Rabu, 20 Maret 2019
Indonesia | English

Kelas Budi Pekerti komunitas He Qi Utara 1

28 Februari 2019

Minggu, 24 Februari 2019, kelas budi pekerti komunitas He Qi Utara 1 dengan tema Etika Bersosialisasi berlangsung di Gedung Gan En lt.3, Tzu Chi Center, Jakarta Utara. Dihadiri oleh 58 anak-anak peserta budi pekerti bersama 16 orang tua, mereka didampingi oleh 40 relawan yang membawakan materi dan menyiapkan semua kebutuhan selama kelas berlangsung. Kegiatan yang berlangsung sebulan sekali ini terbagi menjadi 3 kelas, yaitu Tzu Shao Ban, Qin Zi Ban Besar, dan Qin Zi Ban Kecil.

Fotografer : Erli Tan

Pagi pukul 8.00 WIB anak-anak dan orang tuanya mulai berdatangan dan melakukan absensi. Di meja ini selain absensi, anak-anak juga mengambil buku panduan kelas, name tag, dan baju seragam bagi murid yang baru.

Fotografer : Erli Tan

Masuk ke kelas di Gedung Gan En lt.3, semuanya dengan hening menenangkan batin sebelum memulai kelas.

Fotografer : Erli Tan

Dibimbing relawan, anak-anak, dan orang tua melakukan pradaksina. Pradaksina adalah meditasi berjalan, dilakukan dengan tujuan agar pikiran dapat fokus dan juga melatih disiplin anak-anak.

Fotografer : Erli Tan

Ernie Lindawaty selaku koordinator Misi Pendidikan He Xin Indonesia memberikan penjelasan mengenai penampilan drama musikal Sutra Bakti Seorang Anak yang rencananya akan diperankan oleh anak-anak saat penutupan kelas di akhir tahun.

Fotografer : Erli Tan

Semuanya dengan hening menonton Bab Kehamilan dari video drama Sutra Bakti Seorang Anak. Masing-masing melihat kira-kira peran mana yang cocok dengannya.

Fotografer : Shelfi (He Qi Utara 1)

Relawan langsung mencatat peran setiap anak dalam drama Sutra Bakti Seorang Anak sesuai pilihan dan yang cocok untuk tiap anak.

Fotografer : Erli Tan

Anak-anak yang lebih kecil, tidak mengambil peran drama, namun mereka akan menampilkan isyarat tangan lagu Xin Xing yang artinya Hati Bintang. Latihan pun langsung dimulai hari itu juga.

 

Fotografer : Tan Surianto (He Qi Utara 1)

Di kelas Tzu Shao, sesuai dengan tema kali ini, anak-anak mengikuti permainan Be My Mirror, dengan cara menuliskan penilaian tentang diri sendiri, kemudian kertas tersebut ditempel di belakang punggung masing-masing dalam kondisi tertutup.

Fotografer : Tan Surianto (He Qi Utara 1)

Kemudian masing-masing meminta 5 teman untuk menuliskan komentar tentang pribadi mereka di kertas yang sama.

Fotografer : Tan Surianto (He Qi Utara 1)

Relawan Kimsry Widjaja (kanan) menjelaskan bahwa komentar yang mereka dapat dari teman mereka adalah cermin dari apa yang mereka lakukan terhadap teman-temannya. Jadi penilaian orang terhadap kita belum tentu sama dengan apa yang kita pikirkan.

Fotografer : Erli Tan

Sementara itu 16 orang tua yang hadir berkesempatan mengikuti sesi parenting bersama relawan Agus Hartono, dengan tema Bertutur Kata yang Baik.

Fotografer : Erli Tan

Tiap orang diberikan 2 kertas kecil dan menuliskan kata-kata yang suka dan yang tidak suka didengar. Kemudian kertas tersebut diacak. Agus meminta beberapa orang tua murid mengambil satu kertas dan membacanya. Kata-kata baik saat dibacakan menimbulkan rasa bahagia, sebaliknya kata-kata kurang baik menimbulkan emosi negatif.

Fotografer : Erli Tan

Agus mengimbau para orang tua agar hati-hati bertutur kata terhadap anak-anak, karena kata-kata negatif akan menimbulkan efek negatif juga. Agus juga membagikan tips berupa ucapan Master Cheng Yen, yaitu “Munculkan niat baik, genggam waktu, dan pertahankan tekad”.

Fotografer : Shelfi (He Qi Utara 1)

Anak-anak kelas Qin Zi Ban mengikuti permainan yaitu menuntun teman yang tidak bisa melihat untuk melewati berbagai rintangan. Anak-anak belajar sabar melayani dan berbicara yang baik walaupun temannya tidak dapat mengikuti arahan dengan baik.

Fotografer : Shelfi (He Qi Utara 1)

Relawan Susan menjelaskan makna dari permainan bahwa anak-anak perlu memahami posisi orang lain, serta membantu orang dengan ekspresi dan tutur kata yang lembut dan sopan.

Fotografer : Shelfi (He Qi Utara 1)

Anak-anak lalu menuliskan Kata Perenungan hari ini di buku masing-masing, yaitu “Melayani adalah perwujudan dari hati yang tulus dan bertutur kata yang lembut.”

Fotografer : Erli Tan

Tiap pertemuan, anak-anak dibiasakan berbaris rapi, baik saat pindah ruangan kelas, maupun menuju ruang makan dengan alat makan di tangan masing-masing.

Fotografer : Erli Tan

Di dapur, relawan komunitas He Qi Utara 1 menyiapkan makan siang untuk anak-anak.

Fotografer : Erli Tan

Selain relawan komunitas, juga ada sejumlah DaAi Gege Jiejie (yang artinya kakak, yaitu lulusan dari Tzu Shao) turut melayani di bagian persiapan makanan.

Fotografer : Shelfi (He Qi Utara 1)

Anak-anak berbudaya humanis berbaris rapi saat mengantre makanan.

Artikel dibaca sebanyak : 579 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha