Minggu, 21 April 2019
Indonesia | English

Pemberkahan Akhir Tahun 2018 (1)

14 Januari 2019

Pemberkahan Akhir Tahun 2018 Tzu Chi Indonesia kali ini terasa berbeda. Penampilan Persamuhan Dharma Wu Liang Yi Jing (Sutra Makna Tanpa Batas) yang menjadi inti semangat Tzu Chi, menjadi isi dari pemberkahan akhir tahun kali ini. Sebanyak 865 orang relawan melafalkan Sutra dan melakukan gerakan isyarat tangan dengan sangat indah pada Minggu, 13 Januari 2019.

Fotografer : Halim Kusin (He Qi Barat 1)
“Satu hal yang Master Cheng Yen khawatirkan adalah apabila muridnya tidak mendalami Dharma. Sejak tahun lalu Tzu Chi Indonesia sudah mendalami Sutra Makna Tanpa Batas melalui bedah buku, menulis kaligrafi, dan isyarat tangan. Puncaknya hari ini, relawan menampilkan Persamuhan Dharma,” kata Chia Wen Yu, relawan senior Tzu Chi saat membuka acara.
Fotografer : Anand Yahya
Genderang berkah menjadi pembuka acara Pemberkahan Akhir Tahun 2018 yang dibawakan oleh Chi Ying Shijie, relawan Komite Tzu Chi. Tema pemberkahan akhir tahun ini: Bersyukur, Menghormati, dan Mengasihi Kehidupan. Harmonis Tanpa pertikaian, Menciptakan Berkah Bersama.
Fotografer : Anand Yahya
Gatha Pendupaan berlangsung dengan khidmat dan agung.
Fotografer : Arimami Suryo A.

Gatha Pembuka Sutra sebagai persiapan dimulainya Persamuhan Dharma Sutra Wu Li Yang Yi Jing (Sutra Makna Tanpa Batas). Di dalam Sutra Wu Li Yang Yi Jing disebutkan: “Pelita kebijaksanaan terus diwariskan tanpa henti, welas asih merupakan rahasia alam semesta yang tak pernah padam.

Fotografer : Halim Kusin (He Qi Barat 1)

Suasana dimulainya Persamuhan Dharma Sutra Wu Li Yang Yi Jing. Yang membuat istimewa adalah kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta, bukan hanya relawan yang tampil di atas panggung.

Fotografer : Anand Yahya

Sutra Wu Li Yang Yi Jing terdiri dari Tiga Bab:  Bab Sifat Luhur, Bab Pembabaran Dharma, dan Bab Sepuluh Pahala.

Fotografer : Anand Yahya

Para relawan dengan sepenuh hati menampilkan persamuhan Dharma Sutra Makna Tanpa Batas. Mulai dari Ketua dan Wakil Ketua Tzu Chi Indonesia hingga relawan Tzu Chi dan staf badan misi.

Fotografer : Henry Tando

Pada Bab Sifat Luhur ini menjelaskan tentang keluhuran Buddha dan Bodhisatwa untuk membangkitkan keyakinan dalam diri semua mahluk.

Fotografer : Teddy Lianto

Sebanyak 865 orang relawan melafalkan Sutra dan melakukan gerakan isyarat tangan dengan sangat indah. Sudah hampir setahun lebih Tzu Chi Indonesia mempersiapkan persamuhan Dharma ini.

Fotografer : Arimami Suryo A.

Sejak tahun lalu Tzu Chi Indonesia mulai mempersiapkan, mempraktikkan, dan mendalami Sutra Makna Tanpa Batas melalui bedah buku, menulis kaligrafi, melakukan isyarat tangan (shou yu), dan mendalami Sutra. Puncaknya hari ini, relawan menampilkan Persamuhan Dharma.

Fotografer : Teddy Lianto

Ketua Tzu Chi Indonesia Liu Su Mei merasa sangat terharu dengan penampilan Persamuhan Dharma Wu Liang Yi Jing. Dirinya juga menjadi satu di antara relawan yang tergabung dalam Lautan Dharma (Fa Hai). “Tekad dan keyakinan kita harus teguh mengikuti Master Cheng Yen. Hari ini kita mendalami Sutra Makna Tanpa Batas, benar-benar Indonesia sudah ada Dharma,” ujar Liu Su Mei penuh sukacita.

Fotografer : Halim Kusin (He Qi Barat 1)

Like Hermansjah, Ketua He Qi Pusat bercerita tentang tekadnya yang kukuh dalam mendalami Dharma. Dari yang sama sekali tidak bisa berbahasa Mandarin, kini setiap hari ia membaca buku-buku Master Cheng Yen yang berbahasa Mandarin.

Fotografer : Arimami Suryo A.
Bab Kedua Pembabaran Dharma, di mana Buddha membabarkan Dharma demi membangkitkan kebijaksanaan semua makhluk. Namun, semua kembali kepada praktik nyata setiap insan di dunia.
Fotografer : Henry Tando

Semua relawan yang hadir juga mengikuti setiap gerakan isyarat tangan ini.

Fotografer : Henry Tando

Di tengah keterbatasannya (tuna runggu), pasangan suami-istri Handaya dan Komariah tetap mampu bersumbangsih membantu sesama. Pasangan ini menjadikan Buletin Tzu Chi sebagai media untuk mengajak para tetangga dan kerabatnya menjadi donatur dan relawan Tzu Chi.

Fotografer : Arimami Suryo A.

Puspa dan Surianto, pasangan suami-istri yang giat mendalami Dharma Master Cheng Yen. Setiap hari hampir tidak pernah absen Xun Fa Xiang (menghirup keharuman Dharma di pagi hari).

Fotografer : Halim Kusin (He Qi Barat 1)

Suriyani bercerita tentang kisah perjuangan dalam menghadapi penyakit auto imune. Dukungan dari suami, Surya, dan segenap insan Tzu Chi Indonesia membuat Suriyani kuat dalam menjalani pengobatan hingga sembuh.

Fotografer : Markus (He Qi Barat 2)

Dua relawan dari Pademangan, Sarpen (kiri) dan Sriyani (Sri diwakili oleh The Sui Mei) Jakarta Utara, daerah yang menjadi binaan dan lokasi program Bebenah Kampung Tzu Chi. Keduanya (Sarpen dan Sri) semula adalah penerima bantuan Tzu Chi, dan kini tergerak untuk ikut bergabung bersama relawan Tzu Chi lainnya, membantu sesama.

Fotografer : Teddy Lianto

Apresiasi dan penghargaan diberikan kepada Rui Hwa, relawan Tzu Chi yang bergabung di Tzu Chi di masa awal (1996). Sudah lebih dari 25 Tahun Rui Hwa bersama-sama insan Tzu Chi lainnya menorehkan jejak kemanusiaan Tzu Chi Indonesia. Beliau juga Ketua Bakti Amal Tzu Chi Indonesia yang Pertama.

Fotografer : Teddy Lianto

Wakil Ketua Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma dan Franky O. Widjaja menyampaikan apresiasinya dan mengajak segenap relawan untuk mengikuti jejak langkah para relawan yang hari ini membagikan kisah inspirasinya.

Fotografer : Arimami Suryo A.

Ketua Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei membagikan Angpau Berkah dan Kebijaksanaan dari Master Cheng Yen. Angpau ini merupakan wujud rasa terima kasih insan Tzu Chi di seluruh dunia yang selama setahun ini sudah bersumbangsih sepenuh hati, membantu sesama.

Artikel dibaca sebanyak : 1723 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha