Sabtu, 18 November 2017
Indonesia | English

Kamp Zhen Shan Mei Indonesia 2017

12 September 2017

Selama tiga hari berturut-turut yaitu 1-3 September 2017, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengadakan Kamp Pelatihan Relawan Zhen Shan Mei dengan tema “Mewujudkan Visi Tzu Chi melalui Ren Wen Zhen Shan Mei”. Kamp ini dihadiri 70 peserta dari 13 kota berbeda di seluruh Indonesia.

Fotografer : Linawati Musim (He Qi Utara 1)

Kamp dibuka oleh Agus Rijanto, selaku relawan Zhen Shan Mei senior sekaligus Pemimpin Umum majalah dan Buletin Tzu Chi.

Fotografer : Erli Tan
Sebanyak 70 peserta datang dari Jakarta, Medan, Tebing Tinggi, Tg.Balai Karimun, Pekanbaru, Padang, Lampung, Palembang, Singkawang, Bandung, Tangerang, Makassar, Biak.
Fotografer : Canny (Tzu Shao)

Koordinator relawan dokumentasi Zhen Shan Mei Hexin Indonesia, Henry Tando memberi materi mengenai budaya humanis, dan Ren Ren Zhen Shan Mei (semua orang adalah relawan dokumentasi).

Fotografer : Evita (Tzu Shao)

Karya utama relawan dokumentasi Zhen Shan Mei adalah kliping foto, kliping video, artikel, berita foto, skrip video, dan berita video.

Fotografer : Linawati Musim (He Qi Utara 1)

Yusniaty, relawan dokumentasi Zhen Shan Mei dari komunitas He Qi Utara 1, pada kamp ini merupakan pengalaman pertamanya menjadi pembawa acara.

Fotografer : Erli Tan

Di satu sudut ruangan kamp ini juga dipajang buku-buku kliping dari berbagai komunitas, termasuk catatan sejarah tahun 1995 pada awal berdirinya Tzu Chi Indonesia.

Fotografer : Erli Tan

Peserta dibagi per komunitas He Qi agar dapat berdialog langsung dan mendengar sharing dari ketua He Qi-nya.

Fotografer : Linawati Musim (He Qi Utara 1)

Materi kamp juga didukung oleh staf senior dari redaksi yayasan, divisi Zhen Shan Mei, salah satunya adalah Anand Yahya.

Fotografer : Mery (He Qi Barat)

Para peserta kamp berangkat ke rumah-rumah penerima bantuan Tzu Chi dengan mengendarai bus, ataupun mobil relawan. Di sana mereka melakukan kunjungan kasih sekaligus praktik liputan.

Fotografer : Markus (He Qi Barat)

Para peserta terbagi menjadi 13 kelompok dan tiap kelompok mengunjungi satu penerima bantuan Tzu Chi.

Fotografer : Linawati Musim (He Qi Utara 1)

Panitia juga khusus menyediakan buah tangan berupa buah-buahan, sereal, dan mie vegan DAAI kepada tiap Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi).

Fotografer : Erli Tan

Pulang dari praktik liputan, para peserta langsung merapikan hasil liputan berupa tulisan, foto, dan video menjadi karya-karya ataupun arsip kliping. 

Fotografer : Amir Tan (Tzu Chi Medan)

Hasil karya para peserta mendapat review dari para pembimbing, salah satunya adalah Chandra Huang (kanan) yang membimbing di bagian video.

Fotografer : Linawati Musim (He Qi Utara 1)

Puspawati dan Tan Surianto, sepasang relawan yang rutin mendengarkan Dharma Master Cheng Yen di pagi hari (Xun Fa Xiang), berbagi Dharma kepada para peserta kamp usai menonton Sanubari Teduh.

Fotografer : Mery (He Qi Barat)

Kamp juga diisi materi dari pembicara Taiwan yang sudah berpengalaman di bidang video, yaitu Luk Kai-sheng dan Dylan Yang.

Fotografer : Linawati Musim (He Qi Utara 1)

Pada sesi Malam Keakraban yang berlangsung hangat, para panitia dan peserta bernyanyi bersama lagu Wo Ai Tzu Chi Da Jia Ting (Saya Mencintai Keluarga Besar Tzu Chi)

Fotografer : Linawati Musim (He Qi Utara 1)

Pada Malam Keakraban, peserta dari beberapa kota menyampaikan kesan dan pesan, salah satunya adalah grup dari Singkawang. Bambang Mulyantono (pegang mikrofon) mengaku pada tahun-tahun sebelumnya ia selalu sendirian ikut kamp, tapi tahun ini sudah tidak sendirian. 

Fotografer : Markus (He Qi Barat)

Panitia memberikan penghargaan kepada He Qi dan Kantor Penghubung yang telah dengan baik melakukan pencatatan sejarah di komunitasnya. Di antaranya adalah Tanjung Balai Karimun, yang diterima langsung oleh Sukmawati (biru putih), ketua harian Tzu Chi Tanjung Balai Karimun.

Fotografer : Markus (He Qi Barat)

Kamp ditutup dengan pemberian suvenir yang dibagikan oleh Agus Rijanto S.

Fotografer : Erli Tan

Untuk memeriahkan acara kamp ini, panitia mengadakan lomba foto grup yang memancing kreativitas serta dapat membuat peserta lebih akrab satu sama lain.

Fotografer : Erli Tan

Para peserta dari berbagai kota ini dengan antusias menuliskan kesan pesannya pada sebuah spanduk yang dipasang panitia di ruang break.

Fotografer : Erli Tan

Usai kamp, para peserta dan panitia bergotong royong membereskan meja dan kursi yang sudah digunakan selama kamp.

Fotografer : Erli Tan

Sehari sebelum kamp, para staf yayasan divisi Zhen Shan Mei bergotong royong menyiapkan ruangan yang akan digunakan untuk kamp.

Fotografer : Henry Tando

Panitia juga menyiapkan 200 suvenir berupa tas ramah lingkungan yang sudah dicetak tulisan Zhen Shan Mei dalam aksara mandarin. Suvenir ini selain dibagikan kepada peserta, juga kepada relawan yang membantu pelaksanaan kamp ini.

Fotografer : Sukmawati (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)

Selama dua hari, yaitu 31 Agustus dan 1 September 2017, panitia dengan gembira menjemput peserta dari berbagai daerah yang tiba di bandara Internasional Soekarno Hatta.

Artikel dibaca sebanyak : 1148 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code