai menjalani operasi. Jumlah pasien dalam baksos ini sebanyak 350 orang.

Fotografer : Anand Yahya

Relawan tim medis menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan penuh cinta kasih kepada para pasien.

Fotografer : Anand Yahya

Selain penyakit katarak dan pterygium, bakti sosial ini juga melayani operasi Hernia, bibir sumbing, dan benjolan.

Fotografer : Anand Yahya

Angga Ramadhan (8) adalah salah satu dari 16 pasien bibir sumbing. Celah di langit-langit rongga mulutnya cukup lebar. Operasi ini sangat diinginkan Angga yang begitu ingin dapat berbicara tanpa terdengar sengau.

Fotografer : Anand Yahya

Yunita Rindu Saputri (2) usai menjalani operasi hernia oleh tim dokter dari TIMA Jakarta. Rindu, anak yang sangat aktif. Namun benjolan di perut sebelah kanan membuatnya kesakitan dan menghilangkan keceriaannya. Operasi yang dijalani Rindu berjalan dengan sangat baik.

Fotografer : Anand Yahya
Relawan Tzu Chi menemani para pasien yang menginap di ruang pemulihan.
Fotografer : Anand Yahya

Dokter dari TIMA Jakarta mengecek kondisi para pasien pascaoperasi.

Fotografer : Erli Tan

Sehari setelah operasi mata, perban di mata pasien dilepas dan dicek kembali bagaimana kondisi penglihatan mereka.

Fotografer : Erli Tan
Setelah menjalani operasi, pasien diminta datang ke rumah sakit untuk kontrol sedikitnya dua kali.
Artikel dibaca sebanyak : 463 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code